Jerman akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Curacao pada pertandingan perdana Grup E yang digelar di Houston Stadium, Minggu (14/6/2026). Di atas kertas, Die Nationalelf menjadi favorit kuat untuk mengamankan tiga poin.
Laga ini juga menjadi momen bersejarah bagi Curacao. Negara kepulauan di Karibia itu akan menjalani debutnya di putaran final Piala Dunia setelah berhasil lolos dari kualifikasi zona CONCACAF.
Dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang relatif kecil, Curacao tercatat sebagai negara terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia. Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola nasional mereka.
Namun, tantangan pertama yang dihadapi tidaklah ringan. Curacao harus berhadapan dengan Jerman, salah satu negara tersukses dalam sejarah turnamen ini.
Jerman Ingin Tinggalkan Catatan Buruk Dua Edisi Terakhir
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-21 Jerman di putaran final, terbanyak di antara negara-negara Eropa dan hanya kalah dari Brasil yang tampil 23 kali.
Jerman juga merupakan salah satu negara tersukses dalam sejarah kompetisi dengan koleksi empat gelar juara dunia. Jumlah tersebut hanya kalah dari Brasil yang memiliki lima trofi.
Meski demikian, performa Jerman dalam dua edisi terakhir jauh dari memuaskan. Mereka gagal lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2018 dan 2022.
Pelatih Julian Nagelsmann kini mendapat tugas mengembalikan reputasi Die Nationalelf sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia. Ia membawa skuad yang dipenuhi pemain berkualitas seperti Manuel Neuer, Joshua Kimmich, Jamal Musiala, Florian Wirtz, Kai Havertz, hingga Leroy Sane.
Salah satu pemain yang patut mendapat perhatian adalah Nick Woltemade. Penyerang muda tersebut menjadi pemain Jerman dengan kontribusi gol terbanyak pada fase kualifikasi dengan catatan empat gol dan satu assist.
Di sektor pertahanan, pengalaman Manuel Neuer juga akan menjadi aset berharga. Jika tampil pada laga ini, kiper Bayern Muenchen tersebut akan menyamai rekor tampil dalam lima edisi Piala Dunia, mengikuti jejak legenda Jerman Lothar Matthäus.
Curacao Membawa Mimpi Besar ke Panggung Dunia
Meski berstatus debutan, Curacao tidak datang tanpa modal. Mereka tampil impresif sepanjang kualifikasi CONCACAF. Curacao menjadi tim tersubur pada fase kualifikasi dengan torehan 28 gol. Mereka juga mencatat expected goals (xG) tertinggi dengan angka 22,9.
Performa tersebut tidak lepas dari kontribusi Juninho Bacuna yang menjadi motor permainan tim. Gelandang berusia 28 tahun itu menciptakan peluang terbanyak dari permainan terbuka dan menjadi pemain yang paling sering memperoleh pelanggaran sepanjang kualifikasi.
Selain Bacuna, Kenji Gorré juga menjadi pemain kunci setelah mencatat lebih dari tiga gol dan tiga assist selama perjalanan menuju Piala Dunia.
Pelatih Dick Advocaat turut mencuri perhatian. Pada usia 78 tahun, ia akan menjadi pelatih tertua yang pernah mendampingi tim dalam sejarah Piala Dunia.
Meski memiliki semangat tinggi, Curacao harus menghadapi kenyataan bahwa mereka belum pernah mengalahkan tim Eropa dalam pertandingan kompetitif besar. Pada laga uji coba terakhir melawan Skotlandia, Curacao bahkan kalah telak 1-4.
Prediksi Jerman vs Curacao
Perbedaan kualitas skuad, pengalaman, dan kedalaman pemain membuat Jerman jauh lebih diunggulkan pada pertandingan ini.
Simulasi superkomputer Opta menunjukkan Jerman memenangkan 90,7 persen dari 10.000 simulasi yang dijalankan sebelum pertandingan. Sebaliknya, peluang kemenangan Curacao hanya sebesar 3,6 persen.
Data tersebut menggambarkan besarnya kesenjangan kekuatan antara kedua tim. Curacao kemungkinan akan lebih banyak bertahan dan mengandalkan serangan balik, sementara Jerman diperkirakan mendominasi penguasaan bola sejak awal laga.
Jika mampu tampil efektif di depan gawang, Die Nationalelf berpeluang membuka turnamen dengan kemenangan meyakinkan sekaligus meningkatkan kepercayaan diri untuk menghadapi laga-laga berikutnya di Grup E.
Prediksi skor: Jerman 4-0 Curacao.
Baca: Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Favorit, Brasil Posisi Berapa? (13 Juni 2026)













