Penjualan BYD semester I 2026 mencapai 23.257 unit berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo. Jumlah tersebut meningkat 65,04% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 14.092 unit.
Secara nominal, penjualan produsen kendaraan listrik asal China itu bertambah 9.165 unit dalam setahun. Pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah pergerakan penjualan bulanan yang cukup berfluktuasi sepanjang Januari-Juni 2026.
BYD mengawali tahun dengan penjualan sebanyak 4.879 unit pada Januari. Angkanya kemudian turun 4,63% menjadi 4.653 unit pada Februari, sebelum kembali menyusut 36,79% menjadi 2.941 unit pada Maret.
Penjualan mulai pulih pada April dengan kenaikan 57,26% menjadi 4.625 unit. Namun, tren tersebut tidak berlanjut pada Mei karena penjualan BYD merosot 80,65% menjadi 895 unit, sekaligus menjadi posisi terendah selama semester I 2026.
Setelah penurunan tajam tersebut, penjualan BYD melonjak menjadi 5.264 unit pada Juni. Jumlah itu meningkat 488,16% dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi penjualan bulanan tertinggi sepanjang enam bulan pertama 2026.
Dilihat berdasarkan model, Atto 1 menjadi kendaraan BYD terlaris dengan penjualan sebanyak 10.116 unit. Model tersebut menyumbang sekitar 43,50% terhadap keseluruhan penjualan BYD pada semester I 2026.
Posisi berikutnya ditempati BYD M6 dengan penjualan 7.669 unit atau berkontribusi sekitar 32,98%. Sementara itu, Sealion berada di urutan ketiga dengan penjualan 4.156 unit atau setara 17,87%.
Dengan demikian, Atto 1, M6, dan Sealion secara bersama-sama menyumbang sekitar 94,34% dari total penjualan BYD. Dominasi ketiga model tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan penjualan BYD masih terkonsentrasi pada sejumlah produk utama.
Adapun Atto 3 terjual sebanyak 720 unit, diikuti Seal sebanyak 257 unit dan Dynamic 194 unit. E6 berada di urutan terakhir dengan penjualan sebanyak 145 unit selama semester I 2026. (RK/D-1)
Baca: Penjualan BYD di Indonesia 2025 Tembus 46.711 Unit, Atto 1 Jadi Tulang Punggung













