SMPIT Nurul Fikri Bogor menjalankan program intensif untuk membantu kesiapan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada 6–7 April 2026. Persiapan tidak hanya difokuskan pada penguasaan materi, tetapi juga mencakup aspek mental dan karakter siswa.
Sejak awal semester, sekolah mengintegrasikan persiapan TKA ke dalam kegiatan belajar melalui program coaching TKA. Dalam tahap ini, siswa mendapatkan pembinaan yang berjalan seiring dengan pembelajaran harian di kelas.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui pelaksanaan Try Out TKA secara berkala sebanyak empat kali. Melalui latihan ini, siswa dapat mengukur kemampuan akademik sekaligus mengenali pola soal yang akan dihadapi dalam ujian.
Memasuki tahap berikutnya, sekolah menyelenggarakan Gladi TKA sebagai simulasi ujian dengan kondisi yang mendekati pelaksanaan sebenarnya. Selain itu, selama masa libur, siswa tetap mendapatkan pendampingan melalui Preparation Class TKA yang dilaksanakan secara daring.
Program ini dirancang untuk menjaga ritme belajar siswa tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat. Pendekatan bertahap tersebut diharapkan dapat membantu siswa membangun kesiapan secara menyeluruh.
“Melalui rangkaian kegiatan berupa review materi, drilling soal, serta pelaksanaan try out yang disusun berdasarkan kisi-kisi TKA dari Kemendikdasmen, kami berharap para santri memiliki pemahaman yang lebih mendalam, keterampilan mengerjakan soal yang terasah, serta kesiapan menghadapi ujian dengan percaya diri,” ujar Ustazah Annisa, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh siswa. Farisi, siswa kelas 9 SMPIT Nurul Fikri Bogor, menyampaikan bahwa Preparation Class daring selama liburan membantunya tetap fokus belajar dalam suasana yang lebih santai. Sementara itu, try out berkala memberikan gambaran mengenai kelemahan yang perlu diperbaiki.
“Jadi pas hari H, saya merasa lebih siap dan tidak terlalu tegang,” ungkapnya.
Setelah pelaksanaan TKA, sekolah merencanakan pengolahan hasil serta evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah dijalankan. Hasil tersebut akan menjadi dasar untuk penyempurnaan program ke depan.
Ustazah Annisa menyampaikan, melalui rangkaian persiapan yang terstruktur, siswa diharapkan dapat melampaui standar kompetensi yang ditetapkan. Selain itu, hasil TKA juga diharapkan menjadi pijakan bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
Sejalan dengan Learner Profile Nurul Fikri, program ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang soleh, muslih, cerdas, mandiri, dan terampil. (RK/D-1)
(Baca: Mahasiswa UPGRIS Sosialisasikan Penanggulangan Banjir di SMA Negeri 2 Pati)








