Kementerian Kesehatan mencatat jumlah dokter di Indonesia 2026 mencapai 129.147 orang per 18 April. Angka ini merepresentasikan rasio ketersediaan dokter sebesar 0,45% terhadap total proyeksi penduduk yang menyentuh 284,44 juta.
Meskipun jumlah absolut menunjukkan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya, sebaran geografis tenaga medis tersebut masih menyisakan pola klasik ketimpangan antarprovinsi.
Berdasarkan data yang dipantau tim Dataloka.id, Pulau Jawa tetap menjadi episentrum konsentrasi dokter. Akumulasi jumlah dokter di Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta tercatat mencapai 62.423 orang. Dengan kata lain, kelima provinsi di Jawa ini menampung sekitar 48,3% dari total stok dokter nasional.
Jawa Barat menempati posisi puncak dengan 18.765 dokter, disusul Jawa Timur dengan 14.316 dokter. Posisi Jakarta yang secara geografis terkecil justru mencatat jumlah signifikan, yakni 13.259 dokter. Sementara itu, Jawa Tengah mencatat 12.785 dokter dan Daerah Istimewa Yogyakarta menyumbang 3.298 dokter.
Di luar Jawa, hanya Sumatra Utara dan Banten yang mencatat jumlah di atas 6.000 dokter, masing-masing 7.125 dan 6.258 orang. Bali, yang memiliki beban wisata kesehatan cukup tinggi, tercatat memiliki 4.920 dokter.
Pergeseran pandangan ke wilayah Indonesia Timur memperlihatkan data yang kontras. Sebanyak 12 provinsi mencatat jumlah dokter di bawah 1.000 orang. Maluku Utara memiliki 603 dokter, Gorontalo 508 dokter, dan Sulawesi Barat hanya 402 dokter.
Kondisi paling minim ketersediaan tenaga dokter terjadi di empat provinsi hasil pemekaran di Tanah Papua. Data menunjukkan Papua Barat Daya memiliki 314 dokter, Papua Selatan 229 dokter, dan Papua Pegunungan hanya diisi oleh 168 dokter.
Data agregat ini juga menunjukkan bahwa total dokter di seluruh wilayah Pulau Papua—yang terdiri dari enam provinsi, baru mencapai 2.131 orang. Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan stok dokter di satu provinsi seperti Kalimantan Timur (2.638 dokter) atau bahkan hanya setara dengan sepertiga jumlah dokter di Sumatra Barat (2.941 dokter).
Pola sebaran ini menunjukkan bahwa meskipun jumlah dokter di Indonesia 2026 secara nasional telah melampaui 129.000, tantangan distribusi untuk wilayah dengan akses geografis sulit tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. (RK/D-1)
Jumlah Dokter di Indonesia per 18 April 2026
- Jawa Barat: 18.765 dokter
- Jawa Timur: 14.316 dokter
- DKI Jakarta: 13.259 dokter
- Jawa Tengah: 12.785 dokter
- Sumatra Utara: 7.125 dokter
- Banten: 6.258 dokter
- Bali: 4.920 dokter
- Riau: 4.235 dokter
- Sulawesi Selatan: 4.011 dokter
- Sumatra Selatan: 3.773 dokter
- Aceh: 3.656 dokter
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 3.298 dokter
- Sumatra Barat: 2.941 dokter
- Lampung: 2.867 dokter
- Kalimantan Timur: 2.638 dokter
- Sulawesi Utara: 2.462 dokter
- Kalimantan Selatan: 1.964 dokter
- Nusa Tenggara Barat: 1.916 dokter
- Jambi: 1.882 dokter
- Kalimantan Barat: 1.718 dokter
- Nusa Tenggara Timur: 1.686 dokter
- Kepulauan Riau: 1.681 dokter
- Sulawesi Tenggara: 1.526 dokter
- Sulawesi Tengah: 1.368 dokter
- Kalimantan Tengah: 1.199 dokter
- Bengkulu: 1.005 dokter
- Kepulauan Bangka Belitung: 856 dokter
- Maluku: 845 dokter
- Papua: 703 dokter
- Maluku Utara: 603 dokter
- Kalimantan Utara: 548 dokter
- Gorontalo: 508 dokter
- Sulawesi Barat: 402 dokter
- Papua Tengah: 364 dokter
- Papua Barat: 353 dokter
- Papua Barat Daya: 314 dokter
- Papua Selatan: 229 dokter
- Papua Pegunungan: 168 dokter
(Baca: Impor Alat Kesehatan Indonesia 2024 Didominasi China, Nilai Total Capai US$729 Juta)













