Reza Arap menyebut sedang membangun total 27 sekolah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pernyataan tersebut disampaikan musisi dan penyiar langsung itu melalui akun X pribadinya, @yourbae, yang diakses pada Rabu (16/9/2026).
Menurut Reza, proyek tersebut mencakup 20 sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), dan tiga sekolah menengah atas (SMA). Dalam unggahan berikutnya, dia menyatakan pembangunan menggunakan uang pribadi dan tidak disertai penggalangan dana.
Reza belum menyebutkan nama dan lokasi sekolah, cakupan pekerjaan, nilai anggaran, maupun tahap pembangunan masing-masing sekolah. Unggahannya juga tidak menjelaskan secara terperinci hubungan 27 sekolah tersebut dengan sekolah yang terdampak gempa Flores.
Secara terpisah, data pemerintah memperlihatkan besarnya dampak gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 terhadap sektor pendidikan. Ribuan sekolah dan ruang kelas terdampak, sementara sebagian besar kegiatan belajar masih berlangsung dalam kondisi darurat.
Berapa Jumlah Sekolah yang Terdampak Gempa Flores?
Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT mencatat 2.447 satuan pendidikan terdampak gempa Flores hingga 10 September 2026. Sekolah tersebut tersebar mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, SMK, dan SLB.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 730 satuan pendidikan mengalami kerusakan berat. Angka itu setara dengan sekitar 29,8% dari seluruh sekolah terdampak berdasarkan perhitungan Dataloka.
Kerusakan juga terjadi pada 8.728 dari 13.750 ruang kelas yang telah dilaporkan. Artinya, sekitar 63,5% ruang kelas yang masuk pendataan berada dalam kondisi rusak. BPMP NTT menyatakan angka tersebut masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses pendataan dan verifikasi bersama pemerintah daerah.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Satuan pendidikan terdampak | 2.447 sekolah |
| Satuan pendidikan rusak berat | 730 sekolah |
| Ruang kelas yang dilaporkan | 13.750 ruang |
| Ruang kelas rusak | 8.728 ruang |
| Peserta didik terdampak | 287.864 orang |
| Guru dan tenaga kependidikan terdampak | 32.585 orang |
| Warga satuan pendidikan yang sempat mengungsi | 62.722 orang |
| Korban meninggal dari lingkungan pendidikan | 7 orang |
Sumber: BPMP NTT, data hingga 10 September 2026.
BPMP NTT mencatat 287.864 peserta didik serta 32.585 guru dan tenaga kependidikan terdampak langsung. Sebanyak 62.722 warga satuan pendidikan juga sempat berada di pengungsian, terdiri atas 54.494 peserta didik serta 8.228 guru dan tenaga kependidikan.
Gempa tersebut turut menyebabkan tujuh warga satuan pendidikan meninggal dunia. Korban terdiri atas enam peserta didik dan seorang guru.
Berapa Sekolah di NTT yang Sudah Kembali Belajar?
Kemendikdasmen mencatat seluruh 2.447 satuan pendidikan terdampak telah kembali menyelenggarakan pembelajaran hingga 14 September 2026. Namun, hanya 487 sekolah atau sekitar 19,9% yang sudah belajar secara normal di ruang kelas.
Sebanyak 1.960 sekolah lainnya atau sekitar 80,1% masih menjalankan pembelajaran menggunakan moda darurat. Kegiatan belajar dilakukan di tenda, ruang terbuka, maupun ruang kelas darurat.
Sekolah dengan ruang kelas berkategori kuning dan merah belum diperbolehkan menggunakan bangunannya hingga dinyatakan aman. Adapun sekolah yang mengalami kerusakan ringan dapat digunakan kembali setelah bagian yang berbahaya selesai ditangani.
Bagaimana Progres Pemulihan Sekolah di NTT?
Kemendikdasmen mulai menyalurkan bantuan revitalisasi tahap pertama kepada 187 satuan pendidikan dengan anggaran sekitar Rp50 miliar. Bantuan tersebut menyasar satuan PAUD, SLB, PKBM, SKB, dan SMK. Sementara itu, kebutuhan untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masih dalam proses penghitungan setelah verifikasi dan validasi.
Pemerintah juga menyalurkan 672 unit ruang kelas sementara dengan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Ruang kelas sementara tersebut ditujukan untuk jenjang PAUD, SLB, SMP, SMA, dan SMK.
Selain pemulihan bangunan, pendampingan psikososial telah diberikan kepada 75 sekolah. Kemendikdasmen juga menyiapkan 120 fasilitator nasional dan 1.700 fasilitator daerah untuk mendukung pendampingan sekitar 51.000 pendidik dan tenaga kependidikan di tujuh kabupaten terdampak.
Tujuh daerah tersebut meliputi Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Manggarai Barat, Sikka, Ngada, dan Ende. Pemerintah turut menyalurkan tenda kelas darurat, perlengkapan sekolah, paket keluarga, bahan makanan, serta buku bacaan ke wilayah tersebut.
Di Mana Lokasi 27 Sekolah yang Dibangun Reza Arap?
Hingga Rabu (16/9/2026), Reza Arap belum memublikasikan daftar nama dan lokasi 27 sekolah yang disebut sedang dibangun. Belum terdapat pula keterangan mengenai sekolah mana yang dibangun baru, diperbaiki, atau direvitalisasi.
Oleh karena itu, jumlah 27 sekolah tersebut belum dapat dibandingkan langsung dengan data sekolah rusak milik Kemendikdasmen. Meski demikian, partisipasi masyarakat dapat melengkapi upaya pemerintah mengingat skala kerusakan pendidikan di Flores yang mencapai ribuan sekolah dan ruang kelas. (VN/D-1)
Pertanyaan Seputar Reza Arap dan Sekolah di NTT
Berapa sekolah yang dibangun Reza Arap di NTT?
Reza Arap menyebut sedang membangun 27 sekolah di NTT. Jumlahnya terdiri atas 20 SD, empat SMP, dan tiga SMA.
Apakah Reza Arap membuka penggalangan dana?
Tidak. Reza menyatakan proyek tersebut menggunakan uang pribadi dan tidak disertai penggalangan dana.
Berapa sekolah yang terdampak gempa Flores?
BPMP NTT mencatat 2.447 satuan pendidikan terdampak hingga 10 September 2026. Sebanyak 730 sekolah di antaranya mengalami kerusakan berat.
Berapa ruang kelas yang rusak akibat gempa Flores?
Sebanyak 8.728 dari 13.750 ruang kelas yang telah dilaporkan berada dalam kondisi rusak. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 63,5% dari ruang kelas yang masuk pendataan.
Baca: SMA, SMK, atau MA? Ini Asal Sekolah dengan Persentase Lolos SNBT 2026 Tertinggi


Comment