Data kabupaten kota pemain judi online terbanyak 2025 menunjukkan Kabupaten Bogor berada di posisi pertama dengan 103.092 pemain. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), jumlah itu merupakan yang tertinggi di antara 10 kabupaten dan kota dalam daftar.
Meski memiliki jumlah pemain terbanyak, Kabupaten Bogor bukan daerah dengan nilai deposit terbesar. Total deposit pemain di wilayah tersebut mencapai Rp414,4 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,9 juta kali.
Posisi kedua ditempati Kota Jakarta Barat dengan 89.320 pemain. Namun, wilayah ini justru mencatatkan nilai deposit tertinggi, yakni Rp600,6 miliar. Frekuensi transaksinya juga menjadi yang terbesar dalam daftar, mencapai 3,2 juta kali.
Kota Jakarta Timur menyusul di peringkat ketiga dengan 81.750 pemain. Nilai deposit di daerah tersebut mencapai Rp425,9 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,7 juta kali.
Sementara itu, Kota Bandung berada di posisi keempat dengan 80.549 pemain. Para pemain di ibu kota Jawa Barat itu melakukan deposit senilai Rp341,7 miliar melalui 2,5 juta transaksi.
Kabupaten Tangerang melengkapi lima besar dengan 75.857 pemain. Nilai depositnya tercatat Rp364,7 miliar, sedangkan frekuensi transaksi mencapai 2,3 juta kali.
Pada peringkat berikutnya, Kota Jakarta Selatan memiliki 65.388 pemain dengan deposit Rp324,2 miliar. Frekuensi transaksinya sama dengan Kabupaten Tangerang, yaitu sebanyak 2,3 juta kali.
Kabupaten Bandung berada di urutan ketujuh dengan 64.135 pemain. Meski jumlah pemainnya masih di atas 60.000 orang, nilai deposit dan frekuensi transaksinya menjadi yang terendah dalam daftar, masing-masing Rp208,6 miliar dan 1,5 juta kali.
Selanjutnya, Kota Bekasi memiliki 60.725 pemain dengan nilai deposit Rp328,7 miliar dan frekuensi transaksi sebanyak 2 juta kali. Adapun Kota Jakarta Utara mencatatkan 56.720 pemain, deposit Rp359,3 miliar, serta frekuensi transaksi 1,96 juta kali.
Kota Tangerang menempati posisi kesepuluh dengan 56.018 pemain. Nilai deposit di wilayah tersebut mencapai Rp340,2 miliar dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,91 juta kali.
Secara keseluruhan, 10 daerah dalam daftar tersebut memiliki sekitar 733.554 pemain. Akumulasi nilai depositnya mencapai Rp3,71 triliun dengan frekuensi transaksi sekitar 23,27 juta kali.
Sebaran wilayah juga memperlihatkan bahwa daftar tersebut terkonsentrasi di tiga provinsi. Jawa Barat dan DKI Jakarta masing-masing menyumbang empat kabupaten atau kota, sedangkan dua daerah lainnya berada di Banten. (RK/D-1)
Baca: Perputaran Uang Judi Online 2025 Turun setelah 7 Tahun Berturut-turut Meningkat













