Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

Delapan jurusan ITB memiliki median gaji alumni minimal Rp10 juta. Jika dibandingkan lewat peminat 2025 dan daya tampung SNBT 2026, rumpun FTI-SP yang menaungi Teknik Kimia memiliki rasio persaingan paling rendah.

by Nouvan
9 October 2026
in Humaniora
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus

Delapan program studi ITB memiliki median penghasilan alumni minimal Rp10 juta per bulan, tetapi tingkat persaingan rumpun penerimaannya melalui SNBT berbeda cukup lebar. (Sumber foto: ITB)

Share on FacebookShare on Twitter

Dataloka.id — Gaji tinggi kerap menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa ketika memilih jurusan. Namun, program studi dengan prospek penghasilan menarik belum tentu memiliki tingkat persaingan masuk yang sama.

Tracer Study ITB 2025 menunjukkan ada delapan program studi dengan median penghasilan alumni yang bekerja minimal Rp10 juta per bulan. Teknik Perminyakan berada di posisi teratas dengan median Rp13 juta, disusul Teknik Telekomunikasi Rp12,5 juta dan Teknik Kimia Rp12 juta.

READ ALSO

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

Teknik Informatika memiliki median Rp11,04 juta, sedangkan Teknik Elektro Rp11 juta. Sistem dan Teknologi Informasi berada di Rp10,4 juta, Teknik Pertambangan Rp10,125 juta, dan Teknik Metalurgi tepat Rp10 juta per bulan.

Menariknya, delapan jurusan tersebut hanya tersebar dalam empat rumpun penerimaan ITB melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), yakni FTTM, STEI-Komputasi, STEI-Rekayasa, serta FTI-Sistem dan Proses. Dari empat rumpun itu, FTI-SP menjadi yang paling longgar jika dibandingkan menggunakan peminat 2025 dan daya tampung SNBT 2026.

Teknik Kimia Rp12 Juta, Rumpunnya Paling Longgar

Teknik Kimia merupakan satu-satunya jurusan bergaji minimal Rp10 juta dalam kelompok FTI-Sistem dan Proses atau FTI-SP. Median penghasilan alumninya mencapai Rp12 juta per bulan berdasarkan Tracer Study ITB 2025.

Data SNPMB menunjukkan FTI-SP memiliki 1.485 peminat pada SNBT 2025. Daya tampung SNBT 2026 mencapai 105 kursi.

Perbandingan tersebut menghasilkan sekitar 14,14 peminat untuk setiap kursi. Angka ini menjadi rasio terendah di antara empat rumpun yang menaungi seluruh jurusan ITB dengan median gaji minimal Rp10 juta.

Berikut Perbandingannya

Rumpun SNBT ITB Jurusan Bergaji ≥ Rp10 Juta Median Gaji Peminat 2025 Daya Tampung 2026 Peminat per Kursi
FTI-Sistem dan Proses Teknik Kimia Rp12 juta 1.485 105 14,14
STEI-Rekayasa Teknik Telekomunikasi; Teknik Elektro Rp12,5 juta; Rp11 juta 1.802 75 24,03
FTTM Teknik Perminyakan; Teknik Pertambangan; Teknik Metalurgi Rp13 juta; Rp10,125 juta; Rp10 juta 4.975 115 43,26
STEI-Komputasi Teknik Informatika; Sistem dan Teknologi Informasi Rp11,04 juta; Rp10,4 juta 3.526 67 52,63

Sumber: Satu Data ITB dan SNPMB, diolah Dataloka.id.

Rasio pada tabel bukan tingkat kelulusan aktual SNBT 2026. SNPMB menampilkan peminat tahun sebelumnya sebagai data historis yang disandingkan dengan daya tampung tahun berikutnya, sehingga angka tersebut digunakan sebagai indikator tingkat persaingan, bukan acceptance rate resmi.

STEI-Rekayasa sekitar 24 Peminat per Kursi

Posisi berikutnya ditempati STEI-Rekayasa atau STEI-R. Rumpun ini menaungi dua jurusan dengan median penghasilan di atas Rp10 juta, yakni Teknik Telekomunikasi dan Teknik Elektro.

Teknik Telekomunikasi memiliki median penghasilan Rp12,5 juta per bulan. Nilainya menjadi yang tertinggi kedua di ITB, hanya di bawah Teknik Perminyakan.

Teknik Elektro berada di Rp11 juta per bulan. Dengan demikian, STEI-R memiliki dua program dengan median penghasilan relatif tinggi sekaligus rasio persaingan yang lebih rendah dibandingkan FTTM dan STEI-Komputasi.

Peminat STEI-R pada SNBT 2025 sebanyak 1.802 orang. Dengan daya tampung SNBT 2026 sebanyak 75 kursi, terdapat sekitar 24,03 peminat per kursi.

Gaji Tertinggi justru Berada di Rumpun yang Jauh Lebih Ketat

Teknik Perminyakan mempunyai median penghasilan tertinggi dalam Tracer Study ITB 2025, yakni Rp13 juta per bulan. Program ini berada di Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan atau FTTM.

FTTM juga menaungi Teknik Pertambangan dengan median penghasilan Rp10,125 juta dan Teknik Metalurgi Rp10 juta. Artinya, tiga dari delapan jurusan bergaji minimal Rp10 juta berada dalam satu pintu masuk yang sama.

Namun, persaingannya jauh lebih tinggi dibandingkan FTI-SP dan STEI-R. FTTM memiliki 4.975 peminat pada SNBT 2025 dengan daya tampung 115 kursi pada 2026.

Rasionya sekitar 43,26 peminat per kursi. Dengan kata lain, indikator persaingannya lebih dari tiga kali rasio FTI-SP meski sama-sama menaungi jurusan dengan median penghasilan tinggi.

Informatika dan STI Ada di Rumpun Paling Ketat

Persaingan paling tinggi dalam kelompok ini terdapat pada STEI-Komputasi atau STEI-K. Rumpun tersebut menaungi Teknik Informatika serta Sistem dan Teknologi Informasi.

Median penghasilan alumni Teknik Informatika mencapai Rp11,04 juta per bulan. Sementara itu, Sistem dan Teknologi Informasi memiliki median Rp10,4 juta.

STEI-K memperoleh 3.526 peminat pada SNBT 2025. Daya tampung SNBT 2026 hanya 67 kursi, sehingga rasio sederhananya mencapai sekitar 52,63 peminat per kursi.

Angka itu sekitar 3,7 kali lebih tinggi dibandingkan FTI-SP. Jika hanya menggunakan rasio peminat historis terhadap kursi, STEI-K menjadi pintu paling ketat di antara rumpun yang menaungi delapan jurusan dengan median gaji minimal Rp10 juta.

Mengapa Data Masuknya Pakai Rumpun, bukan Jurusan?

Sistem penerimaan ITB berbeda dengan banyak perguruan tinggi lain. Pada SNBT, calon mahasiswa pada umumnya memilih fakultas, sekolah, atau rumpun keilmuan, bukan langsung program studi individual.

Karena itu, tidak tepat menyebut Teknik Kimia memiliki 1.485 peminat atau Teknik Informatika memiliki 3.526 peminat. Angka tersebut merupakan peminat rumpun yang menaungi beberapa program studi.

FTI-SP, misalnya, tidak hanya menaungi Teknik Kimia. Rumpun tersebut juga mencakup Teknik Fisika, Teknik Pangan, serta Teknik Bioenergi dan Kemurgi.

Hal serupa berlaku pada STEI-R, FTTM, dan STEI-K. Rasio dalam tulisan ini karena itu menggambarkan tingkat persaingan pintu masuk menuju rumpun tempat jurusan bergaji tinggi berada, bukan peluang pasti untuk mendapatkan program studi tersebut setelah diterima di ITB.

Delapan Jurusan dengan Gaji Minimal Rp10 Juta

Tracer Study ITB 2025 menyasar alumni sarjana angkatan 2018. Dari 3.664 alumni yang menjadi sasaran survei, sebanyak 3.274 orang berpartisipasi atau sekitar 90 persen.

Median penghasilan seluruh alumni yang bekerja mencapai Rp8,3 juta per bulan. Delapan program studi berada di atas atau sama dengan Rp10 juta.

Peringkat Program Studi Median Penghasilan per Bulan Responden Bekerja
1 Teknik Perminyakan Rp13.000.000 71
2 Teknik Telekomunikasi Rp12.500.000 26
3 Teknik Kimia Rp12.000.000 100
4 Teknik Informatika Rp11.040.000 78
5 Teknik Elektro Rp11.000.000 51
6 Sistem dan Teknologi Informasi Rp10.400.000 32
7 Teknik Pertambangan Rp10.125.000 70
8 Teknik Metalurgi Rp10.000.000 52

Sumber: Tracer Study ITB 2025.

Median tidak berarti setiap lulusan memperoleh penghasilan yang sama. Angka tersebut merupakan nilai tengah penghasilan responden yang bekerja pada saat survei dilakukan.

Penghasilan juga dapat dipengaruhi jenis perusahaan, posisi, lokasi kerja, pengalaman, dan sektor industri. Karena itu, angka gaji sebaiknya digunakan sebagai gambaran outcome alumni, bukan jaminan gaji awal setiap lulusan.

Jadi, Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta Mana yang Paling Mudah Ditembus?

Jika ukuran yang digunakan adalah perbandingan peminat SNBT 2025 dengan daya tampung 2026, FTI-SP menjadi rumpun dengan indikasi persaingan paling rendah. Rumpun yang menaungi Teknik Kimia itu memiliki sekitar 14 peminat per kursi.

STEI-R berada setelahnya dengan sekitar 24 peminat per kursi. Rumpun ini menaungi Teknik Telekomunikasi dan Teknik Elektro yang masing-masing memiliki median penghasilan Rp12,5 juta dan Rp11 juta per bulan.

Sebaliknya, FTTM memiliki sekitar 43 peminat per kursi dan STEI-K sekitar 53 peminat per kursi. Artinya, jurusan dengan median gaji paling tinggi tidak otomatis berada pada pintu masuk yang paling longgar.

Bagi calon mahasiswa, data tersebut dapat dipakai sebagai salah satu bahan pertimbangan. Pilihan jurusan tetap perlu mempertimbangkan minat akademik, kemampuan, kurikulum, biaya, peluang karier, serta mekanisme penempatan program studi di ITB. (NKR/D-1)

Baca: Jurusan Bergaji Tinggi di ITB, Seberapa Sulit Masuk lewat SNBT?

Source: ITB
Tags: AlumniGajiITBJurusanKampusKuliahSNBTTeknik

Related Posts

UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9

8 October 2026
PTN Paling Diminati SNBT 2026, Apakah juga Paling Dilirik Perusahaan
Humaniora

PTN Paling Diminati SNBT 2026, Apakah juga Paling Dilirik Perusahaan?

8 October 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

Kampus Terbaik di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, dan Bali versi QS Asia 2026

8 October 2026
10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 20252026, Jawa Barat Teratas
Humaniora

10 Provinsi dengan Peserta Paket C Terbanyak 2025/2026, Jawa Barat Teratas

8 October 2026
10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9
Humaniora

10 Jurusan Kedokteran dengan Persaingan SNBT Terendah, Ada yang Sekitar 1 Banding 9

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.