Penjualan BYD di Indonesia 2025 menunjukkan dinamika yang tajam sepanjang tahun, dengan tren yang sempat melambat sebelum akhirnya melonjak pada kuartal akhir. Berdasarkan data Gaikindo, total penjualan BYD sepanjang Januari hingga Desember mencapai 46.711 unit.
Secara umum, tren penjualan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan meningkat di awal tahun, kemudian melemah di pertengahan tahun, sebelum akhirnya melonjak drastis menjelang akhir tahun.
Pada kuartal pertama, penjualan meningkat pesat dari 1.114 unit pada Januari menjadi 3.205 unit pada Maret, atau tumbuh 129,09% secara bulanan.
Memasuki kuartal kedua, tren mulai melandai. Penjualan masih tumbuh pada April menjadi 3.496 unit, tetapi kemudian berbalik turun pada Mei dan Juni masing-masing sebesar -19,94% dan -25,72%.
Pelemahan ini berlanjut hingga September, bahkan mencatat penurunan terdalam sebesar -57,53% menjadi hanya 1.088 unit, sekaligus menjadi titik terendah sepanjang tahun.
Namun, kondisi berbalik drastis pada Oktober. Penjualan melonjak tajam menjadi 10.593 unit atau naik 873,62% dibanding bulan sebelumnya. Lonjakan ini menjadi titik tertinggi sekaligus rebound terbesar dalam periode pengamatan.
Meski setelah itu terjadi koreksi pada November dan Desember, dengan penurunan masing-masing -10,50% dan -30,81%, level penjualan tetap berada jauh di atas rata-rata semester pertama.
Dari sisi model, kontribusi terbesar terhadap penjualan BYD di Indonesia 2025 datang dari Atto 1. Varian Atto 1 Dynamic Standard Range mencatat penjualan tertinggi sebanyak 13.000 unit atau berkontribusi 27,83% dari total penjualan. Disusul olehh Atto 1 Premium Extended Range dengan 9.582 unit.
Model lain yang turut menopang kinerja penjualan adalah Sealion 7 Premium dengan 6.113 unit, serta lini M6 yang terdiri dari beberapa varian dengan total penjualan signifikan, yakni M6 Standard (4.509 unit), M6 Superior Captain (3.136 unit), dan M6 Superior (3.037 unit).
Sementara itu, model lain mencatat kontribusi yang relatif lebih kecil. Sealion 7 Performance terjual 2.289 unit, disusul Atto 3 Advanced Standard Range sebanyak 2.103 unit dan Atto 3 Superior Extended Range sebanyak 888 unit. Adapun Seal Premium Extended Range membukukan penjualan 741 unit sepanjang 2025.
Dengan komposisi tersebut, terlihat bahwa strategi BYD di Indonesia pada 2025 bertumpu pada model entry hingga mid-range, khususnya Atto 1, yang mampu menjangkau pasar lebih luas. Di sisi lain, lonjakan penjualan pada Oktober mengindikasikan adanya momentum pasar yang kuat, baik dari sisi permintaan maupun distribusi, yang menjadi penentu kinerja tahunan. (RK/D-1)
Baca: Mobil Listrik Terlaris Januari-Mei 2026: BYD Kuasai Pasar, Jaecoo Tempel Ketat













