Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Buyer Toco Nilai Biaya Layanan Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, sekaligus Dukung UMKM

Marketplace Toco menerapkan biaya layanan tetap Rp2.000 per transaksi yang dinilai lebih ringan, transparan, serta mendukung ekosistem UMKM.

by Nouvan
5 May 2026
in Berita
Buyer Toco Nilai Biaya Layanan Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, sekaligus Dukung UMKM

Caption: Pengguna Toco menilai biaya layanan tetap Rp2.000 per transaksi lebih sederhana, transparan, dan mendorong pola belanja yang lebih efisien sekaligus mendukung UMKM. (Sumber: Toco)

Share on FacebookShare on Twitter

Marketplace lokal Toco menunjukkan tren pertumbuhan yang stabil, tidak hanya dari sisi penjual, tetapi juga tingkat kepuasan pembeli. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kebijakan biaya layanan tetap sebesar Rp2.000 per transaksi yang dibebankan kepada pembeli.

Berdasarkan wawancara dengan sejumlah pengguna aktif, skema biaya tetap tersebut dinilai lebih ringan, transparan, sekaligus memberikan dampak positif bagi ekosistem UMKM. Berbeda dengan sejumlah platform lain yang menerapkan biaya administrasi berbasis persentase, Toco memilih pendekatan biaya tetap. Model ini dinilai lebih sederhana dan mudah dipahami oleh pengguna.

READ ALSO

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

Ronaldo, pelanggan toko Cryotech Card Company, mengatakan kebijakan tersebut tetap terasa ringan meski pada awalnya tidak menyadari adanya biaya tambahan. “Untuk saya ini termasuk ringan, dan saya merasa lebih mendukung UMKM dengan sistem seperti ini,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Dea Putri, pelanggan kategori fesyen. Ia mengaku sudah mengetahui skema biaya tersebut sejak awal dan menilainya lebih ringan dibanding platform lain. “Terasa lebih ringan, dan tetap sepadan dengan pengalaman belanja yang didapat,” jelasnya.

Sementara itu, James Daniel Pranata, buyer aktif sekaligus seller di Toco, menilai skema biaya tetap menjadi salah satu keunggulan platform. “Lebih ringan, dan jelas mendukung ekosistem penjual. Saya sendiri sudah melakukan sekitar 9 kali transaksi dengan nilai total sekitar puluhan juta rupiah,” ungkapnya.

Dari sisi transparansi, sebagian pengguna menilai informasi biaya sudah cukup jelas, meski ada yang mengaku tidak terlalu memperhatikan saat proses transaksi. Namun, hal tersebut tidak mengganggu pengalaman berbelanja secara keseluruhan.

Ahmad Zaki, pembeli kategori aksesori, menyebut dirinya tidak mempermasalahkan biaya tersebut. “Saya tidak terlalu aware karena memang tidak keberatan. Selama pengalaman belanja nyaman, itu sudah cukup,” katanya.

Menariknya, skema biaya tetap ini juga memunculkan pola belanja yang lebih efisien. Sejumlah pengguna cenderung menambah jumlah barang dalam satu transaksi untuk mengoptimalkan biaya yang dibayarkan.

Kategori produk yang dibeli di Toco terbilang beragam, mulai dari kebutuhan harian, produk fashion seperti tas wanita, hingga produk hobi seperti kartu koleksi dan aksesori airsoft. Untuk pengiriman, mayoritas pengguna masih mengandalkan layanan ekspedisi seperti JNE, POSAja, serta layanan instan seperti GoSend.

Secara keseluruhan, hasil wawancara menunjukkan bahwa biaya layanan Rp2.000 diterima dengan baik oleh pengguna. Skema ini juga memperkuat posisi Toco sebagai marketplace yang berpihak pada UMKM, seiring kebijakan 0% komisi untuk penjual.

Ke depan, Toco diharapkan dapat terus meningkatkan transparansi, pengalaman pengguna, serta memperluas ekosistem agar semakin banyak pelaku usaha dan pembeli yang merasakan manfaatnya.

Tentang Toco

Toco adalah marketplace berbasis komunitas yang didirikan oleh Arnold Sebastian Egg dan diluncurkan pada pertengahan Agustus 2024. Platform ini mengedepankan model bisnis yang berfokus pada keberpihakan kepada seller, terutama UMKM dan brand, melalui kebijakan 100% potongan dan bebas biaya komisi seumur hidup.

Tujuan utama Toco adalah menjadikan e-commerce sebagai infrastruktur yang efisien untuk mempercepat transaksi dan membantu pelaku usaha memaksimalkan keuntungan. Model ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan transaksi secara signifikan.

Pada November 2025, Toco meraih penghargaan dari Marketeers Markplus sebagai Inspiring Ecommerce Enabler of The Year 2025 dalam ajang Marketeers SME Award. (ADV/NKR/D-1)

(Baca: Lonjakan Penjualan Seller Usai Lebaran, Marketplace Lokal Toco.id Kian Dilirik)

Source: Toco
Tags: digitalMarketplaceToco

Related Posts

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring
Berita

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

2 October 2026
Mau Masuk Akuntansi, Informatika, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027
Berita

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

25 September 2026
Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP
Berita

Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP

18 September 2026
Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia
Berita

Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia

18 September 2026
Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026
Berita

Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026

18 September 2026
Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026
Berita

Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

17 September 2026
Next Post
Kualifikasi Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang

Kualifikasi Akademik Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Dari Disrupsi Taksi Online hingga Era Digital, Bagaimana Bluebird Bertahan
Ekonomi

Dari Disrupsi Taksi Online hingga Era Digital, Bagaimana Bluebird Bertahan?

10 October 2026
Jurusan Bergaji Tinggi di ITB, Seberapa Sulit Masuk lewat SNBP?
Humaniora

Jurusan Bergaji Tinggi di ITB, Seberapa Sulit Masuk lewat SNBP?

10 October 2026
Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.