Dataloka.id — Teknik Perminyakan berada di posisi teratas berdasarkan median penghasilan alumni dalam Tracer Study Sarjana ITB 2025. Median penghasilannya sekitar Rp13 juta per bulan, disusul Teknik Telekomunikasi Rp12,5 juta dan Teknik Kimia Rp12 juta.
Namun, pertanyaan jurusan mana yang paling cepat memperoleh pekerjaan tidak dapat dijawab dengan tabel yang sama. Laporan publik yang digunakan menyediakan rata-rata masa tunggu ITB secara agregat sekitar 2,11 bulan, tetapi tidak menampilkan ukuran masa tunggu yang setara untuk 10 program studi berikut.
Karena itu, artikel ini tidak membuat ranking “paling cepat kerja” berdasarkan asumsi. Data gaji dapat dibandingkan di level prodi, sedangkan masa tunggu dipakai sebagai konteks hasil lulusan ITB secara keseluruhan.
10 Prodi ITB dengan Median Penghasilan Tinggi
| Peringkat | Program studi | Median penghasilan/bulan |
|---|---|---|
| 1 | Teknik Perminyakan | Rp13 juta |
| 2 | Teknik Telekomunikasi | Rp12,5 juta |
| 3 | Teknik Kimia | Rp12 juta |
| 4 | Teknik Informatika | Rp11,04 juta |
| 5 | Teknik Elektro | Rp11 juta |
| 6 | Sistem dan Teknologi Informasi | Rp10,4 juta |
| 7 | Teknik Mesin | Rp9,45 juta |
| 8 | Teknik Metalurgi | Rp9,2 juta |
| 9 | Teknik Industri | Rp8,62 juta |
| 10 | Aktuaria | Rp8 juta |
Catatan: Responden Tracer Study Sarjana ITB 2025 berasal dari alumni sarjana angkatan 2018. Angka merupakan median penghasilan responden yang bekerja dan bukan jaminan gaji awal lulusan baru.
Perminyakan Berada Paling Atas
Teknik Perminyakan memiliki median penghasilan sekitar Rp13 juta per bulan. Nominal tersebut menjadi yang tertinggi di antara program studi yang ditampilkan dalam kompilasi.
Posisi berikutnya ditempati Teknik Telekomunikasi sebesar Rp12,5 juta dan Teknik Kimia Rp12 juta. Ketiganya menunjukkan bahwa rumpun energi, telekomunikasi, dan industri proses menghasilkan median yang relatif tinggi pada kelompok alumni yang disurvei.
Namun, median tidak menggambarkan seluruh distribusi penghasilan. Sebagian alumni dapat memperoleh pendapatan lebih rendah atau jauh lebih tinggi daripada angka tengah tersebut.
Informatika dan Elektro Sama-sama di Atas Rp11 Juta
Teknik Informatika memiliki median sekitar Rp11,04 juta per bulan, sedangkan Teknik Elektro Rp11 juta. Sistem dan Teknologi Informasi menyusul dengan sekitar Rp10,4 juta.
Tiga program tersebut memperlihatkan kuatnya kelompok teknologi digital dan elektro dalam data penghasilan. Meski begitu, jenis perusahaan, lokasi, fungsi pekerjaan, dan pengalaman individu tetap dapat menghasilkan perbedaan yang besar.
Perusahaan multinasional juga cenderung memberikan kompensasi lebih tinggi dalam analisis tracer ITB. Karena itu, jurusan bukan satu-satunya faktor yang menjelaskan penghasilan.
Mesin, Metalurgi, Industri, dan Aktuaria
Teknik Mesin berada di sekitar Rp9,45 juta, Teknik Metalurgi Rp9,2 juta, dan Teknik Industri sekitar Rp8,62 juta. Aktuaria berada pada median sekitar Rp8 juta per bulan.
Seluruh angka tersebut masih berada dekat atau di atas median keseluruhan alumni ITB yang bekerja, yakni sekitar Rp8,3 juta. Perbandingan menunjukkan variasi antarprodi, tetapi tidak dapat dianggap sebagai nilai tetap yang akan diterima lulusan berikutnya.
Kondisi industri juga dapat berubah. Sektor komoditas, teknologi, manufaktur, dan keuangan memiliki siklus perekrutan serta struktur upah yang berbeda.
Bagaimana dengan Kecepatan Mendapat Kerja?
Secara keseluruhan, rata-rata masa tunggu alumni ITB dalam kompilasi tracer berada di sekitar 2,11 bulan. Angka tersebut menunjukkan transisi ke pekerjaan relatif cepat pada level agregat.
Namun, data publik yang digunakan tidak menyediakan masa tunggu dengan definisi setara untuk 10 prodi pada tabel. Karena itu, tidak sah menyimpulkan Teknik Perminyakan juga paling cepat kerja hanya karena memiliki median penghasilan tertinggi.
Hubungan gaji dan kecepatan memperoleh pekerjaan membutuhkan data per prodi yang sama. Tanpa itu, ranking gabungan akan menjadi asumsi dan berpotensi menyesatkan.
Gaji Tinggi Belum Tentu Pekerjaan Pertama
Tracer Study 2025 meneliti alumni angkatan 2018. Artinya, responden telah memiliki jarak beberapa tahun dari masa awal kuliah dan sebagian dapat memiliki pengalaman kerja sebelum survei dilakukan.
Karena itu, median penghasilan lebih tepat dibaca sebagai kondisi penghasilan alumni yang bekerja pada saat survei. Istilah gaji awal atau starting salary tidak digunakan untuk angka tersebut.
Hal ini penting bagi calon mahasiswa agar ekspektasi tetap realistis. Data menunjukkan hasil kelompok alumni, bukan janji penghasilan setelah wisuda.
Jurusan ITB Mana yang Gajinya Paling Tinggi dan Paling Cepat Kerja?
Teknik Perminyakan memiliki median penghasilan tertinggi sekitar Rp13 juta per bulan. Namun, jurusan yang paling cepat memperoleh pekerjaan belum dapat ditentukan dari laporan publik yang sama karena masa tunggu per prodi tidak tersedia secara setara.
Pada level ITB secara keseluruhan, rata-rata masa tunggu berada di sekitar 2,11 bulan. Jadi, kesimpulan yang dapat dibuat adalah alumni ITB dalam survei memiliki transisi kerja yang relatif cepat, tetapi kecepatan antar10 prodi tidak boleh diranking tanpa data tambahan. (NKR/D-1)
Baca: Jurusan Bergaji Tinggi di ITB, Seberapa Sulit Masuk lewat SNBT?













