Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka berdasarkan tingkat pendidikan Februari 2026 menunjukkan dinamika yang beragam di tengah penurunan angka pengangguran nasional menjadi 4,68%.
Secara nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia pada Februari 2026 turun 0,06% poin dibandingkan November 2025 yang sebesar 4,74%. Jumlah penganggur tercatat 7,24 juta orang dari total angkatan kerja 154,91 juta orang pada periode yang sama.
Meski membaik secara agregat, ketimpangan TPT berdasarkan jenjang pendidikan masih terlihat jelas. Lulusan SMK menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 7,74%, meskipun turun dari 8,00% pada Februari 2025.
Di bawahnya, lulusan SMA mencatat TPT sebesar 6,23%, juga turun tipis dari 6,35% pada periode sebelumnya. Sementara itu, lulusan pendidikan tinggi (Diploma IV, S1, S2, dan S3) berada pada angka 6,13%, menurun dari 6,23%.
Untuk lulusan Diploma I/II/III, TPT tercatat 4,8%, sedikit turun dari 4,84%. Adapun lulusan SMP juga mengalami penurunan dari 4,35% menjadi 4,19%.
Kelompok pendidikan SD ke bawah tetap menjadi yang terendah dengan TPT 2,32%, tanpa perubahan dari tahun sebelumnya. Pola ini menunjukkan bahwa kelompok berpendidikan rendah cenderung lebih banyak terserap di sektor informal atau pekerjaan dengan hambatan masuk yang lebih rendah.
Dari sisi usia, pengangguran paling tinggi masih terkonsentrasi pada kelompok 15–24 tahun dengan TPT 16,36%, bahkan naik 0,21% poin dibanding Februari 2025. Sebaliknya, kelompok usia 25–59 tahun turun menjadi 2,93%, sementara usia 60 tahun ke atas naik tipis menjadi 1,89%. (NKR/D-1)
(Baca: Jumlah Pengangguran di Indonesia Agustus 2025 Tembus 7,46 Juta Orang, Terbanyak Usia 20–24 Tahun)













