Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jumlah Kasus Perceraian di Indonesia 2024 Berdasarkan Penyebabnya

Data BPS mencatat lebih dari 390 ribu kasus perceraian di Indonesia pada 2024. Perselisihan, masalah ekonomi, dan KDRT menjadi faktor utama yang menyebabkan pasangan berpisah.

by Nouvan
15 February 2026
in Humaniora
Jumlah Kasus Perceraian di Indonesia 2024 Berdasarkan Penyebabnya

Kasus perceraian di Indonesia sepanjang 2024 mencapai lebih dari 390 ribu, dengan pertengkaran dan masalah ekonomi sebagai penyebab utama. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Kasus perceraian di Indonesia sepanjang 2024 tercatat mencapai lebih dari 390 ribu kasus. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertengkaran dan perselisihan menjadi faktor utama yang menyebabkan pasangan berpisah. Dari total kasus, sebanyak 251.125 perceraian dipicu oleh konflik rumah tangga yang tak kunjung usai.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Faktor ekonomi menempati posisi kedua sebagai penyebab terbanyak. Sebanyak 100.198 pasangan memilih berpisah karena tekanan finansial yang kian menghimpit. Di urutan berikutnya, sebanyak 31.265 kasus terjadi akibat salah satu pasangan meninggalkan rumah tangga, meninggalkan pasangan tanpa kejelasan.

Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) juga menjadi faktor signifikan dalam perceraian di Indonesia. Sepanjang tahun ini, terdapat 7.256 pasangan yang mengakhiri pernikahan mereka karena kekerasan di dalam rumah tangga. Sementara itu, kebiasaan berjudi dan mabuk turut berkontribusi dalam angka perceraian, masing-masing dengan 2.889 dan 2.004 kasus.

Beberapa faktor lain yang turut menyumbang angka perceraian adalah hukuman penjara (1.335 kasus), perselingkuhan atau zina (1.005 kasus), hingga perbedaan keyakinan atau murtad (1.000 kasus). Selain itu, poligami juga tercatat sebagai pemicu perceraian dengan 849 kasus, disusul oleh penyalahgunaan narkoba atau madat sebanyak 436 kasus.

Kasus perceraian juga terjadi akibat pernikahan yang tidak diinginkan. Sebanyak 307 kasus dilaporkan terjadi karena kawin paksa. Sementara itu, kondisi cacat tubuh menjadi faktor dalam 252 perceraian sepanjang tahun ini.

Dengan angka yang masih tinggi, berbagai faktor ini menunjukkan kompleksitas permasalahan rumah tangga di Indonesia. Tekanan ekonomi, konflik domestik, hingga persoalan hukum menjadi tantangan yang dihadapi pasangan suami istri dalam menjaga keutuhan pernikahan.

(Baca: Penyebab Utama Perceraian di Indonesia pada 2023)

Source: Badan Pusat Statistik (BPS)
Tags: CeraikeluargaPerceraianrumah tangga

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Nilai Ekspor Indonesia Menurun pada September 2024

Indeks Harga Ekspor dan Impor Indonesia Naik di Triwulan IV-2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.