Cakupan imunisasi Indonesia kuartal I 2026 untuk bayi usia 1–12 bulan tercatat sebesar 12,1% secara nasional. Angka ini menunjukkan capaian yang masih berada di bawah target kuartalan yang ditetapkan pemerintah sebesar 21,3%.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan preventif yang efektif dengan biaya relatif rendah. Ia menyampaikan berbagai penyakit menular dapat ditekan setelah vaksin ditemukan dan digunakan secara luas, seperti pada kasus cacar hingga covid-19.
Seiring dengan capaian nasional yang masih terbatas, distribusi cakupan imunisasi antarprovinsi memperlihatkan perbedaan yang mencolok. DKI Jakarta mencatatkan capaian tertinggi dengan angka 24,90%, sekaligus menjadi satu-satunya provinsi yang melampaui target kuartal I 2026.
Di bawahnya, Banten mencatatkan cakupan sebesar 17,30%, diikuti Bali sebesar 16,70%. Sejumlah provinsi di Pulau Jawa berada pada kelompok menengah, antara lain Jawa Tengah dengan 15,80% dan Jawa Barat sebesar 11,40%. Adapun Jawa Timur mencatatkan capaian 9,90%.
Sementara itu, sejumlah provinsi di kawasan timur Indonesia mencatatkan capaian yang jauh lebih rendah. Papua Pegunungan menjadi provinsi dengan cakupan terendah, yakni 0,10%. Capaian rendah juga terlihat di Papua Tengah sebesar 2,80%, Aceh 2,90%, Papua Barat 3,30%, serta Papua Barat Daya sebesar 3,70%. (ELO/D-1)
Daftar Cakupan Imunisasi Bayi 1–12 Bulan pada Kuartal I 2026
- DKI Jakarta: 24,90%
- Banten: 17,30%
- Bali: 16,70%
- Jawa Tengah: 15,80%
- Sumatra Utara: 15,60%
- Nusa Tenggara Timur: 13,80%
- Sumatra Selatan: 13,20%
- Jambi: 13,00%
- Gorontalo: 12,90%
- Riau: 12,60%
- Sulawesi Selatan: 12,40%
- Nusa Tenggara Barat: 12,20%
- Jawa Barat: 11,40%
- Kepulauan Riau: 11,40%
- Sulawesi Tenggara: 11,40%
- Sulawesi Tengah: 10,90%
- Kalimantan Selatan: 10,10%
- Jawa Timur: 9,90%
- Sulawesi Utara: 9,90%
- Kep. Bangka Belitung: 9,70%
- Kalimantan Utara: 9,20%
- Bengkulu: 9,10%
- Lampung: 8,80%
- Papua Selatan: 8,10%
- Kalimantan Timur: 7,80%
- Sumatra Barat: 6,90%
- DI Yogyakarta: 6,60%
- Kalimantan Barat: 6,20%
- Maluku Utara: 6,20%
- Sulawesi Barat: 5,30%
- Maluku: 5,20%
- Kalimantan Tengah: 4,20%
- Papua: 3,80%
- Papua Barat Daya: 3,70%
- Papua Barat: 3,30%
- Aceh: 2,90%
- Papua Tengah: 2,80%
- Papua Pegunungan: 0,10%
(Baca: Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi)













