Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Penyebab Perceraian di Indonesia 2024, Perselisihan dan Masalah Ekonomi Jadi Faktor Dominan

Data BPS menunjukkan penyebab perceraian di Indonesia 2024 didominasi oleh perselisihan dan masalah ekonomi. Total perceraian mencapai 399.921 kasus sepanjang tahun.

by Nouvan
15 February 2026
in Humaniora
Penyebab Perceraian di Indonesia 2024, Perselisihan dan Masalah Ekonomi Jadi Faktor Dominan

Tercatat 399.921 kasus perceraian di Indonesia sepanjang 2024. Perselisihan dan masalah ekonomi menjadi penyebab utama perceraian di Indonesia 2024. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Isu perceraian Raisa Andriana dan Hamish Daud yang ramai diperbincangkan pada Oktober 2025 kembali menyoroti persoalan rumah tangga di Indonesia. Publik pun menyoroti betapa rentannya hubungan pernikahan di tengah tekanan kehidupan modern.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), penyebab perceraian di Indonesia 2024 masih didominasi oleh faktor klasik seperti perselisihan dan masalah ekonomi.

READ ALSO

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi

Fenomena Langit April 2026: Konjungsi Segitiga Planet hingga Hujan Meteor Lyrid

Menurut catatan BPS, sepanjang 2024 terdapat 399.921 kasus perceraian di Indonesia. Dari jumlah tersebut, perselisihan atau pertengkaran terus-menerus menjadi penyebab terbanyak, yakni 251.125 kasus.

Faktor masalah ekonomi menempati posisi kedua dengan 100.198 kasus. Tekanan finansial, pengangguran, serta kesenjangan penghasilan antara suami dan istri turut memperbesar risiko keretakan rumah tangga.

Selain dua faktor utama tersebut, terdapat pula penyebab lain seperti meninggalkan pasangan (31.265 kasus), kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) (7.256 kasus), judi (2.889 kasus), dan mabuk (2.004 kasus).

Penyebab lain dengan jumlah kasus lebih kecil meliputi dihukum penjara (1.335 kasus), zina (1.005 kasus), murtad (1.000 kasus), poligami (849 kasus), madat atau penyalahgunaan narkotika (436 kasus), kawin paksa (307 kasus), serta cacat badan (252 kasus). (NKR/D-1)

(Baca: Jumlah Perceraian di Jawa Tengah 2024 Berdasarkan Kabupaten Kota)

Untuk mendapatkan update data terbaru, silahkan bergabung di WA Channel Dataloka.id, di sini.

Source: Badan Pusat Statistik (BPS)
Tags: PerceraianPernikahan

Related Posts

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi
Humaniora

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi

18 April 2026
Fenomena Langit April 2026 Konjungsi Segitiga Planet hingga Hujan Meteor Lyrid
Humaniora

Fenomena Langit April 2026: Konjungsi Segitiga Planet hingga Hujan Meteor Lyrid

2 April 2026
Jumlah Pernikahan di Indonesia 2025 Jawa Barat Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah
Humaniora

Jumlah Pernikahan di Indonesia 2025: Jawa Barat Tertinggi, Papua Pegunungan Terendah

2 April 2026
Mengukur Kedalaman Learning Loss di Indonesia Akibat Covid-19 dan Jalan Menuju Pemulihan
Humaniora

Belajar Tatap Muka Dijaga, Pemerintah Cegah Learning Loss Pasca Pandemi

2 April 2026
PTN dengan Peminat Terbanyak pada SNBP 2026, UPI dan Unesa Pimpin Daftar
Humaniora

PTN dengan Peminat Terbanyak pada SNBP 2026, UPI dan Unesa Pimpin Daftar

2 April 2026
Negara Paling Bahagia di Asia Tenggara 2025 Singapura Teratas, Indonesia Posisi Keenam
Humaniora

Negara Paling Bahagia di Asia Tenggara 2025: Singapura Teratas, Indonesia Posisi Keenam

29 March 2026
Next Post
Indonesia Masih Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia pada Oktober 2025

Indonesia masih Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia pada Oktober 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jumlah Alfamart dan Indomaret Terus Bertambah, Kopdes Merah Putih Siap Ramaikan Persaingan Ritel
Ekonomi

Jumlah Alfamart dan Indomaret Terus Bertambah, Kopdes Merah Putih Siap Ramaikan Persaingan Ritel

18 April 2026
Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi
Humaniora

Jumlah Dokter di Indonesia 2026 Tembus 129.147, Kesenjangan masih Tinggi

18 April 2026
Program Intensif SMPIT Nurul Fikri Bogor Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA
Ruang Akademik

Program Intensif SMPIT Nurul Fikri Bogor Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA

14 April 2026
Mahasiswa UPGRIS Sosialisasikan Penanggulangan Banjir di SMA Negeri 2 Pati
Ruang Akademik

Mahasiswa UPGRIS Sosialisasikan Penanggulangan Banjir di SMA Negeri 2 Pati

14 April 2026
Jumlah PHK di Indonesia Januari-Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Tertinggi
Ekonomi

Jumlah PHK di Indonesia Januari-Maret 2026 Capai 8.389 Orang, Jawa Barat Tertinggi

12 April 2026
Simulasi Gempa di SMKN 7 Semarang Dari Teori ke Praktik Kesiapsiagaan Siswa
Ruang Akademik

Simulasi Gempa di SMKN 7 Semarang: Dari Teori ke Praktik Kesiapsiagaan Siswa

6 April 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.