Persaingan pasar ritel konsumen diperkirakan makin ketat. Di satu sisi, jumlah Alfamart dan Indomaret terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, pemerintah mendorong pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang kian meluas di berbagai wilayah.
Berdasarkan pantauan tim Dataloka.id, jumlah gerai Alfamart, Alfamidi, dan Indomaret sama-sama menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam 5 tahun terakhir atau sejak 2021 hingga 2025.
Dari paparan publik PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. pada Juni 2025, jumlah gerai Indomaret tercatat 23.107 unit pada 2024. Hingga akhir 2025, jumlahnya ditargetkan bertambah lebih dari 1.000 gerai menjadi 24.141 unit atau naik 4,47% secara tahunan.
Jika ditarik ke belakang, pertumbuhan Indomaret cukup pesat. Pada 2021 jumlah gerainya tercatat 19.133 unit. Angka ini meningkat menjadi 21.251 unit pada 2022 atau tumbuh 11,07%. Kenaikan berlanjut pada 2023 menjadi 22.456 gerai atau naik 5,67%.
Sementara itu, jumlah gerai Alfamart juga terus bertambah. Hingga akhir 2025, jumlahnya mencapai 21.120 gerai atau naik 4,97% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebanyak 20.120 gerai. Pada 2023, jumlah gerai Alfamart tercatat 19.087 unit, meningkat dari 17.813 unit pada 2022.
Di segmen minimarket menengah, Alfamidi juga menunjukkan tren serupa. Jumlah gerainya mencapai 2.587 unit pada 2025, naik 6,24% dari 2.435 unit pada 2024. Sebelumnya, jumlah gerai Alfamidi tercatat 2.232 unit pada 2023 dan 2.171 unit pada 2022.
Di tengah ekspansi ritel modern tersebut, pemerintah juga mendorong penguatan ekonomi desa melalui Kopdes Merah Putih. Berdasarkan laman resmi program tersebut, sebanyak 83.404 desa atau kelurahan telah membentuk koperasi hingga 13 April 2026.
Jumlah ini setara sekitar 96,88% dari total desa dan kelurahan di Indonesia. Secara wilayah, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah pembentukan terbanyak, yakni 8.524 desa atau kelurahan, disusul Jawa Timur sebanyak 8.494 wilayah.
Di luar Jawa, Aceh memiliki 6.535 desa atau kelurahan yang telah membentuk koperasi. Sementara itu, Sumatra Utara dan Jawa Barat masing-masing mencapai 6.134 dan 5.971 desa atau kelurahan.
Sebaliknya, jumlah pembentukan paling sedikit terdapat di Jakarta, yakni 268 desa atau kelurahan. Di atasnya terdapat Kepulauan Bangka Belitung dengan 393 desa atau kelurahan.
Ekspansi gerai ritel modern yang terus berlanjut, bersamaan dengan masifnya pembentukan Kopdes Merah Putih, menunjukkan bahwa lanskap persaingan sektor ritel di Indonesia berpotensi semakin dinamis dalam beberapa tahun ke depan. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah PHK di Indonesia Januari-Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Tertinggi)












