• Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page
Dataloka.id
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Dataloka.id
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Angka Kemiskinan Indonesia 8,07% atau 64,2%? Ini Bedanya

BPS melaporkan tingkat kemiskinan Indonesia 8,07% pada Maret 2026. Di sisi lain, Bank Dunia memproyeksikan 64,2% pada tahun yang sama. Keduanya memakai batas, metode, dan tujuan pengukuran yang berbeda.

Raka Maheswara by Raka Maheswara
5 September 2026
in Ekonomi
0
Angka Kemiskinan Indonesia 8,07% atau 64,2% Ini Bedanya

BPS menyebut kemiskinan Indonesia 8,07%, sedangkan Bank Dunia 64,2%. Pahami perbedaan garis, metode, dan tujuan datanya. (Sumber: Magnific/Jcomp)

589
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua angka kemiskinan Indonesia muncul dengan jarak yang lebar. Badan Pusat Statistik menyebut tingkat kemiskinan sebesar 8,07% pada Maret 2026.

Sementara itu, Bank Dunia memperkirakan 64,2% penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan negara berpendapatan menengah atas pada 2026.

Selisihnya mencapai 56,13 persen poin. Namun, perbedaan tersebut tidak serta-merta menunjukkan salah satu lembaga keliru. BPS dan Bank Dunia sedang melihat kemiskinan melalui batas, metode, tujuan, dan status data yang berlainan.

BPS melaporkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 mencapai 22,93 juta orang. Garis kemiskinan nasional berada pada Rp669.235 per kapita per bulan.

Di sisi lain, Macro Poverty Outlook Bank Dunia edisi April 2026 menyajikan tiga tingkat kemiskinan internasional untuk Indonesia.

Ukuran Kemiskinan Garis Kemiskinan Periode dan Status Data Persentase (%)
BPS Rp669.235 per kapita per bulan Maret 2026, hasil Susenas 8,07%
Bank Dunia, kemiskinan ekstrem US$3 per orang per hari, PPP 2021 Proyeksi 2026 3,6%
Bank Dunia, standar negara menengah bawah US$4,20 per orang per hari, PPP 2021 Proyeksi 2026 15,4%
Bank Dunia, standar negara menengah atas US$8,30 per orang per hari, PPP 2021 Proyeksi 2026 64,2%

Mengapa angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia berbeda jauh?

Jawaban singkatnya, kedua lembaga memasang batas kesejahteraan yang berbeda. BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar atau cost of basic needs. Seseorang dikategorikan miskin apabila rata-rata pengeluaran rumah tangganya berada di bawah nilai minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan.

Komponen makanan disusun berdasarkan kebutuhan minimal 2.100 kilokalori per orang per hari. Komponen bukan makanan meliputi kebutuhan tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, pakaian, dan transportasi.

Garis tersebut juga dibedakan menurut provinsi serta wilayah perkotaan dan perdesaan. Karena itu, ukuran BPS dirancang untuk menggambarkan kebutuhan dasar dalam konteks Indonesia dan menjadi acuan kebijakan kemiskinan nasional.

Bank Dunia memiliki tujuan lain. Garis kemiskinan internasional dipakai untuk membandingkan tingkat kesejahteraan antarnegara dengan ukuran yang relatif seragam.

Ambang US$3 menggambarkan standar yang lazim digunakan negara berpendapatan rendah. Adapun US$4,20 dan US$8,30 mewakili garis kemiskinan yang tipikal di negara berpendapatan menengah bawah dan menengah atas.

Indonesia masuk kelompok negara berpendapatan menengah atas sejak 2023. Karena itu, ukuran US$8,30 mendapat perhatian lebih besar ketika kemampuan ekonomi penduduk Indonesia dibandingkan dengan standar negara-negara dalam kelompok tersebut.

Apakah US$8,30 dihitung memakai kurs rupiah harian?

Tidak. Angka itu menggunakan paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP), bukan kurs pasar.

PPP menyesuaikan perbedaan harga dan daya beli antarnegara. Dengan demikian, US$8,30 tidak dapat langsung dikalikan dengan kurs rupiah, lalu dikalikan 30 hari.

Ketika memperkenalkan garis kemiskinan baru pada Juni 2025, Bank Dunia memberikan ilustrasi bahwa US$8,30 PPP setara dengan sekitar Rp1,512 juta per orang per bulan setelah memperhitungkan biaya hidup di Indonesia. Nilai tersebut merupakan ilustrasi PPP ketika ambang diperkenalkan, bukan konversi kurs untuk 2026.

Karena batasnya jauh lebih tinggi daripada garis kebutuhan dasar BPS, jumlah penduduk yang masuk kategori di bawah US$8,30 juga jauh lebih besar.

Apakah BPS dan Bank Dunia memakai sumber data berbeda?

Tidak sepenuhnya. Keduanya memakai Susenas sebagai sumber utama informasi pengeluaran rumah tangga Indonesia.

Perbedaannya terletak pada cara data tersebut diolah. Bank Dunia melakukan penyesuaian harga antarwaktu, perbedaan biaya hidup antardaerah, dan daya beli antarnegara. BPS membentuk garis kemiskinan menurut pola konsumsi serta harga di perkotaan dan perdesaan pada setiap provinsi.

Perbedaan ini sudah terlihat ketika periode datanya disejajarkan. Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan BPS sebesar 8,47%. Dengan data 2025, Bank Dunia menghasilkan angka 65,2% pada garis US$8,30 PPP.

Dengan kata lain, sumber surveinya dapat sama, tetapi hasil akhirnya berbeda karena garis dan metode yang diterapkan tidak sama.

Mengapa status data 2026 juga perlu diperhatikan?

Angka BPS sebesar 8,07% merupakan hasil pengukuran Susenas Maret 2026 yang diumumkan pada Agustus 2026.

Sebaliknya, angka Bank Dunia sebesar 64,2% merupakan proyeksi yang diterbitkan pada April 2026. Proyeksi itu menggunakan data Susenas 2025, lalu dikembangkan berdasarkan pertumbuhan ekonomi per kapita dan asumsi perubahan konsumsi rumah tangga.

Oleh sebab itu, selisih 56,13 persen tidak boleh diperlakukan sebagai perbandingan dua hasil survei yang dilakukan pada waktu bersamaan.

Jadi, angka kemiskinan mana yang benar?

Keduanya dapat digunakan, sepanjang sesuai dengan pertanyaan yang hendak dijawab.

Untuk mengetahui jumlah penduduk miskin menurut definisi resmi nasional, menyusun target pemerintah, dan mengevaluasi program penanggulangan kemiskinan, angka BPS merupakan rujukan utama.

Untuk membandingkan Indonesia dengan negara lain atau mengukur jarak penduduk dari standar hidup negara berpendapatan menengah atas, garis internasional Bank Dunia lebih sesuai.

Bank Dunia juga menegaskan bahwa garis kemiskinan nasional tetap menjadi ukuran yang paling relevan bagi pembahasan kebijakan di dalam negeri. Garis internasional ditujukan terutama untuk pemantauan global.

Apakah 64,2% penduduk Indonesia tergolong miskin ekstrem?

Tidak. Angka 64,2% merujuk pada penduduk yang diproyeksikan hidup di bawah garis US$8,30 PPP per hari.

Pada garis kemiskinan ekstrem US$3 PPP per hari, proyeksi Bank Dunia untuk Indonesia pada 2026 hanya 3,6%. Pada ambang negara berpendapatan menengah bawah sebesar US$4,20, angkanya 15,4%.

Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa tingkat kemiskinan sangat bergantung pada batas yang digunakan. Angka 64,2% lebih tepat dibaca sebagai besarnya penduduk yang belum mencapai standar konsumsi tipikal negara berpendapatan menengah atas.

Di sisi lain, berada di atas garis kemiskinan BPS juga tidak otomatis berarti sejahtera. Sebagian penduduk masih dapat berada tidak jauh dari garis kemiskinan dan rentan kembali jatuh akibat kehilangan pekerjaan, kenaikan harga, penyakit, atau guncangan ekonomi.

Pada akhirnya, angka BPS dan Bank Dunia tidak perlu dipertentangkan. Keduanya memperlihatkan lapisan persoalan yang berbeda: kemiskinan berdasarkan kebutuhan dasar nasional dan jarak kesejahteraan Indonesia dari standar internasional yang lebih tinggi. (RK/D-1)

Baca: 81 Tahun Merdeka, Jumlah Penduduk Indonesia 2026 Capai 290,12 Juta Jiwa

Source: BPS & Bank Dunia
Tags: ekonomiIndonesiakemiskinanMiskin
Previous Post

10 Kampus Indonesia dengan Jaringan Riset Internasional Terbaik Versi QS WUR 2027, Unair Teratas

Next Post

5 Universitas Jurusan Teknik Kimia Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Memimpin

Raka Maheswara

Raka Maheswara

Editor di Dataloka.id - Bergabung sejak 21 Agustus 2024. Pencinta jurnalisme data yang senang mengolah angka menjadi narasi bermakna.

Next Post
5 Universitas Jurusan Teknik Kimia Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Memimpin

5 Universitas Jurusan Teknik Kimia Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, ITB Memimpin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Kekuatan dan Kelemahan 10 Kampus Terbaik Indonesia di THE WUR 2027
  • 10 Kampus Indonesia dengan Skor THE WUR 2027 Paling Seimbang, Unsri Teratas
  • Unair vs UI, Siapa Kampus Paling Internasional Versi THE WUR 2027?
  • TKA 2026 Mulai 26 Oktober, Durasi Matematika Naik Jadi 75 Menit
  • Daftar Gaji Data Analyst di Indonesia 2026, Jakarta Timur Tertinggi

Recent Comments

  1. Inflasi Sulut Tembus 7,59 Persen, Tertinggi se-Indonesia; Cabai, Tomat, dan Ikan Tude Jadi Pemicu - LENSA-INDO.COM on Inflasi Sulawesi Utara Tertinggi di Indonesia pada September 2026, Capai 7,59%
  2. UI dan UIN Sunan Kalijaga, Beda Kekuatan di THE WUR 2027 – Dataloka.id on 10 Kampus Indonesia dengan Skor Industri Tertinggi THE WUR 2027, UI Teratas
  3. Di 11 Provinsi, Rata-Rata Kuliah S1 Memakan Waktu 4,5 Tahun atau Lebih – Dataloka.id on 10 Provinsi dengan Kampus Terbanyak 2025, Jawa Barat Teratas tetapi Banten Pimpin Mahasiswa Baru
  4. Satu dari Tiga Lulusan Perguruan Tinggi 2025 Berasal dari PPG – Dataloka.id on Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa
  5. Sekolah Tinggi Hampir Separuh Kampus Indonesia, tetapi Hanya Tampung 8,69% Mahasiswa – Dataloka.id on Jumlah Mahasiswa Baru Indonesia Capai 2,16 Juta pada 2025, Banten Terbanyak

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Infografik
  • Politik
  • Uncategorized
  • Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Hubungi Kami
  • Iklan
  • Karier
  • Pedoman Pemberitaan
  • Sample Page
  • Tentang Kami
  • Tim Kami
  • Visualizer Demo Page

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.