Sekitar satu dari tiga lulusan perguruan tinggi Indonesia pada 2025 berasal dari Pendidikan Profesi Guru atau PPG. Jumlahnya mencapai 798.853 orang dari total 2.547.717 lulusan pendidikan tinggi.
Dengan demikian, PPG menyumbang sekitar 31,36 persen dari seluruh lulusan. Statistik Pendidikan Tinggi 2025 juga menyebut jumlah lulusan program tersebut meningkat 6,6 kali dibandingkan tahun sebelumnya.
Besarnya jumlah lulusan PPG membuat komposisi lulusan pendidikan tinggi pada 2025 berbeda dari pola yang lazim. Manajemen, yang biasanya berada di kelompok teratas, menghasilkan 140.132 lulusan program sarjana dan berada jauh di bawah PPG.
PPG Dominasi Program Profesi
Dominasi PPG terlihat lebih kuat apabila perbandingan dibatasi pada program profesi. Dari 917.358 lulusan program profesi, sekitar 87,08 persen berasal dari PPG.
Pendidikan Profesi Bidan berada di posisi kedua dengan 24.440 lulusan. Profesi Ners dan Pendidikan Profesi Ners menyusul dengan masing-masing 19.066 orang dan 13.394 orang.
| Peringkat | Program studi | Jumlah lulusan |
|---|---|---|
| 1 | Pendidikan Profesi Guru | 798.853 |
| 2 | Pendidikan Profesi Bidan | 24.440 |
| 3 | Profesi Ners | 19.066 |
| 4 | Pendidikan Profesi Ners | 13.394 |
| 5 | Pendidikan Profesi Guru Keagamaan | 9.207 |
| 6 | Profesi Dokter | 9.169 |
| 7 | Profesi Apoteker | 6.759 |
| 8 | Pendidikan Profesi Apoteker | 6.378 |
| 9 | Ners | 4.290 |
| 10 | Program Profesi Insinyur | 4.277 |
Sepuluh program dalam daftar tersebut menghasilkan 895.833 lulusan. Jumlah itu setara dengan 97,65 persen dari keseluruhan lulusan program profesi pada 2025.
Perbedaan penamaan seperti Profesi Ners, Pendidikan Profesi Ners, dan Ners mengikuti kategori program studi yang ditampilkan dalam publikasi PDDikti. Kategori tersebut tidak sebaiknya digabungkan tanpa pemeriksaan kode program studi dan cakupan masing-masing.
Lonjakan PPG Perlu Dibaca Hati-hati
Jumlah lulusan PPG yang sangat besar tidak otomatis menggambarkan pertumbuhan permanen mahasiswa baru. Angka lulusan dapat dipengaruhi oleh penyelesaian peserta dari kelompok tertentu, kapasitas penyelenggara, dan pelaksanaan program pada tahun yang bersangkutan.
PPG juga memiliki karakter yang berbeda dari program sarjana reguler. Program tersebut merupakan pendidikan profesi bagi calon guru atau guru yang mengikuti jalur profesi setelah memenuhi persyaratan akademik tertentu.
Karena itu, kenaikan 6,6 kali dalam satu tahun belum dapat digunakan untuk memproyeksikan jumlah lulusan pada tahun berikutnya. Perbandingan beberapa tahun diperlukan untuk mengetahui apakah lonjakan tersebut merupakan tren baru atau hanya terkonsentrasi pada 2025.
Meski demikian, data ini memperlihatkan betapa besar pengaruh PPG terhadap komposisi lulusan pendidikan tinggi Indonesia. Tanpa PPG, susunan program studi dengan lulusan terbanyak akan terlihat sangat berbeda.(NKR/D-1)
Baca : Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













