Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Detik-Detik Kematian Bintang Masif Terungkap: Bentuk Supernova Awal Teramati untuk Kali Pertama

Sebuah momen langka dalam astronomi berhasil diabadikan. Para ilmuwan untuk pertama kalinya menyaksikan secara langsung bentuk ledakan bintang masif pada fase paling awal sebelum menghilang, memberikan pandangan krusial tentang akhir kehidupan bintang raksasa.

by Raka Maheswara
26 February 2026
in Berita
Para ilmuwan berhasil mengabadikan momen langka fase awal ledakan bintang masif yang mengarah ke supernova, memberikan pandangan krusial tentang akhir kehidupan bintang raksasa dan mekanisme di baliknya. (Sumber: Unsplash/Sigmund)

Para ilmuwan berhasil mengabadikan momen langka fase awal ledakan bintang masif yang mengarah ke supernova, memberikan pandangan krusial tentang akhir kehidupan bintang raksasa dan mekanisme di baliknya. (Sumber: Unsplash/Sigmund)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah momen langka dalam astronomi berhasil diabadikan. Para ilmuwan untuk pertama kalinya menyaksikan secara langsung bentuk ledakan bintang masif pada fase paling awal sebelum menghilang, memberikan pandangan krusial tentang akhir kehidupan bintang raksasa. Peristiwa ini, yang biasanya terlewatkan hanya dalam hitungan jam, kini membuka pintu untuk menjawab pertanyaan mendasar mengenai bagaimana bintang-bintang masif mengakhiri eksistensinya dalam fenomena supernova.

Supernova yang menjadi sorotan, SN 2024ggi, merupakan hasil dari ledakan bintang maharaksasa merah dengan massa diperkirakan 12 hingga 15 kali massa Matahari. Bintang ini, yang ukurannya mencapai 500 kali diameter Matahari, bersemayam di Galaksi NGC 3621, berjarak 22 juta tahun cahaya dari Bumi, dan dapat diamati di konstelasi Hydra.

READ ALSO

Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

Mengenal Self-Love dalam Psikologi, Seni Memahami Diri Sendiri

Penemuan krusial ini terjadi pada 10 April 2024. Astronom Yi Yang dari Universitas Tsinghua, Beijing, Tiongkok, segera menyadari signifikansi temporal dari deteksi awal supernova ini. Tanpa jeda, hanya dalam waktu 12 jam setelah pendaratan dari penerbangan internasionalnya di San Francisco, Yang mengajukan proposal pengamatan mendesak ke European Southern Observatory (ESO). Respons cepat ESO memungkinkan alokasi waktu pengamatan menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Chile.

Dalam kurun waktu 26 jam sejak deteksi awal, VLT berhasil diarahkan untuk mengamati SN 2024ggi. Meskipun waktu yang berlalu terbilang singkat, para astronom tidak ketinggalan momen krusial ini. Pengamatan VLT berhasil menangkap momen ketika materi bintang mulai terakselerasi oleh ledakan di inti, melesat menembus permukaan bintang. Selama beberapa jam, geometri bintang dan proses ledakannya dapat diamati secara bersamaan.

Pengamatan fase awal ledakan ini memberikan informasi penting mengenai evolusi bintang dan mekanisme yang memicu peristiwa dahsyat ini, sebuah topik yang masih menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan. Bintang maharaksasa merah seperti cikal bakal SN 2024ggi mempertahankan bentuknya melalui keseimbangan antara gaya gravitasi yang menarik ke dalam dan tekanan dari reaksi nuklir yang mendorong keluar. Ketika bahan bakar nuklir di intinya habis, keseimbangan ini terganggu, memicu keruntuhan inti dan diikuti oleh gelombang kejut yang menghancurkan bintang.

Fase awal yang berlangsung sangat singkat ini, sebelum ledakan berinteraksi dengan materi di sekitarnya, berhasil diamati menggunakan teknik spektropolarimetri. Teknik ini memungkinkan para astronom untuk menganalisis geometri ledakan pada skala sudut yang sangat kecil. Meskipun ledakan tampak sebagai titik tunggal, polarisasi cahaya yang dipancarkan menyimpan jejak geometri ledakan tersebut.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ledakan awal SN 2024ggi memiliki bentuk elips, menyerupai buah zaitun. Saat material ledakan menyebar dan bertabrakan dengan materi di sekeliling bintang, bentuknya menjadi lebih pipih, namun sumbu simetri lontarannya tetap terjaga. Temuan ini memberikan bukti konkret mengenai mekanisme umum yang memicu ledakan bintang masif, yang akan sangat berharga untuk memperbaiki model-model supernova yang ada dan mengeliminasi model-model yang kurang akurat. (RK/D-1)

Source: Langitselatan.com
Tags: AstronomiSupernova

Related Posts

Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Berita

Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

3 May 2026
Mengenal Self-Love dalam Psikologi, Memahami Hubungan dengan Diri Sendiri
Berita

Mengenal Self-Love dalam Psikologi, Seni Memahami Diri Sendiri

2 May 2026
Prediksi Man United vs Liverpool 3 Mei 2026, Peluang Red Devils Kunci Tiket Liga Champions
Berita

Prediksi Man United vs Liverpool 3 Mei 2026, Peluang Red Devils Kunci Tiket Liga Champions

1 May 2026
Prediksi Man City vs Arsenal 19 April 2026, Momentum Tuan Rumah dan Ujian Konsistensi Arsenal
Berita

Prediksi Man City vs Arsenal 19 April 2026, Momentum Tuan Rumah dan Ujian Konsistensi Arsenal

18 April 2026
Lonjakan Penjualan Seller Usai Lebaran, Marketplace Lokal Toco.id Kian Dilirik
Berita

Lonjakan Penjualan Seller Usai Lebaran, Marketplace Lokal Toco.id Kian Dilirik

2 April 2026
Banjir Jakarta 8 Maret 2026: 39 RT dan 13 Jalan Terendam Akibat Hujan Deras
Berita

Banjir Jakarta 8 Maret 2026: 39 RT dan 13 Jalan Terendam Akibat Hujan Deras

8 March 2026
Next Post
Prediksi Newcastle vs MU 5 Maret 2026

Prediksi Newcastle vs Manchester United, Ujian Konsistensi Setan Merah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026
Humaniora

Usia Pengguna TikTok Didominasi Kelompok 25–34 Tahun per April 2026

4 May 2026
Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental
Berita

Manfaat Gaya Hidup Aktif dan Sehat, Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental

3 May 2026
Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid
Humaniora

Fenomena Langit Mei 2026: Dua Bulan Purnama hingga Hujan Meteor Eta Aquarid

3 May 2026
India Jadi Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak April 2026
Humaniora

India Jadi Negara dengan Pengguna Instagram Terbanyak April 2026

3 May 2026
Jelang Iduladha, Ini Negara Penghasil Daging Sapi Terbesar di Dunia 2025, Brasil Mendominasi
Ekonomi

Negara Penghasil Daging Sapi Terbesar di Dunia 2025, Brasil Mendominasi

2 May 2026
Mengenal Self-Love dalam Psikologi, Memahami Hubungan dengan Diri Sendiri
Berita

Mengenal Self-Love dalam Psikologi, Seni Memahami Diri Sendiri

2 May 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.