Dalam beberapa bulan terakhir, nama TOCO (toco.id) kian sering muncul dalam pemberitaan media dan blog bisnis asal China. Platform e-commerce asal Indonesia ini disorot karena menawarkan model bisnis yang relatif tidak lazim di kawasan Asia Tenggara, yakni komisi nol seumur hidup bagi penjual.
Di tengah meningkatnya biaya transaksi dan komisi pada platform besar seperti Shopee, Lazada, dan TikTok Shop, TOCO dipandang sebagai alternatif yang menjanjikan bagi para penjual. Tidak hanya pelaku usaha lokal, minat juga datang dari penjual lintas negara, termasuk dari China, yang tengah mencari saluran penjualan dengan beban biaya lebih ringan.
Dari sudut pandang media dan analis China, kebangkitan TOCO mencerminkan perubahan dinamika e-commerce Asia Tenggara. Di tengah biaya tinggi dan volatilitas yang meningkat, platform dengan model biaya nol menawarkan ruang eksperimen berisiko rendah, terutama bagi penjual kecil dan menengah.
Sebagaimana Meesho di India, TOCO dinilai berpotensi menunjukkan bahwa ekosistem e-commerce tidak harus bertumpu pada satu model bisnis. Bagi penjual dan investor China, TOCO bukan sekadar platform baru dari Indonesia, melainkan sinyal awal dari fase persaingan e-commerce yang semakin menekankan efisiensi biaya dan kepentingan penjual. (ADV/RK/D-1)
(Baca: PosDigi Gandeng Toco Jual Meterai Fisik dan Digital Resmi)













