Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid

Fenomena langit Mei 2026 menghadirkan dua bulan purnama, hujan meteor Eta Aquarid, serta papasan Bulan dengan planet-planet terang yang dapat diamati sepanjang bulan.

by Nouvan
3 May 2026
in Humaniora
Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid

Fenomena langit Mei 2026 menyuguhkan dua kali bulan purnama, hujan meteor Eta Aquarid, dan berbagai konjungsi Bulan dengan planet. (Sumber: Magnific)

Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena langit Mei 2026 menghadirkan rangkaian peristiwa astronomi menarik yang dapat diamati dari Bumi. Sepanjang bulan, langit malam dihiasi dua kali fase Bulan Purnama, hujan meteor Eta Aquarid, serta sejumlah peristiwa papasan antara Bulan dan planet-planet terang.

Mei dibuka dengan Bulan Purnama pada 2 Mei dan ditutup dengan Bulan Purnama kedua pada 31 Mei. Fenomena dua kali purnama dalam satu bulan kalender ini kerap disebut sebagai Blue Moon.

READ ALSO

Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar

Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi

Selain itu, fase Bulan Baru pada 17 Mei menjadi momen ideal untuk pengamatan objek langit redup seperti Bima Sakti karena minim gangguan cahaya alami.

Dari sisi planet, Merkurius hanya dapat diamati pada awal bulan di ufuk timur saat fajar sebelum akhirnya menghilang karena konjungsi superior dengan Matahari. Menjelang akhir Mei, planet ini kembali muncul di langit senja setelah Matahari terbenam.

Sementara itu, Venus dan Jupiter tampak cukup dominan di langit barat selepas Matahari terbenam. Venus dapat diamati hingga sekitar satu jam setelah Matahari terbenam, sedangkan Jupiter bertahan hingga sekitar pukul 21.00 waktu lokal. Kedua planet ini juga akan berpapasan dengan Bulan pada pertengahan bulan.

Di langit fajar, Mars dan Saturnus masih menjadi objek utama. Keduanya tampak semakin tinggi setiap harinya dan dapat diamati sebelum Matahari terbit. Mars bergerak dari rasi Pisces menuju Aries, sedangkan Saturnus berada di rasi Cetus sepanjang bulan.

Adapun Uranus dan Neptunus memerlukan alat bantu seperti teleskop karena cahayanya yang redup. Uranus dapat diamati sesaat setelah Matahari terbenam di awal bulan, sementara Neptunus terlihat sebelum fajar di rasi Pisces.

Hujan Meteor Eta Aquarid

Puncak aktivitas meteor terjadi pada 5–6 Mei melalui hujan meteor Eta Aquarid. Fenomena ini berasal dari sisa debu komet Halley dan dapat menghasilkan sekitar 10 hingga 30 meteor per jam pada kondisi langit ideal. Meteor tampak datang dari rasi Aquarius dan paling baik diamati setelah tengah malam hingga menjelang fajar.

Selain itu, sejumlah peristiwa konjungsi turut meramaikan langit Mei. Bulan akan berpapasan dengan bintang terang Antares pada 3–4 Mei dan kembali terjadi pada 31 Mei. Kemudian, konjungsi dengan Saturnus terjadi pada 14 Mei, Mars pada 15 Mei, Venus pada 19 Mei, Jupiter pada 20 Mei, serta Regulus pada 23 Mei.

Minggu ketiga Mei menjadi waktu terbaik untuk menikmati langit malam, terutama saat fase Bulan Baru. Pada periode ini, pengamatan Bima Sakti dan gugusan bintang menjadi lebih optimal karena kondisi langit yang gelap.

Sepanjang Mei, berbagai bintang terang seperti Sirius, Canopus, Arcturus, hingga Antares dapat dijadikan panduan dalam pengamatan. Kehadiran rasi-rasi seperti Scorpius, Leo, dan Crux juga memudahkan pengamat dalam mengenali objek langit.

Tak hanya itu, kampanye langit gelap Globe at Night berlangsung pada 8–17 Mei. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap dampak polusi cahaya dengan mengajak masyarakat mengamati jumlah bintang yang terlihat dari lokasi masing-masing.

Dengan rangkaian peristiwa tersebut, Fenomena Langit pada Mei 2026 menjadi salah satu periode terbaik bagi pengamat langit, baik pemula maupun berpengalaman, untuk menikmati keindahan langit malam secara langsung. (NKR/D-1)

(Baca: Mengenal Rasi Ursa Mayor (Bintang Biduk): Sang Beruang Besar yang Penuh Cerita)

Source: Langit Selatan
Tags: asteroidAstronomiBintangBulanhujan meteorMeteorPlanet

Related Posts

Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar
Humaniora

Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar

6 August 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi

5 August 2026
Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Pekerjaan Semester I 2026, Mayoritas Wiraswasta
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Pekerjaan Semester I 2026, Mayoritas Wiraswasta

4 August 2026
Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Agama Semester I 2026, Islam 87,14%
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia Berdasarkan Agama Semester I 2026, Islam 87,14%

4 August 2026
Jumlah Penduduk Indonesia Semester I 2026 Berdasarkan Usia, 69,30% Berusia Produktif
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia Semester I 2026 Berdasarkan Usia, 69,30% Berusia Produktif

4 August 2026
KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Ini Data Kecelakaan Pelayaran di Indonesia 2016–2025
Humaniora

KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Ini Data Kecelakaan Pelayaran di Indonesia 2016–2025

3 August 2026
Next Post
Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Produksi Kopi Indonesia Capai 832.675 Ton pada 2025, Sumatra Selatan Terbesar
Ekonomi

Produksi Kopi Indonesia Capai 832.675 Ton pada 2025, Sumatra Selatan Terbesar

6 August 2026
DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Tertinggi pada Maret 2026
Ekonomi

DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Tertinggi pada Maret 2026

6 August 2026
Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar
Humaniora

Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar

6 August 2026
Daftar Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak pada Maret 2026, Jawa Timur Teratas
Ekonomi

Daftar Provinsi dengan Penduduk Miskin Terbanyak pada Maret 2026, Jawa Timur Teratas

6 August 2026
Jumlah Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta per Maret 2026, Jawa Paling Banyak
Ekonomi

Jumlah Penduduk Miskin Turun Jadi 22,93 Juta per Maret 2026, Jawa Paling Banyak

6 August 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka di Indonesia Mei 2026, Papua Tertinggi

5 August 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Infografik
  • Politik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.