Dataloka.id, Jakarta — Dua perguruan tinggi Singapura menempati empat besar dunia untuk bidang Data Science and Artificial Intelligence dalam QS World University Rankings by Subject 2026. National University of Singapore (NUS) berada di posisi ketiga, sedangkan Nanyang Technological University (NTU) menyusul di urutan keempat.
Peringkat yang dirilis QS pada 25 Maret 2026 tersebut mencakup 201 universitas. Berdasarkan daftar negara yang tersedia dalam pemeringkatan khusus ini, Indonesia belum tercantum sebagai negara asal perguruan tinggi peserta, berbeda dengan Singapura dan Malaysia.
Di tingkat dunia, Massachusetts Institute of Technology (MIT) menempati urutan pertama dengan skor keseluruhan 98. Stanford University berada di posisi kedua dengan skor 96,4, disusul NUS yang memperoleh skor 96,2.
Lima Kampus Terbaik Bidang Data Science dan AI versi QS 2026
NUS menjadi universitas terbaik dari luar Amerika Serikat dalam lima besar. Sementara itu, NTU memperoleh skor 94, hanya terpaut 0,1 poin dari Carnegie Mellon University di peringkat kelima.
| Peringkat dunia | Universitas | Negara | Skor keseluruhan |
|---|---|---|---|
| 1 | Massachusetts Institute of Technology (MIT) | Amerika Serikat | 98,0 |
| 2 | Stanford University | Amerika Serikat | 96,4 |
| 3 | National University of Singapore (NUS) | Singapura | 96,2 |
| 4 | Nanyang Technological University (NTU) | Singapura | 94,0 |
| 5 | Carnegie Mellon University | Amerika Serikat | 93,9 |
Catatan: Skor berskala 0–100. Tabel memuat lima peringkat teratas dunia, bukan daftar lengkap universitas Asia Tenggara.
Posisi NUS dan NTU memperlihatkan kuatnya persaingan perguruan tinggi Singapura di bidang komputasi berbasis data. Keduanya juga menjadi representasi Asia Tenggara di jajaran teratas dunia pada daftar lima besar tersebut.
Mengapa Indonesia belum Ada Dalam Daftar?
Laman QS untuk bidang Data Science and Artificial Intelligence 2026 tidak menyediakan Indonesia dalam pilihan negara peserta. Kondisi ini hanya berlaku untuk daftar bidang yang dimaksud, bukan berarti perguruan tinggi Indonesia tidak memiliki program studi atau kegiatan penelitian terkait kecerdasan buatan.
Peringkat bidang juga berbeda dari QS World University Rankings yang menilai performa universitas secara keseluruhan. Karena itu, posisi sebuah kampus dalam pemeringkatan global tidak otomatis sama dengan posisinya pada bidang Data Science dan AI.
Indikator yang Digunakan dalam Pemeringkatan
Pada profil peserta, QS menampilkan reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi per makalah, serta H-index sitasi sebagai indikator. Misalnya, NUS memperoleh skor reputasi akademik 99,6 dan reputasi pemberi kerja 95,8, sementara NTU memperoleh masing-masing 95,6 dan 92,4.
Bagi calon mahasiswa, pemeringkatan dapat menjadi salah satu titik awal untuk membandingkan universitas. Namun, pilihan kampus tetap perlu mempertimbangkan kurikulum, biaya pendidikan, kesempatan riset, dan tujuan karier pribadi. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Siajukan
Kampus apa yang terbaik di dunia untuk Data Science dan AI pada 2026?
MIT menempati peringkat pertama QS 2026 dengan skor keseluruhan 98,0. Stanford University berada di urutan kedua dengan skor 96,4.
Apakah ada kampus Indonesia dalam pemeringkatan ini?
Indonesia tidak tercantum dalam pilihan negara pada daftar QS Data Science and Artificial Intelligence 2026 yang memuat 201 universitas. Hal itu tidak dapat digunakan untuk menilai mutu seluruh program AI di Indonesia.
Baca: Matematika, Statistika, Data Science, atau Ilmu Komputer: Mana yang Paling Dilirik Perusahaan?

