Marketplace lokal Toco berkolaborasi dengan J&T Express menggelar Toco Academy Volume 4 di Sahira Butik Hotel, Bogor, Rabu (30/9/2026).
Mengusung tema Jualan Makin Gaspol bareng J&T!, kegiatan ini diikuti puluhan penjual atau seller Toco. Mereka mendapatkan materi mengenai pengelolaan bisnis daring dan perkembangan industri perdagangan elektronik di Indonesia.
Kegiatan berlangsung dalam bentuk lokakarya dan diskusi interaktif. Selain menerima materi dari praktisi, peserta dapat membahas sejumlah tantangan yang dihadapi dalam menjalankan bisnis di tengah perkembangan ekosistem perdagangan digital.
Marketing Manager J&T Express Deli Agung mengatakan, salah satu hal yang dinilainya menarik dari Toco adalah kebijakan tanpa biaya administrasi bagi penjual.
“Toco ini bagus juga, terutama buat seller-seller-nya. Fasilitasnya cukup memadai, terutama nggak ada biaya admin, itu yang sangat dibutuhkan,” ujarnya.
Marketplace Expert Jonathan Kho atau yang dikenal sebagai Om Botak menilai kondisi ekonomi menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kenaikan harga bahan baku dan biaya operasional dinilai dapat menekan margin usaha.
“Dengan adanya Toco ini merupakan salah satu solusi supaya UMKM bisa ketemu sebuah platform yang lebih sehat,” katanya.
Pendiri Toco Arnold Egg mengatakan, Toco Academy diselenggarakan untuk membantu penjual memahami pengelolaan bisnis daring secara mandiri. Materinya antara lain mencakup penentuan harga, pembuatan foto produk, hingga pengelolaan hubungan dengan pelanggan.
“Kita sadar kita harus edukasi merchant bagaimana jualan online seharusnya dan bagaimana membangun hubungan sama customer kita sendiri,” jelasnya.
Menurut Arnold, Toco menerapkan skema tanpa biaya administrasi sebagai bagian dari model bisnis platform tersebut. Toco juga bekerja sama dengan mitra di sektor perbankan dan logistik, termasuk J&T Express.
“Kita janji ke seller untuk bilang kita 0% selamanya. Aku mau fokus supaya kita kasih yang terbaik buat merchant, agar mereka bisa memberikan yang terbaik buat customer mereka,” tutup Arnold.
Peserta Dapat Pendampingan hingga Toko Siap Berjualan
Toco Academy Volume 4 tidak hanya berlangsung dalam satu kali pertemuan. Peserta mendapatkan satu sesi pelatihan secara luring dan empat sesi secara daring dengan materi yang diberikan secara bertahap.
Program tersebut mencakup pendampingan hingga peserta berhasil memperoleh transaksi pertama atau “pecah telur”. Peserta juga mendapat kesempatan menjadi mitra layanan pengiriman.
Toco menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pendampingan kepada penjual, selain menyediakan layanan melalui platform marketplace.
Salah satu peserta, Zandi, menilai kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai sistem pengiriman barang. Ia mengaku baru mengetahui mekanisme di balik proses pengiriman J&T yang selama ini digunakannya.
Zandi juga mengapresiasi kejelasan mengenai biaya yang tercantum dalam kontrak Toco sejak awal. Selain itu, dia menilai sejumlah layanan J&T dapat membantu operasional toko, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar.
Salah satunya adalah layanan kargo untuk barang dengan berat lebih dari 3 kilogram. Ada pula layanan penjemputan hingga 10 barang sekaligus yang dapat dikirim ke tujuan berbeda.
Toco Usung Skema Tanpa Biaya Admin
Toco merupakan marketplace lokal Indonesia yang didirikan Arnold Sebastian Egg. Platform tersebut mengusung kebijakan bebas biaya administrasi atau komisi bagi penjual.
Model tersebut ditujukan untuk membantu penjual, termasuk UMKM dan pemilik merek, mempertahankan margin dari transaksi yang dilakukan melalui platform.
Pada November 2025, Toco memperoleh penghargaan Inspiring Ecommerce Enabler of The Year 2025 dalam ajang Marketeers SME Award yang diselenggarakan Marketeers MarkPlus. (ADV/VN/D-1)
Baca: Toco Academy Vol. 3 di Surabaya Dorong UMKM Naik Kelas lewat Ekosistem Digital













