Tekanan harga barang dan jasa di Sulawesi Utara meningkat tajam pada September 2026. Ketika inflasi nasional berada pada kisaran 3%, provinsi tersebut menghadapi kenaikan harga tahunan lebih dari dua kali lipat angka nasional.
Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 1 Oktober 2026, inflasi Sulawesi Utara mencapai 7,59% secara tahunan ( year-on-year /yoy). Angka itu tertinggi di antara seluruh provinsi Indonesia dan jauh melampaui inflasi nasional sebesar 3,28%.
Selisih inflasi Sulawesi Utara terhadap nasional mencapai 4,31 poin persentase. Indeks Harga Konsumen (IHK) provinsi tersebut berada pada level 116,58, sedangkan IHK nasional sebesar 112,31 dengan tahun dasar 2022=100.
Inflasi Sulawesi Utara melonjak pada September 2026
Inflasi tahunan Sulawesi Utara meningkat setelah sebelumnya mengalami perlambatan. Pada Juni 2026, inflasinya berada di level 3,83%, lalu turun menjadi 2,53% pada Juli sebelum melonjak ke 7,59% pada September.
| Periode | Inflasi (yoy) |
|---|---|
| September 2025 | 1,57% |
| Juni 2026 | 3,83% |
| Juli 2026 | 2,53% |
| September 2026 | 7,59% |
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Utara, Berita Resmi Statistik IHK terkait.
Dibandingkan Juli 2026, kenaikan laju inflasi mencapai 5,06 poin persentase. Apabila dibandingkan dengan September tahun sebelumnya yang sebesar 1,57%, inflasi September 2026 lebih tinggi 6,02 poin persentase.
Perubahan tahunan tersebut disertai lonjakan harga secara bulanan (month-to-month /mtm). Pada September 2026, Sulawesi Utara mengalami inflasi bulanan 3,53%, sedangkan nasional hanya 0,30%.
Dengan demikian, laju inflasi bulanan Sulawesi Utara sekitar 11,8 kali angka nasional. Padahal, pada Juli provinsi ini sempat mengalami deflasi 1,05% secara bulanan dan Agustus kembali mengalami inflasi 0,29%.
Minahasa Utara mengalami kenaikan harga bulanan tertinggi
Perbedaan tekanan harga terlihat pula antarwilayah penghitungan IHK. Data BPS Provinsi Sulawesi Utara menunjukkan inflasi bulanan tertinggi pada September terjadi di Kabupaten Minahasa Utara, yaitu 5,50%.
| Wilayah | Inflasi (mtm) |
|---|---|
| Kabupaten Minahasa Utara | 5,50% |
| Kota Kotamobagu | 3,61% |
| Kabupaten Minahasa Selatan | 3,12% |
| Kota Manado | 3,02% |
| Provinsi Sulawesi Utara | 3,53% |
| Indonesia | 0,30% |
Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Utara, tabel inflasi mtm kabupaten/kota; BPS RI.
Kota Kotamobagu mengalami inflasi bulanan 3,61%, disusul Kabupaten Minahasa Selatan 3,12% dan Kota Manado 3,02%. Kenaikan di seluruh wilayah tersebut memperlihatkan tekanan harga yang meluas, dengan intensitas yang tidak sama.
Minahasa Utara juga menjadi kabupaten/kota dengan inflasi tahunan tertinggi di Indonesia pada September 2026. Menurut BPS, inflasinya mencapai 9,05% dengan IHK sebesar 121,70.
Tekanan pangan perlu diperhatikan
Besarnya tekanan harga di Sulawesi Utara berkaitan dengan pentingnya pasokan pangan bagi konsumsi rumah tangga. Dalam Laporan Perekonomian Sulawesi Utara Agustus 2026, Bank Indonesia sebelumnya menyoroti pergerakan harga cabai rawit, bawang merah, dan daun bawang sebagai bagian dari tekanan inflasi pada triwulan II/2026.
Namun, faktor penyumbang inflasi pada triwulan II tidak boleh otomatis dianggap sebagai penyebab utama lonjakan September. Penjelasan yang tepat perlu mengacu pada andil komoditas dalam laporan IHK bulan bersangkutan.
Sebagai konteks nasional, Bank Indonesia menyebut inflasi kelompok harga bergejolak (volatile food) mencapai 1,46% secara bulanan pada September. Penyumbangnya antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, dan telur ayam ras, di tengah gangguan produksi serta kenaikan biaya input.
Perbedaan inflasi Sulawesi Utara dan nasional memperlihatkan mengapa indikator harga perlu dibaca hingga tingkat daerah. Ketika kenaikan harga secara nasional relatif lebih rendah, masyarakat di sebagian wilayah tetap dapat menghadapi tekanan biaya konsumsi yang jauh lebih besar.
Karena itu, pengendalian pasokan dan kelancaran distribusi komoditas menjadi bagian penting dari upaya stabilisasi. Perkembangan IHK berikutnya akan menunjukkan apakah tekanan yang meningkat pada September dapat mereda atau justru berlanjut.(ELS/D-1)
Baca : PHK hingga September 2026 Capai 63.789 Pekerja, 59% Berdomisili di Jawa
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













