Jumlah perusahaan rintisan atau startup yang mencapai valuasi unicorn secara global tercatat sebanyak 57 perusahaan pada kuartal II 2026. Unicorn merupakan sebutan bagi perusahaan startup dengan valuasi sedikitnya US$1 miliar.
Berdasarkan laporan CB Insights, jumlah unicorn baru tersebut bertambah lima perusahaan atau naik 9,62% dibandingkan kuartal I 2026 yang sebanyak 52 perusahaan.
Secara tahunan, jumlahnya melonjak 67,65% dibandingkan kuartal II 2025. Ketika itu, terdapat 34 startup baru yang berhasil mencapai valuasi sekurang-kurangnya US$1 miliar.
Tren Unicorn Baru Global Terus Meningkat
Jumlah unicorn baru global berfluktuasi sepanjang kuartal II 2022 hingga kuartal II 2026. Angka tertinggi tercatat pada kuartal II 2022 ketika terdapat 90 unicorn baru.
Jumlahnya kemudian merosot 72,22% menjadi 25 perusahaan pada kuartal III 2022. Penurunan tersebut menjadi yang terdalam selama periode pengamatan. Angkanya kembali berkurang menjadi 21 perusahaan pada kuartal IV 2022.
Memasuki 2023, jumlah unicorn baru turun menjadi 15 perusahaan pada kuartal pertama. Setelah sempat naik 26,67% menjadi 19 perusahaan pada kuartal II 2023, jumlahnya kembali menyusut menjadi 14 perusahaan pada kuartal berikutnya. Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang periode pengamatan.
Jumlah unicorn baru kemudian melonjak 64,29% menjadi 23 perusahaan pada kuartal IV 2023. Persentase tersebut menjadi kenaikan secara kuartalan tertinggi selama kuartal II 2022 hingga kuartal II 2026.
Pada 2024, jumlah unicorn baru kembali berfluktuasi. Angkanya turun menjadi 21 perusahaan pada kuartal pertama dan 18 perusahaan pada kuartal kedua. Jumlahnya kemudian naik 33,33% menjadi 24 perusahaan pada kuartal III 2024, tetapi kembali turun 25% menjadi 18 perusahaan pada akhir tahun.
Memasuki 2025, jumlah unicorn baru meningkat 38,89% menjadi 25 perusahaan pada kuartal pertama. Angkanya kembali bertambah 36% menjadi 34 perusahaan pada kuartal II 2025 dan bertahan pada level yang sama hingga kuartal ketiga.
Pertumbuhan berlanjut pada penghujung 2025. Jumlah startup yang mencapai valuasi unicorn naik 23,53% menjadi 42 perusahaan pada kuartal IV 2025, kemudian bertambah 23,81% menjadi 52 perusahaan pada kuartal I 2026.
Pada kuartal II 2026, jumlahnya kembali meningkat menjadi 57 perusahaan. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak kuartal II 2022, tetapi masih lebih rendah 36,67% dibandingkan puncaknya yang mencapai 90 perusahaan.
Dibandingkan titik terendah pada kuartal III 2023, jumlah unicorn baru global telah bertambah 43 perusahaan atau 307,14%. Sementara itu, dibandingkan kuartal II 2024, jumlahnya meningkat 39 perusahaan atau 216,67% dalam dua tahun.
Meski jumlahnya terus meningkat, laju pertumbuhan mulai melambat. Pertumbuhan secara kuartalan tercatat sebesar 23,81% pada kuartal I 2026, kemudian melandai menjadi 9,62% pada kuartal II 2026.
DeepSeek Jadi Unicorn Baru dengan Valuasi Terbesar
DeepSeek menjadi unicorn baru dengan valuasi terbesar pada kuartal II 2026. Startup yang bergerak di bidang kecerdasan buatan tersebut memiliki valuasi US$59,2 miliar.
CB Insights memberikan Mosaic Score sebesar 966 kepada DeepSeek. Skor tersebut mencerminkan penilaian terhadap prospek pertumbuhan dan kualitas bisnis perusahaan.
Project Prometheus menempati posisi kedua dengan valuasi US$41 miliar dan Mosaic Score 761. Berikutnya, VoltaGrid memiliki valuasi US$10 miliar serta Mosaic Score 827.
VoltaGrid bergerak di sektor infrastruktur energi yang semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya permintaan listrik dari pusat data kecerdasan buatan.
Posisi keempat ditempati NEURA Robotics dengan valuasi US$7 miliar dan Mosaic Score 876. Sementara itu, Hark melengkapi daftar lima besar dengan valuasi US$6 miliar dan Mosaic Score 533. (RK/D-1)
Baca: E-Commerce Terpopuler di Indonesia Awal 2026: Pergeseran Strategi Pelaku Usaha Digital













