Negara penghasil daging sapi terbesar di dunia 2025 menunjukkan konsentrasi produksi pada sejumlah negara utama, seiring total produksi global yang mencapai 62,25 juta ton. Angka ini meningkat 0,76% dibandingkan 2024/2025 yang sebesar 61,78 juta ton.
Peningkatan produksi ini terjadi di tengah pertumbuhan populasi ternak serta kebutuhan konsumsi yang terus berkembang. Data dari United States Department of Agriculture (USDA) memperlihatkan bahwa produksi daging sapi tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Amerika hingga Asia.
Dalam distribusinya, Brasil menempati posisi teratas sebagai produsen terbesar dengan total produksi mencapai 12,61 juta ton atau sekitar 20,25% dari produksi global. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat dengan produksi sebesar 11,84 juta ton.
Selanjutnya, China mencatatkan produksi sebesar 8,01 juta ton, diikuti Uni Eropa dengan 6,41 juta ton. Di kelompok berikutnya, India menghasilkan 4,68 juta ton, sementara Argentina mencatatkan 3,15 juta ton.
Produksi dari kawasan Oseania dan Amerika Latin juga berkontribusi melalui Australia sebesar 2,89 juta ton serta Meksiko sebanyak 2,17 juta ton. Adapun Rusia mencatatkan produksi 1,41 juta ton, disusul Kanada sebesar 1,26 juta ton dan Afrika Selatan sebesar 1,03 juta ton.
Distribusi produksi ini memperlihatkan bahwa sebagian besar pasokan daging sapi dunia masih terpusat pada sejumlah negara dengan kapasitas peternakan besar dan sistem produksi yang terintegrasi.
Sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam daftar ini. Di sisi lain, Vietnam dan Filipina menjadi negara ASEAN yang berkontribusi dengan produksi daging sapi seberat 285.000 ton dan 175.000 ton. Selain itu, ada Malaysia dengan produksi 38.000 ton. (ELO/D-1)
(Baca: Daya Beli Melemah, Potensi Ekonomi Kurban 2025 Turun)












