Dataloka.id — Penghasilan alumni dapat menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa ketika memilih kampus dan bidang studi. Namun, fakultas dengan median pendapatan tinggi belum tentu mudah dimasuki melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes atau SNBT.
Tracer Study Universitas Indonesia (UI) 2025 menunjukkan median pendapatan alumni sarjana dan vokasi secara keseluruhan mencapai Rp7,5 juta per bulan. Sejumlah fakultas berada di atas angka tersebut, di antaranya Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) serta Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) dengan median Rp9 juta per bulan.
Fakultas Teknik (FT), Fakultas Hukum (FH), dan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) masing-masing memiliki median penghasilan Rp8 juta. Fakultas Kedokteran (FK) bahkan tercantum memiliki median Rp10 juta, tetapi angka tersebut hanya berasal dari tiga responden sehingga perlu dibaca dengan sangat hati-hati.
Jika data penghasilan tersebut disandingkan dengan keketatan SNBT, terlihat bahwa sejumlah program studi di fakultas-fakultas tersebut juga memiliki persaingan tinggi. Pada SNBT 2025, contoh prodi yang dibandingkan dalam tulisan ini memiliki sekitar 24 hingga 37 peminat untuk setiap peserta yang diterima.
Gaji Alumni dan Persaingan Masuk
Data penghasilan UI tersedia pada tingkat fakultas, bukan program studi. Karena itu, tulisan ini tidak menyebut median gaji Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebagai gaji khusus lulusan Manajemen, atau median Fakultas Teknik sebagai gaji khusus lulusan Teknik Industri.
Program studi dalam tabel hanya dipakai sebagai contoh untuk menggambarkan tingkat persaingan masuk fakultas yang bersangkutan melalui SNBT.
| Fakultas | Median Penghasilan | Contoh Prodi SNBT | Pendaftar SNBT 2025 | Diterima | Peminat per Kursi |
|---|---|---|---|---|---|
| Fakultas Kedokteran | Rp10 juta* | Pendidikan Dokter | 3.330 | 90 | 37,00 |
| FEB | Rp9 juta | Manajemen | 2.782 | 114 | 24,40 |
| Fasilkom | Rp9 juta | Ilmu Komputer | 2.132 | 75 | 28,43 |
| Fakultas Teknik | Rp8 juta | Teknik Industri | 1.963 | 78 | 25,17 |
| Fakultas Hukum | Rp8 juta | Ilmu Hukum | 4.434 | 171 | 25,93 |
| FIA | Rp8 juta | Ilmu Administrasi Niaga | 1.799 | 57 | 31,56 |
Catatan: *Median Fakultas Kedokteran hanya berasal dari tiga responden pada data pendapatan yang dipublikasikan UI. Karena ukuran sampelnya sangat kecil, angka tersebut tidak dapat dianggap mewakili seluruh lulusan FK UI.
Sumber: Tracer Study UI 2025 dan SIMAK UI, diolah Dataloka.id.
FEB dan Fasilkom Punya Median Rp9 Juta
FEB dan Fasilkom menjadi dua fakultas dengan median pendapatan tertinggi setelah FK jika hanya melihat fakultas dengan jumlah responden yang relatif memadai. Keduanya sama-sama memiliki median Rp9 juta per bulan.
Di FEB, salah satu program studi yang banyak diminati adalah Manajemen. Pada SNBT 2025, prodi tersebut menerima 2.782 pendaftar dan meluluskan 114 peserta.
Keketatannya mencapai 4,10 persen atau sekitar 24,40 peminat untuk setiap peserta yang diterima. Dengan kata lain, hanya sekitar empat dari setiap 100 pendaftar yang berhasil lolos jika dihitung secara sederhana dari data tersebut.
Akuntansi juga memiliki persaingan yang hampir sama. Sebanyak 2.720 orang mendaftar pada SNBT 2025 dan 106 diterima, menghasilkan tingkat penerimaan sekitar 3,90 persen.
Ilmu Komputer Sekitar 28 Peminat per Kursi
Fasilkom UI mempunyai median penghasilan alumni Rp9 juta per bulan. Sebanyak 50,6 persen responden Fasilkom dalam Tracer Study UI 2025 bahkan berada pada kelompok pendapatan minimal Rp9 juta.
Salah satu prodi utamanya, Ilmu Komputer, menerima 2.132 pendaftar pada SNBT 2025. Sebanyak 75 peserta diterima sehingga satu kursi diperebutkan sekitar 28,43 orang.
Sistem Informasi juga sangat kompetitif. Prodi tersebut memiliki 1.863 pendaftar dan menerima 75 mahasiswa, setara sekitar 24,84 peminat per kursi.
Data tersebut memperlihatkan bahwa rumpun komputasi memiliki dua karakter sekaligus: median penghasilan fakultas yang relatif tinggi dan persaingan masuk yang ketat.
Teknik Industri Sekitar 25 Peminat per Kursi
Fakultas Teknik UI memiliki median penghasilan alumni Rp8 juta per bulan. Hampir separuh responden FT, yakni 45,5 persen, memiliki pendapatan minimal Rp9 juta.
Teknik Industri menjadi salah satu prodi yang banyak diminati. Sebanyak 1.963 peserta mendaftar melalui SNBT 2025 dan 78 orang diterima.
Rasionya sekitar 25,17 peminat untuk satu kursi atau tingkat penerimaan 3,97 persen. Prodi lain di FT juga memiliki tingkat persaingan berbeda sehingga angka tersebut tidak dapat digeneralisasi untuk seluruh fakultas.
Hukum Paling Banyak Pendaftarnya
Ilmu Hukum memiliki jumlah pendaftar terbesar di antara contoh program studi dalam tulisan ini. Sebanyak 4.434 peserta mendaftar pada SNBT 2025.
UI menerima 171 orang melalui jalur tersebut. Dengan demikian, sekitar 25,93 peminat bersaing untuk setiap peserta yang diterima.
Median penghasilan alumni Fakultas Hukum berada di Rp8 juta per bulan. Dalam data distribusi pendapatan, 42,8 persen responden FH memperoleh setidaknya Rp9 juta per bulan.
Meski jumlah pendaftarnya sangat besar, daya tampung Hukum juga lebih banyak dibandingkan sebagian prodi lain. Itu sebabnya rasio persaingannya masih lebih rendah daripada Ilmu Komputer maupun Pendidikan Dokter.
Ilmu Administrasi Niaga Sekitar 32 Peminat per Kursi
Fakultas Ilmu Administrasi juga memiliki median penghasilan Rp8 juta. Salah satu program studinya, Ilmu Administrasi Niaga, menerima 1.799 pendaftar pada SNBT 2025.
Sebanyak 57 peserta berhasil diterima. Rasionya sekitar 31,56 peminat untuk satu kursi atau tingkat penerimaan sekitar 3,17 persen. Persaingan ini lebih ketat daripada Manajemen, Teknik Industri, dan Ilmu Hukum dalam perbandingan yang sama.
FK Tercantum Rp10 Juta, tetapi Sampelnya Sangat Kecil
Fakultas Kedokteran tercantum memiliki median penghasilan tertinggi, yakni Rp10 juta per bulan. Namun, data pendapatan FK dalam Tracer Study UI 2025 hanya berasal dari tiga responden.
Ukuran sampel itu terlalu kecil untuk menggambarkan seluruh populasi lulusan FK secara kuat. Karena itu, angka Rp10 juta sebaiknya tidak dibaca sebagai patokan umum penghasilan lulusan Kedokteran UI.
Di sisi seleksi masuk, Pendidikan Dokter tetap menjadi salah satu program yang sangat kompetitif. Sebanyak 3.330 peserta mendaftar melalui SNBT 2025 dan 90 diterima.
Rasionya mencapai 37 peminat untuk satu kursi. Tingkat penerimaannya sekitar 2,70 persen, paling ketat di antara enam contoh program yang dibandingkan dalam tulisan ini.
Apakah Gaji Tinggi Membuat Jurusan Lebih Sulit Dimasuki?
Data ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat antara penghasilan alumni dan tingkat persaingan masuk. Banyak faktor lain memengaruhi minat calon mahasiswa, seperti reputasi fakultas, prospek profesi, minat terhadap bidang ilmu, jumlah kursi, lokasi kampus, dan strategi peserta.
Contohnya, FEB dan Fasilkom sama-sama memiliki median penghasilan Rp9 juta, tetapi rasio Manajemen sekitar 24 peminat per kursi dan Ilmu Komputer sekitar 28 peminat per kursi.
Sementara itu, FIA memiliki median Rp8 juta, tetapi Ilmu Administrasi Niaga justru menghadapi sekitar 32 peminat untuk satu kursi. Artinya, median penghasilan yang lebih tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat persaingan yang lebih ketat.
Fakultas Bergaji Tinggi UI Mana yang Paling Sulit Dimasuki?
Jika menggunakan contoh prodi pada tabel, Pendidikan Dokter menjadi yang paling ketat dengan sekitar 37 peminat per kursi pada SNBT 2025. Ilmu Administrasi Niaga berada setelahnya dengan sekitar 32 peminat per kursi dan Ilmu Komputer sekitar 28 peminat per kursi.
Namun, pembaca perlu membedakan level datanya. Pendapatan dalam Tracer Study UI dipublikasikan pada tingkat fakultas, sedangkan keketatan SNBT tersedia pada tingkat program studi.
Karena itu, perbandingan ini lebih tepat digunakan untuk melihat dua indikator yang berdampingan: outcome penghasilan alumni di suatu fakultas dan tingkat persaingan salah satu program studi yang berada di dalamnya. (RK/D-1)
Baca: Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB












