Humaniora
Home / Humaniora / Penyebab Perceraian di Indonesia 2024, Perselisihan dan Masalah Ekonomi Jadi Faktor Dominan

Penyebab Perceraian di Indonesia 2024, Perselisihan dan Masalah Ekonomi Jadi Faktor Dominan

Penyebab Perceraian di Indonesia 2024, Perselisihan dan Masalah Ekonomi Jadi Faktor Dominan
Tercatat 399.921 kasus perceraian di Indonesia sepanjang 2024. Perselisihan dan masalah ekonomi menjadi penyebab utama perceraian di Indonesia 2024. (Sumber: Freepik)

Isu perceraian Raisa Andriana dan Hamish Daud yang ramai diperbincangkan pada Oktober 2025 kembali menyoroti persoalan rumah tangga di Indonesia. Publik pun menyoroti betapa rentannya hubungan pernikahan di tengah tekanan kehidupan modern.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penyebab perceraian di Indonesia 2024 masih didominasi oleh faktor klasik seperti perselisihan dan masalah ekonomi.

Menurut catatan BPS, sepanjang 2024 terdapat 399.921 kasus perceraian di Indonesia. Dari jumlah tersebut, perselisihan atau pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab terbanyak, yakni 251.125 kasus.

Faktor masalah ekonomi menempati posisi kedua dengan 100.198 kasus. Tekanan finansial, pengangguran, serta kesenjangan penghasilan antara suami dan istri turut memperbesar risiko keretakan rumah tangga.

Sumatera Selatan Tertinggi, Data Kasus ISPA di 12 Provinsi Capai 445.647

Selain dua faktor utama tersebut, terdapat pula penyebab lain seperti meninggalkan pasangan (31.265 kasus), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) (7.256 kasus), judi (2.889 kasus), dan mabuk (2.004 kasus).

Penyebab lain dengan jumlah kasus lebih kecil meliputi dihukum penjara (1.335 kasus), zina (1.005 kasus), murtad (1.000 kasus), poligami (849 kasus), madat atau penyalahgunaan narkotika (436 kasus), kawin paksa (307 kasus), serta cacat badan (252 kasus). (NKR/D-1)

(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Tengah 2024 Berdasarkan Kabupaten Kota)

Untuk mendapatkan update data terbaru, silahkan bergabung di WA Channel Dataloka.id, di sini.

Indonesia Peringkat 168 Dunia dalam Indeks Kinerja Lingkungan 2026

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Share

×
×