Kemampuan matematika masih menjadi tantangan bagi siswa Indonesia. Dua asesmen berbeda yang hasilnya dirilis dalam rentang kurang dari setahun, Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 dan Programme for International Student Assessment (PISA) 2025, sama-sama memperlihatkan capaian yang relatif rendah pada bidang tersebut.
Hasil TKA 2025 menunjukkan rata-rata nilai Matematika wajib peserta berada di angka 36,10 dari skala 0–100. Sementara itu, dalam PISA 2025, siswa Indonesia memperoleh skor matematika rata-rata 364 poin dan hanya 17 persen yang mencapai setidaknya Level 2 atau tingkat kompetensi minimum.
Selain itu, skor Matematika PISA Indonesia juga menjadi yang terendah di Asia Tenggara dari delapan negara Asean yang mengikutinya. Singapura menjadi yang teratas dengan skor 563.
Berapa Rata-rata Nilai Matematika TKA 2025?
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 3.489.148 peserta mengikuti mata pelajaran Matematika wajib dalam TKA 2025.
Rata-rata nilai yang diperoleh sebesar 36,10. Adapun mediannya berada di angka 35,74. Artinya, separuh peserta memperoleh nilai hingga sekitar angka tersebut dan separuh lainnya berada di atasnya.
Sebaran nilai juga menunjukkan capaian yang masih rendah. Kuartil pertama atau batas nilai pada posisi 25 persen peserta tercatat 29,11. Sementara itu, kuartil ketiga hanya mencapai 42,79. Dengan kata lain, sekitar tiga perempat peserta memperoleh skor tidak lebih dari 42,79.
Meski demikian, Matematika bukan mata pelajaran wajib dengan rata-rata paling rendah dalam TKA 2025. Bahasa Inggris mencatatkan rata-rata 24,93, sedangkan Bahasa Indonesia sebesar 55,38.
TKA 2025 tersebut merupakan asesmen untuk jenjang SMA, SMK, MA, Paket C, dan satuan pendidikan sederajat. Kemendikdasmen mencatat 3.475.896 murid mengikuti pelaksanaan TKA dari populasi sekitar 4,20 juta murid. TKA bersifat tidak wajib.
Tidak Ada Provinsi dengan Rata-rata Matematika TKA di Atas 50
Rendahnya capaian Matematika TKA juga terlihat ketika data dirinci menurut provinsi. Tidak satu pun dari 38 provinsi memiliki rata-rata nilai Matematika wajib mencapai 50.
DI Yogyakarta mencatatkan rata-rata tertinggi, yakni 43,09. Posisi berikutnya ditempati DKI Jakarta dengan 40,18 dan Jawa Tengah sebesar 39,16.
Sebaliknya, Nusa Tenggara Timur memiliki rata-rata Matematika terendah, yakni 31,73.
Berikut lima provinsi dengan rata-rata Matematika TKA 2025 tertinggi:
- DI Yogyakarta: 43,09
- DKI Jakarta: 40,18
- Jawa Tengah: 39,16
- Jawa Timur: 38,15
- Bali: 37,92
Bagaimana Skor Matematika Indonesia di PISA 2025?
Gambaran mengenai kemampuan matematika juga terlihat dalam PISA 2025 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) pada 8 September 2026.
Siswa Indonesia berusia 15 tahun memperoleh rata-rata skor matematika sebesar 364 poin. Nilainya berada di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 463 poin.
Skor Indonesia juga turun 2 poin dari 366 pada PISA 2022. Namun, OECD mencatat perubahan tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, hasil 2025 lebih tepat disebut relatif tidak berubah dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya.
Persoalan yang lebih terlihat berada pada tingkat penguasaan kompetensi dasar. Hanya 17 persen siswa Indonesia mencapai Level 2 atau lebih tinggi dalam matematika. Sebagai perbandingan, rata-rata negara OECD mencapai 65 persen.
Pada Level 2, siswa setidaknya mampu mengenali bagaimana suatu situasi sederhana dapat direpresentasikan secara matematis tanpa instruksi langsung. Contohnya membandingkan total jarak dari dua rute atau mengonversi harga ke mata uang lain.
Sementara itu, hampir tidak ada siswa Indonesia yang mencapai Level 5 atau Level 6. Pada kedua level tertinggi tersebut, siswa dituntut mampu memodelkan situasi kompleks secara matematis serta memilih dan mengevaluasi strategi pemecahan masalah yang sesuai.
PISA 2025 dan TKA Menunjukkan Pola yang Serupa
Hasil TKA dan PISA tidak dapat dibandingkan secara langsung. Skala nilai, populasi peserta, tujuan, hingga desain kedua asesmen tersebut berbeda.
PISA menguji sampel siswa berusia 15 tahun untuk melihat kemampuan menerapkan pengetahuan dalam menghadapi persoalan dunia nyata. Pada 2025, sebanyak 14.168 siswa dari 419 sekolah di Indonesia mengikuti PISA. Sampel tersebut mewakili sekitar 4 juta siswa berusia 15 tahun di Indonesia.
Sementara itu, TKA merupakan tes terstandar yang mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu. TKA 2025 untuk jenjang pendidikan menengah atas bersifat tidak wajib dan diikuti peserta dari SMA, MA, SMK, Paket C, serta satuan pendidikan sederajat.
Karena itu, skor PISA 364 tidak dapat disandingkan secara matematis dengan nilai TKA 36,10.
Meski menggunakan pendekatan berbeda, keduanya memberikan sinyal yang searah. Rata-rata Matematika TKA berada di 36,10, sedangkan pada PISA hanya 17 persen siswa Indonesia mencapai kompetensi matematika Level 2 atau lebih tinggi.
Hasil tersebut menunjukkan tantangan kemampuan matematika tidak hanya tampak ketika siswa diuji berdasarkan capaian akademik sekolah melalui TKA, tetapi juga ketika kemampuan mereka dinilai dalam menerapkan matematika pada persoalan yang digunakan PISA. (IMR/D-1)
Ringkasan Hasil Matematika TKA dan PISA 2025
| Indikator | Hasil |
|---|---|
| Rata-rata Matematika TKA 2025 | 36,10 |
| Median Matematika TKA 2025 | 35,74 |
| Kuartil I TKA | 29,11 |
| Kuartil III TKA | 42,79 |
| Peserta Matematika TKA | 3.489.148 orang |
| Provinsi dengan rata-rata TKA tertinggi | DI Yogyakarta (43,09) |
| Provinsi dengan rata-rata TKA terendah | NTT (31,73) |
| Skor Matematika PISA 2025 Indonesia | 364 |
| Skor Matematika PISA 2022 Indonesia | 366 |
| Siswa Indonesia mencapai Level 2+ PISA | 17% |
| Rata-rata Level 2+ negara OECD | 65% |
FAQ Terkait TKA dan PISA 2025
Berapa rata-rata nilai Matematika TKA 2025?
Rata-rata nilai Matematika wajib dalam TKA 2025 sebesar 36,10. Sebanyak 3.489.148 peserta tercatat mengikuti mata pelajaran tersebut.
Provinsi mana dengan nilai Matematika TKA 2025 tertinggi?
DI Yogyakarta mencatat rata-rata Matematika TKA tertinggi sebesar 43,09, disusul DKI Jakarta 40,18 dan Jawa Tengah 39,16.
Berapa skor Matematika Indonesia dalam PISA 2025?
Rata-rata skor Matematika Indonesia dalam PISA 2025 sebesar 364 poin, dibandingkan rata-rata OECD sebesar 463 poin.
Apakah skor TKA 36,10 bisa dibandingkan dengan skor PISA 364?
Tidak. TKA dan PISA menggunakan skala, peserta, tujuan, dan metode asesmen yang berbeda. Keduanya lebih tepat digunakan untuk melihat pola capaian matematika, bukan membandingkan skor secara langsung.
Berapa persen siswa Indonesia yang memenuhi kompetensi minimum matematika PISA 2025?
Sebanyak 17 persen siswa Indonesia mencapai setidaknya Level 2 dalam matematika PISA 2025. Rata-rata OECD sebesar 65 persen.
Baca Negara Paling Jago Matematika di Asia Tenggara Versi PISA 2025, Indonesia Peringkat Berapa?













