Reputasi di mata perusahaan menjadi salah satu pertimbangan saat memilih kampus swasta. Namun, bagaimana posisi kampus-kampus tersebut ketika dibandingkan berdasarkan ketersediaan tenaga akademik terhadap mahasiswa?
Melansir data QS World University Rankings (QS WUR) 2027 melalui TopUniversities, BINUS memperoleh skor Employer Reputation sebesar 32,1. Di antara empat perguruan tinggi swasta Indonesia yang dibandingkan, BINUS juga memiliki skor Faculty Student Ratio tertinggi, yakni 27,1.
Telkom University menyusul dalam reputasi perusahaan dengan skor 13,6, diikuti Universitas Trisakti sebesar 7,5 dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebesar 7,0.
Urutannya berubah ketika ukuran yang digunakan adalah skor rasio dosen–mahasiswa. Trisakti berada di atas Telkom, dengan skor masing-masing 23,2 dan 19,2. UMY memperoleh skor 4,8.
Perbandingan ini memperlihatkan bahwa keunggulan dalam satu indikator belum tentu diikuti posisi yang sama pada indikator lainnya. Angka Faculty Student Ratio yang ditampilkan QS merupakan skor indikator, bukan rasio literal satu dosen terhadap sejumlah mahasiswa.
Perbandingan 4 Kampus Swasta
Berikut perbandingan dua indikator pada empat PTS Indonesia dalam QS WUR 2027. Tabel diurutkan berdasarkan skor reputasi perusahaan, dari tertinggi hingga terendah.
| Kampus | Skor Employer Reputation | Skor Faculty Student Ratio | Peringkat Dunia QS WUR 2027 |
|---|---|---|---|
| BINUS | 32,1 | 27,1 | 901–950 |
| Telkom University | 13,6 | 19,2 | 1.201–1.400 |
| Universitas Trisakti | 7,5 | 23,2 | 1.401+ |
| Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) | 7,0 | 4,8 | 1.201–1.400 |
Sumber: QS/TopUniversities, diakses 2 Oktober 2026.
Binus Memimpin
BINUS unggul 18,5 poin atas Telkom University dalam reputasi perusahaan. Untuk skor rasio dosen–mahasiswa, selisih BINUS dengan Trisakti sebagai posisi kedua mencapai 3,9 poin.
Temuan yang menarik terdapat pada Telkom dan Trisakti. Telkom memiliki keunggulan 6,1 poin dalam Employer Reputation. Sebaliknya, Trisakti unggul 4,0 poin atas Telkom pada Faculty Student Ratio.
Dengan demikian, calon mahasiswa akan memperoleh gambaran berbeda jika hanya melihat reputasi perusahaan atau hanya melihat sumber daya akademik relatif terhadap mahasiswa. Kedua ukuran tersebut menjawab pertanyaan yang berbeda tentang sebuah perguruan tinggi.
UMY berada pada urutan keempat untuk kedua indikator dalam perbandingan ini. Meski demikian, peringkat keseluruhan UMY berada pada kelompok 1.201–1.400, sama dengan Telkom dan lebih tinggi daripada kelompok Trisakti, yakni 1.401+.
Posisi keseluruhan tidak ditentukan oleh dua indikator itu saja. Dilansir dari metodologi QS, Employer Reputation memiliki bobot 15 persen, sedangkan Faculty Student Ratio berbobot 10 persen. Komponen lain turut memengaruhi hasil akhir pemeringkatan.
Apa Arti Reputasi Perusahaan?
Menurut QS, Employer Reputation mengukur reputasi perguruan tinggi dan programnya di kalangan pemberi kerja. Penilaian dihimpun melalui survei pemberi kerja dari berbagai negara.
Skor ini tidak menunjukkan persentase lulusan yang langsung bekerja, jumlah alumni yang direkrut, ataupun besaran gaji mereka. Karena itu, keunggulan reputasi perusahaan tidak dapat diterjemahkan sebagai jaminan mendapat pekerjaan.
Bagi calon mahasiswa yang mempertimbangkan karier, skor tersebut dapat dibaca bersama hasil tracer study program studi yang dituju. Informasi masa tunggu kerja dan kesesuaian pekerjaan perlu diperiksa pada sumber yang memang mengukur hasil lulusan.
Skor 27,1 bukan Berarti 1 Dosen untuk 27 Mahasiswa
Melansir penjelasan teknis QS, Faculty Student Ratio menggunakan perbandingan tenaga akademik dengan mahasiswa. Penghitungan mengacu pada ekuivalen penuh waktu atau full-time equivalent (FTE), dengan tenaga pengajar dan peneliti termasuk dalam cakupan staf akademik. Tenaga administrasi dan pendukung dikecualikan.
Skor indikator yang muncul dalam pemeringkatan harus dibedakan dari rasio dasarnya. Skor BINUS sebesar 27,1, misalnya, tidak berarti satu dosen melayani 27,1 mahasiswa. Begitu pula skor UMY sebesar 4,8 tidak berarti satu dosen melayani 4,8 mahasiswa.
Untuk menyajikan rasio satu dosen terhadap sejumlah mahasiswa, diperlukan data staf dan mahasiswa dengan periode serta cakupan yang sebanding. Angka itu tidak dapat diperoleh dengan mengubah skor QS menjadi format 1:n.
Ukuran ini juga berada pada tingkat institusi. Ia tidak langsung menjelaskan jumlah peserta di setiap kelas atau beban bimbingan pada program studi tertentu. Calon mahasiswa tetap perlu memeriksa kondisi prodi, kurikulum, fasilitas, serta biaya kuliah yang akan mereka jalani. (ELS/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus swasta mana yang unggul dalam kedua indikator?
BINUS memiliki skor tertinggi untuk reputasi perusahaan dan rasio dosen–mahasiswa di antara empat PTS yang dibandingkan dalam artikel ini.
Mengapa posisi Telkom dan Trisakti berbeda?
Kedua indikator mengukur aspek berbeda. Telkom lebih tinggi pada reputasi perusahaan, sedangkan Trisakti lebih tinggi pada skor rasio tenaga akademik terhadap mahasiswa.
Apakah skor rasio dosen–mahasiswa sama dengan jumlah mahasiswa per dosen?
Tidak. Skor QS merupakan hasil penilaian indikator dan tidak dapat dibaca langsung sebagai rasio 1:n.
Baca: 10 Universitas Swasta Terbaik Indonesia Versi THE WUR 2027, BINUS Nomor 1














Comments 1