Pertemuan antara Manchester United dan Liverpool pada pekan ke-35 Liga Inggris Minggu (3/5) pukul 21.30 WIB menjadi salah satu laga krusial dalam perebutan tiket Liga Champions musim depan. Bermain di Old Trafford, tim tuan rumah sedikit lebih diunggulkan.
Berdasarkan simulasi Opta supercomputer terhadap 10.000 pertandingan, Manchester United memiliki peluang menang sebesar 42,8%. Sementara Liverpool berada di angka 30,5%, dan hasil imbang tercatat sebesar 26,7%.
Selisih poin kedua tim di klasemen juga sangat tipis. United saat ini berada di posisi ketiga, unggul tiga poin dari Liverpool. Kemenangan atas Brentford pada laga sebelumnya membuat mereka hanya membutuhkan dua poin tambahan untuk memastikan tiket Liga Champions.
Di sisi lain, Liverpool masih memerlukan lima poin untuk mengunci posisi lima besar. Meski begitu, probabilitas mereka untuk lolos tetap tinggi, yakni 97,6%, sedikit di bawah United yang mencapai 99,8%.
Momentum dan Keunggulan Kandang Man United
Performa kedua tim menunjukkan tren berbeda. Manchester United tampil impresif sejak ditangani Michael Carrick pada Januari. Dalam 13 pertandingan, mereka meraih sembilan kemenangan dan mengumpulkan 29 poin—terbanyak dibanding tim lain dalam periode tersebut.
Sebaliknya, Liverpool datang dengan modal tiga kemenangan beruntun atas Fulham, Everton, dan Crystal Palace. Namun, performa mereka melawan tim papan atas masih menjadi catatan. The Reds hanya meraih satu kemenangan dari 12 laga terakhir melawan tim yang memulai pertandingan di tiga besar klasemen.
Faktor kandang juga menjadi kekuatan utama United. Mereka telah mengoleksi 36 poin di Old Trafford musim ini, tertinggi ketiga di liga. Enam kemenangan dari tujuh laga kandang terakhir mempertegas dominasi tersebut.
Kontribusi Bruno Fernandes juga menjadi sorotan. Gelandang asal Portugal itu telah mencatatkan 19 assist musim ini, hanya terpaut satu dari rekor Liga Inggris yang dipegang Thierry Henry dan Kevin De Bruyne. Ia juga terlibat langsung dalam gol di delapan laga kandang terakhirnya.
Liverpool Tanpa Salah dan Rekor Pertemuan Ketat
Di kubu Liverpool, absennya Mohamed Salah akibat cedera otot menjadi kerugian besar. Pemain asal Mesir itu merupakan pencetak gol terbanyak melawan Manchester United dalam sejarah Premier League, dengan 13 gol.
Tanpa Salah, harapan Liverpool bertumpu pada Alexander Isak yang berpeluang mencetak gol dalam dua laga beruntun untuk pertama kalinya bersama klub. Ia sebelumnya juga pernah mencetak gol di Old Trafford saat masih membela Newcastle.
Secara historis, Manchester United memang kesulitan menghadapi Liverpool. Mereka hanya menang tiga kali dalam 19 pertemuan terakhir di Liga Inggris (9 imbang, 7 kalah). Namun, United berpeluang mencatatkan kemenangan kandang-tandang atas Liverpool untuk pertama kalinya sejak musim 2015/2016, setelah menang 2-1 di Anfield pada pertemuan pertama musim ini.
Sementara itu, Liverpool justru cukup kompetitif dalam lawatan ke Old Trafford belakangan ini, dengan tiga kemenangan dari lima kunjungan terakhir.
Dengan kondisi skuad, performa, dan tekanan klasemen yang saling beririsan, laga ini berpotensi berjalan ketat. Namun, keunggulan tipis yang dimiliki Manchester United, baik dari sisi probabilitas maupun performa kandang, membuat mereka sedikit lebih difavoritkan untuk meraih kemenangan. (RK/D-1)
(Baca: Prediksi Juara Liga Inggris 2026, City Salip Arsenal, Data Masih Jagokan The Gunners)













