Volume ekspor besi dan baja Indonesia mencapai 23,26 juta ton pada 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tersebut meningkat 11,19% dibandingkan 2024 yang sebanyak 20,92 juta ton.
Dari sisi nilai, ekspor besi dan baja Indonesia mencapai US$27,97 miliar pada 2025. Nilainya naik 8,41% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar US$25,8 miliar.
Pertumbuhan volume yang lebih tinggi dibandingkan nilainya menunjukkan bahwa peningkatan ekspor besi dan baja Indonesia pada 2025 lebih banyak ditopang oleh bertambahnya jumlah barang yang dikirim ke luar negeri.
Tren Ekspor Besi dan Baja Indonesia Meningkat sejak 2016
Volume dan nilai ekspor besi dan baja Indonesia cenderung meningkat sepanjang 2016-2025. Pada awal periode, volume ekspornya tercatat sebesar 2,51 juta ton dengan nilai US$1,83 miliar.
Sembilan tahun kemudian, volume ekspornya telah bertambah 20,75 juta ton atau 826,69% menjadi 23,26 juta ton. Dengan kata lain, volume ekspor besi dan baja Indonesia pada 2025 telah mencapai lebih dari sembilan kali lipat dibandingkan 2016.
Peningkatan lebih tinggi terlihat dari sisi nilai. Ekspor besi dan baja bertambah US$26,14 miliar atau 1.428,42% dari US$1,83 miliar pada 2016 menjadi US$27,97 miliar pada 2025. Nilainya telah mencapai lebih dari 15 kali lipat dalam periode tersebut.
China Kuasai 64,08% Ekspor Besi dan Baja Indonesia
China menjadi negara tujuan utama ekspor besi dan baja Indonesia pada 2025. Nilai ekspornya mencapai US$17,92 miliar atau setara dengan 64,08% dari total nasional.
Taiwan berada di posisi berikutnya dengan nilai ekspor sebesar US$1,81 miliar. Setelah itu, Vietnam dan India masing-masing mencatat nilai ekspor sebesar US$1,63 miliar.
Secara kumulatif, China, Taiwan, Vietnam, dan India menerima ekspor besi dan baja Indonesia senilai US$22,99 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 82,20% dari keseluruhan nilai ekspor komoditas tersebut pada 2025.
Italia menjadi negara tujuan berikutnya dengan nilai ekspor sebesar US$857,56 juta, disusul Malaysia US$711,88 juta dan Korea Selatan US$507,59 juta.
Sementara itu, nilai ekspor besi dan baja Indonesia ke Turki mencapai US$386,21 juta. Setelahnya terdapat Spanyol sebesar US$377,16 juta dan Thailand US$375,63 juta.
Sepuluh negara tujuan utama tersebut secara keseluruhan menerima ekspor besi dan baja Indonesia senilai US$26,21 miliar atau sekitar 93,69% dari total ekspor pada 2025. (RK/D-1)
Baca: Tujuan Ekspor Batubara Indonesia Maret 2026, India Tertinggi












