Dataloka.id – Pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027 yang dirilis pada 30 September 2026 memperlihatkan perbedaan kekuatan perguruan tinggi Indonesia dalam menjalin hubungan dengan dunia industri. Kampus dengan peringkat dunia lebih tinggi belum tentu memiliki skor terbaik pada indikator tersebut.
Berdasarkan pengolahan data THE WUR 2027, Universitas Indonesia (UI) menempati posisi teratas di Indonesia pada indikator Industry dengan skor 63,7. Institut Teknologi Bandung (ITB) menyusul dengan skor 60,5, diikuti Universitas Gadjah Mada (UGM) sebesar 58,5.
Hasil tersebut menarik karena ITB berada di atas UGM dalam penilaian industri, meskipun posisi keduanya berbeda cukup jauh dalam pemeringkatan dunia secara keseluruhan. UGM berada pada kelompok peringkat 801–1.000 dunia, sedangkan ITB menempati kelompok 1.401–1.600.
Sementara itu, BINUS University menjadi perguruan tinggi swasta dengan skor industri tertinggi di Indonesia. Kampus tersebut meraih skor 54,7 dan berada di urutan keempat nasional, mengungguli sejumlah perguruan tinggi negeri.
Daftar 10 Kampus Indonesia dengan Skor Industri Tertinggi THE WUR 2027
Berdasarkan data THE WUR 2027, terdapat 10 perguruan tinggi Indonesia dengan skor tertinggi pada indikator industri. Berikut urutannya berdasarkan pengolahan data 28 kampus Indonesia.
| Peringkat | Perguruan tinggi | Skor Industry |
|---|---|---|
| 1 | Universitas Indonesia (UI) | 63,7 |
| 2 | Institut Teknologi Bandung (ITB) | 60,5 |
| 3 | Universitas Gadjah Mada (UGM) | 58,5 |
| 4 | BINUS University | 54,7 |
| 5 | Universitas Sebelas Maret (UNS) | 51,8 |
| 6 | Universitas Diponegoro (Undip) | 49,0 |
| 7 | Universitas Andalas (Unand) | 46,5 |
| 8 | Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) | 46,2 |
| 9 | Universitas Brawijaya (UB) | 43,6 |
| 10 | Telkom University | 36,8 |
Sumber: Times Higher Education, World University Rankings 2027
Keunggulan UI terlihat dari selisih skornya terhadap perguruan tinggi lain. Skor industri UI lebih tinggi 3,2 poin daripada ITB dan unggul 5,2 poin dibandingkan UGM.
Di luar tiga besar, persaingan melibatkan perguruan tinggi negeri dan swasta. BINUS menempati posisi keempat dengan skor 54,7, sedangkan UNS melengkapi lima besar melalui skor 51,8.
Pada urutan berikutnya, Undip meraih skor 49,0, disusul Universitas Andalas sebesar 46,5 dan ITS sebesar 46,2. Adapun Universitas Brawijaya dan Telkom University melengkapi daftar 10 besar, masing-masing dengan skor 43,6 dan 36,8.
Posisi Universitas Andalas juga memperlihatkan perbedaan antara penilaian industri dan peringkat keseluruhan. Meskipun berada pada kelompok 1.801–2.000 dunia, perguruan tinggi asal Sumatera Barat tersebut masuk tujuh besar nasional berdasarkan skor industri.
Apa yang Dinilai dalam Indikator Industri THE WUR 2027?
Melansir metodologi resmi Times Higher Education, indikator Industry digunakan untuk menilai kemampuan perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang relevan bagi dunia usaha serta mendukung pengembangan inovasi dan teknologi.
Penilaiannya mencakup dua komponen, yakni industry income atau pendapatan penelitian dari industri dan patents atau paten yang merujuk pada hasil penelitian perguruan tinggi. Masing-masing memiliki bobot 2% sehingga kontribusi keseluruhan indikator industri mencapai 4% terhadap penilaian THE WUR 2027.
Komponen pendapatan industri mengukur kemampuan perguruan tinggi memperoleh pendanaan penelitian dari dunia usaha. Besaran pendapatan tersebut disesuaikan dengan daya beli dan jumlah staf akademik agar perbandingan antarinstitusi lebih seimbang.
Sementara itu, komponen paten menilai sejauh mana hasil penelitian perguruan tinggi digunakan sebagai rujukan dalam pengembangan teknologi. Dalam metodologi 2027, THE menggunakan data paten yang diterbitkan sepanjang 2021–2025, bukan semata-mata jumlah paten yang dimiliki kampus.
Dengan pendekatan tersebut, indikator industri memberikan gambaran tentang hubungan antara kegiatan penelitian di perguruan tinggi dan pemanfaatannya dalam pengembangan teknologi maupun kegiatan ekonomi.
Meski demikian, skor industri tidak dapat langsung diartikan sebagai besarnya peluang lulusan memperoleh pekerjaan. Penilaian tersebut tidak secara khusus mengukur tingkat penyerapan lulusan, besaran gaji alumni, ataupun jumlah mahasiswa yang direkrut perusahaan.
Perbedaan skor industri dan peringkat dunia secara keseluruhan juga menunjukkan bahwa setiap perguruan tinggi memiliki kekuatan yang tidak selalu sama. Selain industri, THE menilai lingkungan pengajaran, lingkungan penelitian, kualitas penelitian, dan jangkauan internasional.
Karena itu, skor industri dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk melihat kekuatan penelitian dan hubungan perguruan tinggi dengan dunia usaha. Namun, calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan kualitas program studi, biaya pendidikan, serta prospek lulusan sebelum menentukan pilihan kampus. (RK/D-1)
Baca: Universitas Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027, UI Teratas














Comments 1