Menyelesaikan kuliah S1 dalam delapan semester belum menjadi gambaran rata-rata nasional. Statistik Pendidikan Tinggi 2025 menunjukkan masa studi program sarjana di Indonesia mencapai rata-rata 4,1 tahun.
Durasi tersebut bahkan mencapai sedikitnya 4,5 tahun di 11 provinsi. Maluku memiliki rata-rata masa studi S1 terpanjang, yakni 4,7 tahun.
Banten, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat berada setelahnya. Rata-rata masa studi S1 di tujuh provinsi tersebut mencapai 4,6 tahun.
Sementara itu, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur memiliki rata-rata masa studi 4,5 tahun. Angka itu sekitar lima bulan lebih lama daripada rata-rata nasional.
| Peringkat | Provinsi | Masa studi |
|---|---|---|
| 1 | Maluku | 4,7 tahun |
| 2 | Banten | 4,6 tahun |
| 2 | Gorontalo | 4,6 tahun |
| 2 | Sulawesi Tengah | 4,6 tahun |
| 2 | Sulawesi Tenggara | 4,6 tahun |
| 2 | Maluku Utara | 4,6 tahun |
| 2 | Papua | 4,6 tahun |
| 2 | Papua Barat | 4,6 tahun |
| 9 | Kalimantan Utara | 4,5 tahun |
| 9 | Sulawesi Utara | 4,5 tahun |
| 9 | Nusa Tenggara Timur | 4,5 tahun |
DKI Jakarta dan Bali paling singkat
Pada sisi lain, DKI Jakarta dan Bali memiliki rata-rata masa studi S1 paling singkat, masing-masing 3,8 tahun. Jawa Barat dan Jawa Timur menyusul dengan rata-rata 3,9 tahun.
Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Nusa Tenggara Barat berada tepat pada atau di sekitar empat tahun. Perbedaan antardaerah secara keseluruhan mencapai 0,9 tahun atau hampir 11 bulan.
Rata-rata masa studi tidak hanya dipengaruhi kemampuan akademik mahasiswa. Struktur kurikulum, penyelesaian tugas akhir, kondisi ekonomi, akses pembimbing, pekerjaan mahasiswa, cuti, serta karakter program studi dapat ikut memengaruhi durasi kuliah.
Komposisi perguruan tinggi dan program studi di setiap provinsi juga tidak sama. Karena itu, perbedaan rata-rata antardaerah tidak dapat langsung dipakai sebagai peringkat kualitas perguruan tinggi.
Bukan peluang lulus tepat waktu
Angka dalam publikasi menggambarkan rata-rata masa studi lulusan menurut lokasi perguruan tinggi. Data tersebut bukan persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu dan tidak mengikuti satu angkatan sejak masuk hingga lulus.
Rata-rata juga dapat dipengaruhi oleh komposisi lulusan pada tahun tertentu. Provinsi dengan jumlah lulusan kecil atau konsentrasi program tertentu berpotensi menghasilkan rata-rata yang lebih mudah berubah.
Meski memiliki keterbatasan, data ini memberikan gambaran bahwa masa studi S1 empat tahun belum berlaku merata. Di sebagian wilayah, mahasiswa secara rata-rata membutuhkan tambahan satu hingga hampir tiga semester untuk menyelesaikan pendidikan sarjana.(NKR/D-1)
Baca : 10 Provinsi dengan Kampus Terbanyak 2025, Jawa Barat Teratas tetapi Banten Pimpin Mahasiswa Baru
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













