Belum ada kampus Indonesia yang mampu mengalahkan Universitas Indonesia dalam kekuatan riset berdasarkan hasil pengolahan dua indikator QS World University Rankings atau QS WUR 2027.
UI memperoleh skor gabungan 44,70 poin. Kendati demikian, keunggulannya atas Universitas Gadjah Mada sangat tipis. UGM menempati urutan kedua dengan 44,38 poin atau hanya terpaut 0,32 poin.
Institut Teknologi Bandung menyusul di posisi ketiga dengan skor 38,26 poin. ITB bahkan mencatat skor sitasi per dosen tertinggi di Indonesia, tetapi masih berada di bawah UI dan UGM karena skor reputasi akademiknya lebih rendah.
Daftar ini dihitung Dataloka menggunakan dua indikator dalam kelompok Research and Discovery QS WUR 2027, yakni Academic Reputation dan Citations per Faculty.
Reputasi akademik mempunyai bobot 30 persen, sedangkan sitasi per dosen berbobot 20 persen. Dengan demikian, kelompok penilaian riset menyumbang 50 persen terhadap skor keseluruhan QS WUR 2027—porsi terbesar dibandingkan kelompok indikator lainnya.
QS tidak menerbitkan daftar khusus kampus Indonesia dengan kekuatan riset terbaik. Urutan berikut merupakan hasil pengolahan Dataloka atas skor indikator resmi QS, bukan peringkat terpisah yang dikeluarkan QS.
UI Unggul Sangat Tipis atas UGM
UI dan UGM sama-sama memperoleh skor reputasi akademik 71,9 poin. Perbedaan posisi keduanya berasal dari indikator sitasi per dosen.
UI mencatat skor sitasi per dosen sebesar 3,9, sedangkan UGM memperoleh 3,1. Selisih tersebut membuat skor gabungan UI lebih tinggi 0,32 poin.
Hasil ini menunjukkan besarnya pengaruh reputasi akademik terhadap urutan akhir. Dalam kelompok Research and Discovery, reputasi akademik mengambil porsi 60 persen, sedangkan sitasi per dosen menyumbang 40 persen.
Reputasi akademik dihitung melalui survei global terhadap akademisi. Para responden diminta menyebutkan institusi yang dinilai memiliki keunggulan akademik sesuai bidang keahlian mereka.
Oleh sebab itu, indikator tersebut tidak hanya menggambarkan jumlah penelitian. Skornya turut mencerminkan persepsi akademisi terhadap kualitas riset, kemitraan akademik, inovasi pendidikan, dan dampak institusi.
ITB Memiliki Skor Sitasi Tertinggi
ITB menjadi kampus Indonesia dengan skor sitasi per dosen tertinggi, yakni 5,8 poin. Skor tersebut melampaui BINUS University sebesar 4,8 poin dan UI sebesar 3,9 poin.
Namun, ITB menempati urutan ketiga dalam skor kekuatan riset gabungan. Reputasi akademiknya sebesar 59,9 poin, lebih rendah daripada UI dan UGM yang sama-sama meraih 71,9 poin.
Universitas Airlangga berada di posisi keempat dengan skor gabungan 33,84 poin. Unair mempunyai reputasi akademik 54,6 poin, tetapi skor sitasi per dosennya tercatat 2,7.
Perbedaan itu memperlihatkan bahwa keunggulan dalam sitasi belum otomatis menghasilkan posisi tertinggi. Bobot reputasi akademik yang lebih besar membuat persepsi komunitas akademik tetap menjadi penentu utama.
Persaingan Ketat pada Posisi Kelima hingga Kesembilan
Jarak skor pada papan tengah relatif sempit. Universitas Brawijaya berada di posisi kelima dengan 20,80 poin, disusul Universitas Padjadjaran sebesar 20,54 poin.
IPB University menempati urutan ketujuh dengan 20,02 poin. Di bawahnya terdapat ITS dan Undip dengan skor masing-masing 19,46 dan 19,34 poin.
Dengan demikian, selisih antara posisi kelima dan kesembilan hanya mencapai 1,46 poin. Perubahan kecil pada salah satu indikator berpotensi menggeser urutan kampus-kampus tersebut.
Universitas Hasanuddin melengkapi 10 besar dengan skor 14,96 poin. Seluruh universitas dalam daftar ini merupakan perguruan tinggi negeri.
BINUS menjadi perguruan tinggi swasta dengan posisi terbaik, tetapi berada tepat di luar 10 besar. Skor gabungannya mencapai 13,38 poin. BINUS mempunyai skor sitasi yang relatif tinggi, tetapi reputasi akademiknya masih berada di bawah 10 kampus dalam daftar.
Cara Menghitung Skor Kekuatan Riset
Skor kekuatan riset dihitung sesuai perbandingan bobot kedua indikator dalam QS WUR 2027. Rumusnya sebagai berikut:
Skor kekuatan riset = ((reputasi akademik × 30) + (sitasi per dosen × 20)) ÷ 50
Setelah disederhanakan, reputasi akademik memiliki bobot 60 persen dalam skor gabungan, sedangkan sitasi per dosen sebesar 40 persen.
Indikator sitasi per dosen mengukur intensitas dan dampak penelitian dengan membandingkan jumlah sitasi yang diterima institusi terhadap jumlah tenaga akademiknya. Penghitungan berdasarkan jumlah dosen memungkinkan QS membandingkan universitas dengan ukuran yang berbeda.
QS juga melakukan normalisasi bidang ilmu karena pola publikasi dan sitasi tidak sama pada setiap disiplin. Bidang kedokteran dan ilmu alam, misalnya, umumnya menghasilkan publikasi dan sitasi lebih banyak dibandingkan seni dan humaniora.
Bukan Ukuran Seluruh Aktivitas Penelitian
Daftar ini tidak secara langsung mengukur anggaran penelitian, jumlah laboratorium, paten, inovasi, ataupun banyaknya publikasi yang dihasilkan setiap kampus.
Jaringan riset internasional juga tidak dimasukkan karena QS mengelompokkannya dalam Global Engagement, bukan Research and Discovery.
Dengan demikian, posisi dalam daftar lebih tepat dibaca sebagai kombinasi antara reputasi kampus di kalangan akademisi dan dampak sitasi penelitian per dosen. Kekuatan suatu fakultas atau program studi tertentu dapat berbeda dari posisi universitas secara keseluruhan. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kampus mana yang memiliki kekuatan riset terbaik di Indonesia?
Universitas Indonesia berada di posisi pertama dengan skor gabungan 44,70 poin, diikuti UGM dengan 44,38 poin.
Mengapa UI mengalahkan UGM?
Keduanya memiliki skor reputasi akademik yang sama, tetapi UI memperoleh skor sitasi per dosen lebih tinggi, yakni 3,9 berbanding 3,1.
Kampus mana yang memiliki skor sitasi per dosen tertinggi?
ITB menempati posisi pertama dalam indikator sitasi per dosen dengan skor 5,8 poin.
Apakah daftar ini merupakan peringkat resmi QS?
Bukan. Skor setiap indikator berasal dari QS WUR 2027, sedangkan skor gabungan dan urutannya dihitung Dataloka berdasarkan bobot resmi QS.
Apakah skor sitasi menunjukkan jumlah sitasi sebenarnya?
Tidak. Angka tersebut merupakan skor QS pada skala 0–100 setelah proses penghitungan dan normalisasi, bukan jumlah sitasi mentah.
Apa saja indikator riset dalam QS WUR 2027?
Kelompok Research and Discovery QS WUR 2027 terdiri atas reputasi akademik dengan bobot 30 persen dan sitasi per dosen sebesar 20 persen.
Baca: 10 Kampus Indonesia dengan Riset Paling Banyak Disitasi Versi QS 2027, ITB Teratas













