Tingkat pengangguran pemuda Indonesia 2025 menunjukkan perbaikan seiring meningkatnya partisipasi pemuda di pasar tenaga kerja. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, pemuda didefinisikan sebagai warga negara Indonesia berusia 16–30 tahun.
Dalam laporan terbarunya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 57,86% pemuda Indonesia bekerja pada 2025. Di sisi lain, masih terdapat 7,73% pemuda yang berstatus pengangguran. Kelompok ini mencakup pemuda yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, merasa putus asa dalam mencari kerja, serta mereka yang telah diterima bekerja tetapi belum mulai menjalani pekerjaan.
Sementara itu, sejumlah 17,21% pemuda masih bersekolah, 13,99% mengurus rumah tangga, dan 3,21% pemuda lainnya melakukan aktivitas lain di luar kategori utama ketenagakerjaan.
Sejalan dengan itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pemuda pada 2025 tercatat sebesar 11,78%. Artinya, dari setiap 100 pemuda Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sekitar 11 hingga 12 orang belum memiliki pekerjaan. Angka ini mencerminkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Tren penurunan TPT pemuda telah berlangsung sejak 2020. Pada tahun tersebut, TPT pemuda masih berada di angka 15,23%, lalu turun menjadi 14,42% pada 2021. Penurunan berlanjut pada 2022 dengan TPT sebesar 13,83%, kemudian menjadi 13,41% pada 2023, dan kembali turun ke 12,24% pada 2024, sebelum mencapai 11,78% pada 2025.
Dalam periode yang sama, proporsi pemuda yang bekerja menunjukkan kecenderungan meningkat. Pada 2020, 51,98% pemuda Indonesia tercatat bekerja, dan angka ini terus bertambah hingga mencapai 57,86% pada 2025. Peningkatan tersebut menggambarkan semakin besarnya penyerapan tenaga kerja muda dalam perekonomian nasional.
Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan, TPT tertinggi terdapat pada pemuda lulusan SMA/SMK sederajat, yaitu sebesar 13,7%. Angka pengangguran juga relatif tinggi pada lulusan pendidikan tinggi, dengan TPT mencapai 12,19%. Selanjutnya, TPT pemuda lulusan SMP sederajat tercatat sebesar 7,79%, lulusan SD sederajat 6,88%, dan pemuda yang tidak pernah sekolah atau tidak tamat SD sebesar 5,78%. (RK/D-1)
(Baca: Latar Belakang Pendidikan Pemuda Indonesia 2025, Lulusan SMA Masih Dominan)













