Produksi kopi dunia diperkirakan terus bertumbuh pada musim 2025/2026. Data Departemen Pertanian Amerika Serikat atau United States Department of Agriculture (USDA) menunjukkan produksi kopi global diproyeksikan mencapai 178,85 juta kantong berukuran 60 kilogram.
Jumlah tersebut meningkat 2,01% dibandingkan musim sebelumnya yang tercatat sebesar 175,32 juta kantong. Kenaikan ini mencerminkan masih kuatnya pasokan kopi dari sejumlah negara produsen utama.
Berdasarkan proyeksi USDA, Brasil tetap menjadi negara penghasil kopi terbesar di dunia pada musim 2025/2026. Negara Amerika Selatan itu diperkirakan memproduksi 63 juta kantong kopi atau sekitar 35% dari total produksi global.
Vietnam menempati posisi kedua dengan produksi mencapai 30,8 juta kantong. Dengan capaian tersebut, negara di kawasan Asia Tenggara itu menyumbang sekitar 17% terhadap produksi kopi dunia.
Di peringkat berikutnya terdapat Kolombia yang diproyeksikan menghasilkan 13,8 juta kantong kopi. Sementara itu, Indonesia berada di urutan keempat dengan produksi sekitar 12,45 juta kantong atau setara 7% dari total produksi global.
Ethiopia menempati posisi kelima dalam daftar negara penghasil kopi terbesar di dunia pada 2025/2026. Produksi kopi negara tersebut diperkirakan mencapai 11,56 juta kantong atau sekitar 6% dari total produksi dunia.
Selanjutnya, Uganda diproyeksikan menghasilkan 6,88 juta kantong kopi. Adapun India diperkirakan memproduksi 6,05 juta kantong pada periode yang sama.
Honduras dan Peru juga masuk dalam jajaran produsen kopi terbesar dunia. Produksi kopi Honduras diperkirakan mencapai 5,8 juta kantong, sedangkan Peru sekitar 4,2 juta kantong.
Sementara itu, Meksiko melengkapi daftar 10 besar negara penghasil kopi terbesar di dunia pada musim 2025/2026. Negara tersebut diproyeksikan menghasilkan 3,9 juta kantong kopi atau sekitar 2% dari total produksi global. (RK/D-1)
Baca: 10 Negara Tujuan Utama Ekspor Kopi Indonesia Semester I 2025, Amerika Serikat Jadi Pasar Terbesar













