Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Influencer Paling Inisiatif Galang Donasi pada Fase Awal Bencana Sumatra 2025

Influencer dan public figure menjadi pihak paling berinisiatif menggalang donasi pada fase awal bencana. Survei Litbang Kompas juga menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap penyaluran donasi masih relatif tinggi.

by Raka Maheswara
25 December 2025
in Humaniora
Influencer Paling Inisiatif Galang Donasi pada Fase Awal Bencana Sumatra 2025

Survei Litbang Kompas menunjukkan influencer menjadi pihak paling cepat berinisiatif menggalang donasi pada fase awal bencana. (Sumber: Freepik/partystock)

Share on FacebookShare on Twitter

Pada fase awal terjadinya bencana di Sumatra, kehadiran berbagai pihak untuk menggalang bantuan menjadi salah satu penopang utama penanganan darurat. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, influencer atau public figure tercatat sebagai pihak yang paling terlihat berinisiatif menggalang bantuan atau donasi bagi korban bencana.

Sebanyak 27,3% responden menyebut influencer atau public figure sebagai penggalang donasi paling aktif pada fase awal bencana. Persentase ini lebih tinggi dibandingkan komunitas lokal yang berada di posisi kedua dengan 20%. Sementara itu, pemerintah provinsi atau daerah menempati urutan berikutnya dengan 19,3%, disusul pemerintah pusat sebesar 14,3%.

READ ALSO

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

Kualifikasi Akademik Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang

Di bawahnya, peran organisasi kemasyarakatan (ormas) disebut oleh 11,9% responden. Adapun lembaga resmi pemerintah hanya disebut oleh 3,3% responden, sedangkan 3,9% lainnya menyatakan tidak mengetahui pihak yang paling berinisiatif menggalang bantuan.

Meski influencer menjadi pihak yang paling terlihat aktif, tingkat kepercayaan publik terhadap penyaluran donasi yang mereka himpun juga terbilang tinggi. Survei menunjukkan 66,1% responden menyatakan percaya bahwa donasi yang dihimpun influencer atau public figure disalurkan sepenuhnya kepada korban di lokasi bencana. Selain itu, 11,1% responden menyatakan sangat percaya.

Di sisi lain, terdapat 15,9% responden yang menyatakan tidak percaya, serta 3,3% yang menyatakan sangat tidak percaya. Adapun 3,6% responden mengaku tidak mengetahui tingkat penyaluran donasi tersebut.

Kepercayaan publik juga diukur terhadap donasi yang dihimpun oleh lembaga pemerintah, seperti BNPB, BPBD, Baznas, pemerintah daerah, dan pemerintah provinsi. Hasilnya, 57,2% responden menyatakan percaya bahwa donasi yang dihimpun lembaga pemerintah disalurkan sepenuhnya kepada korban bencana. Sebanyak 11,3% responden bahkan menyatakan sangat percaya.

Selanjutnya, sebanyak 25,1% responden menyatakan tidak percaya dan 3,9% responden menyatakan sangat tidak percaya. Sementara itu, 2,5% responden menyebut tidak tahu.

Peran influencer dalam mendorong partisipasi publik juga terlihat dari persepsi pengaruh mereka terhadap keputusan berdonasi. Sebanyak 45,5% responden menilai influencer atau public figure sangat berpengaruh dalam mendorong masyarakat untuk berdonasi saat bencana terjadi. Selain itu, 47,2% responden menilai mereka berpengaruh.

Adapun 5% responden menyatakan influencer tidak berpengaruh, dan hanya 0,1% yang menilai sangat tidak berpengaruh. Sementara itu, 2,2% responden tidak memberikan jawaban.

Di tengah peran berbagai pihak tersebut, tingkat kepedulian masyarakat Indonesia terhadap korban bencana tergolong tinggi. Survei mencatat 57,3% responden menyatakan sangat peduli, sementara 40,8% menyatakan peduli. Sebaliknya, responden yang menyatakan tidak peduli hanya 1,8%, dan sangat tidak peduli 0,1%.

Tingginya kepedulian itu tercermin dari pilihan peran masyarakat apabila memiliki kesempatan terlibat langsung dalam penanganan bencana. Sebanyak 45,8% responden memilih berdonasi saja. Selain itu, 30,8% menyatakan akan berdonasi sekaligus menjadi relawan di lapangan.

Sementara itu, 21,1% responden memilih menjadi relawan saja tanpa berdonasi. Adapun 1,9% responden memilih memberikan bantuan doa, dan 0,4% lainnya menyatakan tidak tahu.

Survei ini dilakukan oleh Litbang Kompas melalui wawancara telepon pada 8–11 Desember 2025 terhadap 510 responden di 76 kota yang tersebar di 38 provinsi. Sampel ditentukan secara acak dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin of error ±4,24%. (RK/D-1)

(Baca: Estimasi Kerugian Bencana Sumatra per 11 Desember 2025 Tembus Rp38,48 Triliun)

Source: Litbang Kompas
Tags: Acehbencana alamdonasilingkunganLitbang KompasSumatra BaratSumatra UtaraSurvei

Related Posts

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026: SMK Tertinggi di Tengah Tren Penurunan Nasional
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

6 May 2026
Kualifikasi Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang
Humaniora

Kualifikasi Akademik Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang

5 May 2026
Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026
Humaniora

Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026

4 May 2026
Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid
Humaniora

Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid

3 May 2026
India Jadi Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak April 2026
Humaniora

India Jadi Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak April 2026

3 May 2026
Cakupan Imunisasi Indonesia Kuartal I 2026 Masih 12,1%, Kesenjangan Antarprovinsi Terlihat Lebar
Humaniora

Cakupan Imunisasi Indonesia Kuartal I 2026, Jakarta Tertinggi

2 May 2026
Next Post
Jumlah Penyandang Disabilitas di Jakarta pada Semester I 2025 Mencapai 69.531 Jiwa

Jumlah Penyandang Disabilitas di Jakarta pada Semester I 2025 Mencapai 69.531 Jiwa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih
Berita

Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih

6 May 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026: SMK Tertinggi di Tengah Tren Penurunan Nasional
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

6 May 2026
Kualifikasi Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang
Humaniora

Kualifikasi Akademik Guru di Indonesia 2025 Lampaui 95%, Tren Merata di Semua Jenjang

5 May 2026
Buyer Toco Nilai Biaya Layanan Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, sekaligus Dukung UMKM
Berita

Buyer Toco Nilai Biaya Layanan Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, sekaligus Dukung UMKM

5 May 2026
Tujuan Ekspor Batubara Indonesia Maret 2026, India Tertinggi dengan US$448,71 Juta
Ekonomi

Tujuan Ekspor Batubara Indonesia Maret 2026, India Tertinggi

5 May 2026
Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026
Humaniora

Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026

4 May 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.