Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Data Kasus Serangan Berbasis Digital pada Jurnalis (2020-2024)

AJI melaporkan 10 kasus serangan digital terhadap jurnalis dan media sepanjang 2024, termasuk peretasan, pembekuan akun media sosial, dan doxing. Mitigasi keamanan digital menjadi tantangan besar bagi dunia pers.

by Raka Maheswara
5 February 2025
in Humaniora
Data Kasus Serangan Berbasis Digital pada Jurnalis (2020-2024)

Sepanjang 2024, AJI mencatat 10 kasus serangan digital terhadap jurnalis dan media. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mencatat sepuluh kasus serangan digital terhadap jurnalis dan media sepanjang tahun 2024. Beragam pola serangan ditemukan, mulai dari peretasan e-mail, pembekuan akun media sosial, doxing, hingga phishing.

READ ALSO

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

Dalam laporan bertajuk Catatan Tahunan 2024: Keluar dari Mulut Harimau, Masuk ke Mulut Buaya, AJI merinci empat kasus pengambilalihan akun media sosial, satu kasus pembekuan akun media sosial, dua kasus peretasan e-mail, dua kasus doxing, serta satu kasus lainnya yang tidak teridentifikasi.

Serangan berbasis digital ini menunjukkan betapa rawannya kerja jurnalistik di Indonesia.

Tren serangan digital terhadap jurnalis dan media dalam enam tahun terakhir masih fluktuatif. Puncaknya terjadi pada 2023 dengan 16 kasus, sementara 2021 menjadi tahun dengan kasus terendah, yakni lima kasus.

AJI menilai pengelola media dan jurnalis masih menghadapi tantangan besar dalam melakukan mitigasi terhadap serangan digital. Banyak kasus yang tidak terlaporkan karena berbagai alasan, seperti berhasil ditangani secara mandiri, dilaporkan ke lembaga lain, atau korban memilih tidak melaporkannya.

Kondisi ini menegaskan pentingnya langkah kolektif untuk memperkuat keamanan digital jurnalis guna memastikan kebebasan pers tetap terjaga. (RK/D-1)

(Baca: Tren Indeks Demokrasi Indonesia dalam 10 Tahun Terakhir (2014-2023))

Source: Aliansi Jurnalis Independen (AJI)
Tags: jurnaliskebebasan persmediapers

Related Posts

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026: SMK Tertinggi di Tengah Tren Penurunan Nasional
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

6 May 2026
Next Post
6 Rekomendasi Rumah Sakit Terbaik di Palembang 2025

6 Rekomendasi Rumah Sakit Terbaik di Palembang 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih
Berita

Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih

6 May 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.