Dominasi platform berbasis video pendek dan aplikasi pesan instan kian terlihat dalam pola konsumsi media sosial di Indonesia. Laporan Digital Indonesia 2026 dari We Are Social menunjukkan, preferensi pengguna mengarah pada platform yang menawarkan konten cepat, interaktif, sekaligus mudah diakses dalam keseharian.
Dalam hal durasi penggunaan, TikTok menempati posisi teratas dengan rata-rata waktu 1 jam 53 menit per hari. Angka ini hanya terpaut tipis dari WhatsApp yang mencatatkan 1 jam 52 menit per hari. Sementara itu, YouTube dan Facebook masih bertahan dengan durasi masing-masing 1 jam 14 menit dan 1 jam 9 menit. Adapun Instagram mencatatkan penggunaan rata-rata 43 menit per hari.
Berbeda dengan platform berbasis visual, aplikasi berbasis teks menunjukkan tingkat keterlibatan yang lebih rendah. X digunakan rata-rata 27 menit per hari, diikuti Telegram (16 menit), Discord (15 menit), dan Pinterest (10 menit).
Bahkan, sejumlah platform lain mencatat durasi di bawah 10 menit per hari, seperti LINE (9 menit), Threads (8 menit), Messenger (7 menit), Snapchat (5 menit), dan LinkedIn (4 menit). Data ini diambil pada Agustus 2025 dan merepresentasikan rata-rata waktu harian pengguna aktif Android.
Tingginya durasi penggunaan pada platform video tidak lepas dari jenis konten yang dikonsumsi. Survei pada kuartal II 2025 terhadap pengguna internet usia 16–64 tahun menunjukkan, video musik menjadi konten paling banyak ditonton dengan persentase 59,5%. Konten hiburan seperti komedi, meme, atau video viral berada di posisi berikutnya dengan 48,2%, disusul video tutorial sebesar 42,3%.
Konten lain seperti siaran langsung (35,1%), video edukasi (34,9%), dan ulasan produk (34,7%) memiliki tingkat konsumsi yang relatif berdekatan. Sementara itu, konten olahraga—baik pertandingan penuh maupun cuplikan—berada di kisaran 27% hingga 30%. Di sisi lain, video game menjadi jenis konten dengan persentase terendah, yakni 22,5%.
Kecenderungan ini memperlihatkan bahwa fungsi platform digital di Indonesia tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sumber informasi praktis. Video tutorial dan ulasan produk, misalnya, menjadi rujukan sebelum mengambil keputusan, termasuk dalam aktivitas belanja.
Fenomena tersebut semakin menguat dengan hadirnya fitur social commerce di TikTok. Platform ini memungkinkan pengguna mengakses informasi produk sekaligus melakukan transaksi dalam satu ekosistem. Kombinasi antara konten yang menarik dan insentif promosi turut mendorong tingginya intensitas penggunaan, menjadikan TikTok sebagai salah satu pusat aktivitas digital harian masyarakat Indonesia. (RK/D-1)
(Baca: Pengguna Instagram di Indonesia Oktober 2025 Menurut Usia, Didominasi Kelompok Produktif)













