Berdasarkan survei KedaiKOPI, alasan masayarat mudik tiap tahun masih didominasi oleh faktor kekeluargaan. Sebanyak 85,1% responden di Indonesia menyatakan akan melakukan mudik pada Lebaran 2026, dan mayoritas di antaranya menjadikan tradisi ini sebagai rutinitas tahunan.
Hasil survei menunjukkan, alasan terbesar masyarakat mudik adalah untuk berkumpul dengan orangtua atau keluarga. Sebanyak 96% responden menyebut faktor ini sebagai pendorong utama mereka pulang ke kampung halaman.
Selain itu, 60,7% responden mengaku mudik untuk beristirahat atau berlibur di kampung halaman. Sementara itu, 51,7% lainnya menjadikan mudik sebagai bagian dari ibadah, khususnya dalam mempererat silaturahmi saat Hari Raya Idulfitri.
Alasan lain yang juga cukup dominan adalah berziarah ke makam keluarga, yang disebutkan oleh 45,6% responden. Kemudian, 32,9% responden memanfaatkan momentum mudik sekaligus untuk berwisata di daerah tujuan.
Tidak hanya itu, terdapat 27,3% responden yang menyatakan mudik sebagai kesempatan untuk berbagi rezeki dengan keluarga di kampung halaman. Adapun 10,1% responden lainnya mengaku mudik untuk mengenal lebih dekat budaya dan tradisi daerah asal.
Di sisi lain, survei juga mencatat 14,9% responden tidak melakukan mudik pada Lebaran 2026. Faktor ekonomi menjadi alasan utama, dengan 42% responden menyebut kondisi keuangan yang belum stabil sebagai penyebabnya.
Selain itu, 29,3% responden tidak mudik karena tidak memiliki kampung halaman. Sebanyak 16,6% memilih berlibur ke destinasi lain, sementara 14,6% tidak mudik karena sudah tidak memiliki keluarga yang dapat dikunjungi di daerah asal.
Adapun alasan lain yang juga muncul adalah keluarga di kampung yang justru datang ke tempat tinggal responden serta pekerjaan atau usaha yang tidak bisa ditinggalkan, masing-masing sebesar 14%.
Sebagian kecil responden, yakni 6,4%, tidak mudik karena tidak memperoleh akses program mudik gratis dari pemerintah. Sementara itu, 1,8% responden memiliki alasan lainnya, seperti sudah berada di kampung halaman sebelum Ramadan.
Survei ini dilakukan pada 26 Februari hingga 7 Maret 2026 terhadap 1.053 responden berusia 17–55 tahun di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui kuesioner yang disebarkan melalui internet. (RK/D-1)
(Baca: Jumlah Penduduk Indonesia Semester II 2025 Capai 288,31 Juta Jiwa)













