Matematika masih menjadi salah satu tantangan dalam capaian akademik siswa Indonesia. Gambaran itu terlihat dari hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Pada TKA 2026, rata-rata nilai Matematika siswa SD/MI/sederajat hanya mencapai 43,41, sedangkan SMP/MTs/sederajat sebesar 40,34. Sementara itu, hasil TKA jenjang SMA/SMK/MA/sederajat pada 2025 mencatat rata-rata Matematika wajib sebesar 36,10.
Meski angka tersebut sama-sama berada di bawah 50, data lintas jenjang itu tidak dapat dibaca sebagai bukti bahwa kemampuan Matematika siswa terus menurun dari SD hingga SMA. Peserta, waktu pelaksanaan, cakupan materi, dan karakter soal pada setiap jenjang berbeda.
Data tersebut lebih tepat digunakan untuk melihat satu gambaran besar: Matematika menjadi mata pelajaran yang masih membutuhkan penguatan pada berbagai jenjang pendidikan.
Berapa Nilai TKA Matematika SD dan SMP 2026?
Kemendikdasmen mengumumkan hasil TKA SD dan SMP 2026 pada 26 Mei 2026.
Secara nasional, rata-rata nilai Matematika siswa SD/MI/sederajat tercatat 43,41. Angka tersebut jauh di bawah rata-rata Bahasa Indonesia yang mencapai 60,14.
Selisih rata-rata kedua mata pelajaran tersebut mencapai 16,73 poin.
Pola serupa terlihat pada siswa SMP/MTs/sederajat.
Rata-rata Matematika jenjang SMP hanya mencapai 40,34, sedangkan Bahasa Indonesia sebesar 60,83. Artinya, terdapat jarak 20,49 poin antara rata-rata kedua mata pelajaran tersebut.
| Jenjang | Matematika | Bahasa Indonesia | Selisih |
|---|---|---|---|
| SD/MI 2026 | 43,41 | 60,14 | 16,73 |
| SMP/MTs 2026 | 40,34 | 60,83 | 20,49 |
| SMA/SMK/MA 2025 | 36,10 | 55,38 | 19,28 |
Bagaimana Nilai Matematika TKA SMA?
Hasil TKA 2025 untuk SMA, SMK, MA, dan sederajat memberikan gambaran yang tak jauh berbeda.
Sebanyak 3.489.148 peserta mengikuti Matematika wajib. Rata-rata nasionalnya mencapai 36,10 dari skala 0–100.
Median nilainya bahkan hanya 35,74. Kuartil pertama berada di 29,11, sedangkan kuartil ketiga sebesar 42,79.
Artinya, jika nilai seluruh peserta diurutkan, sekitar tiga perempat peserta memperoleh nilai hingga 42,79.
Namun, Matematika bukan mata pelajaran wajib dengan rata-rata terendah di jenjang SMA. Bahasa Inggris mencatat rata-rata 24,93, sedangkan Bahasa Indonesia mencapai 55,38.
Mengapa Hasil TKA Matematika Menjadi Perhatian?
Kemendikdasmen sendiri menyoroti capaian Matematika dalam evaluasi hasil TKA SD dan SMP 2026.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kemendikdasmen Toni Toharudin menyebut hasil tersebut memberi sinyal perlunya memperkuat kemampuan bernalar dan pemecahan masalah.
“Kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat,” kata Toni.
Hal tersebut relevan dengan karakter soal TKA.
TKA Matematika tidak hanya mengukur kemampuan melakukan perhitungan. Pusat Asesmen Pendidikan menjelaskan tes tersebut juga mengukur pemahaman fakta, konsep, prinsip, dan prosedur, serta kemampuan menggunakan Matematika untuk memecahkan masalah.
Pada jenjang SMA, misalnya, materi yang diukur mencakup bilangan, aljabar, geometri dan pengukuran, data dan peluang, serta trigonometri.
Soal juga dapat ditempatkan dalam konteks kehidupan sehari-hari sehingga siswa tidak cukup hanya mengingat rumus.
Apakah Nilai SD, SMP, dan SMA Bisa Dibandingkan?
Tidak secara langsung.
Nilai SD 43,41, SMP 40,34, dan SMA 36,10 memang sama-sama berasal dari TKA, tetapi ketiganya bukan hasil pengukuran satu kelompok siswa yang sama.
Hasil SD dan SMP berasal dari TKA 2026. Sementara itu, angka SMA berasal dari TKA 2025.
Materi yang diujikan juga disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing. Karena itu, selisih angka tersebut tidak membuktikan bahwa kemampuan siswa turun ketika naik jenjang.
Yang dapat dibaca dari data tersebut adalah bahwa rata-rata Matematika pada ketiga jenjang masih relatif rendah dan menjadi salah satu area yang perlu mendapat perhatian.
Kemendikdasmen juga mengingatkan TKA tidak dimaksudkan untuk memberikan label kepada murid, sekolah, ataupun daerah. Hasilnya digunakan sebagai data pemetaan untuk memperbaiki pembelajaran.
TKA Matematika Tidak Sekadar Menguji Hafalan Rumus
Karakter TKA juga dapat menjelaskan mengapa latihan yang hanya mengandalkan hafalan belum tentu cukup.
Untuk jenjang SMA, TKA Matematika mengukur lima kemampuan penting, yakni pemahaman pengetahuan matematika, representasi matematis, penalaran, koneksi matematis, dan pemecahan masalah.
Dengan demikian, siswa tidak hanya dituntut mengetahui sebuah rumus, tetapi juga memahami kapan dan bagaimana rumus atau konsep tersebut digunakan.
Pusat Asesmen Pendidikan bahkan menyediakan contoh soal yang menggunakan konteks pengemasan barang, keuntungan usaha, data penjualan, hingga kode akses.
Gambaran itu menunjukkan bahwa kemampuan membaca informasi, menentukan model matematika, memilih strategi, dan menarik kesimpulan menjadi bagian penting dalam mengerjakan soal. (NKR/D-1)
FAQ
Berapa rata-rata nilai TKA Matematika SD 2026?
Rata-rata nilai Matematika TKA SD/MI/sederajat 2026 sebesar 43,41.
Berapa rata-rata nilai TKA Matematika SMP 2026?
Rata-rata TKA Matematika SMP/MTs/sederajat 2026 tercatat 40,34.
Berapa rata-rata nilai TKA Matematika SMA?
Pada TKA SMA/SMK/MA/sederajat 2025, rata-rata Matematika wajib sebesar 36,10.
Apakah nilai Matematika siswa menurun dari SD hingga SMA?
Data tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penurunan kemampuan dari SD ke SMA karena peserta, tahun tes, dan cakupan materi berbeda. Namun, ketiganya sama-sama memperlihatkan rata-rata Matematika yang relatif rendah.
Apa yang diukur dalam TKA Matematika?
TKA mengukur pemahaman konsep dan prosedur Matematika, kemampuan representasi, penalaran, koneksi antarkonsep, serta kemampuan memecahkan masalah.
Baca: TKA dan PISA Sama-sama Ungkap Lemahnya Matematika Siswa Indonesia, Ini Nilainya
Ikuti Channel WhatsApp Dataloka.id untuk mendapatkan informasi berbasis data, statistik terbaru, dan insight mengenai berbagai isu di Indonesia.
Bergabung di sini:
https://whatsapp.com/channel/0029VaplAbq1noz8ZsizkH2R













