Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Sports

Prediksi Prancis Vs Inggris Piala Dunia 2026: Les Bleus Unggul

Prancis lebih diunggulkan mengalahkan Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Kedalaman skuad dan ketajaman lini depan Les Bleus menjadi pembeda, tetapi rotasi pemain membuat laga sulit diperkirakan.

by Raka Maheswara
18 July 2026
in Sports
Prediksi Prancis Vs Inggris: Les Bleus Diunggulkan Tutup Era Deschamps dengan Kemenangan

Prancis diunggulkan atas Inggris dalam perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 yang juga menjadi pertandingan terakhir Didier Deschamps bersama Les Bleus. (Sumber: Dataloka.id/ChatGPT)

Share on FacebookShare on Twitter

Prancis lebih diunggulkan ketika menghadapi Inggris pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026. Berdasarkan 25.000 simulasi prapertandingan superkomputer Opta, Les Bleus memiliki peluang 50,7 persen untuk menang dalam waktu normal.

Adapun peluang Inggris memenangi pertandingan mencapai 25,6 persen. Sementara itu, kemungkinan laga berakhir imbang hingga 90 menit berada di angka 23,7 persen.

READ ALSO

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun

Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa?

Prediksi Prancis vs Inggris tersebut memperlihatkan perbedaan cukup lebar di antara kedua tim. Meski demikian, pertandingan perebutan tempat ketiga kerap sulit dibaca karena dipengaruhi kondisi mental, kebugaran, dan keputusan pelatih dalam merotasi pemain.

Kedua tim sama-sama baru kehilangan kesempatan tampil di final. Prancis dikalahkan Spanyol dengan skor 0-2, sedangkan Inggris takluk 1-2 dari Argentina setelah sempat unggul lebih dahulu.

Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bahkan mengakui bahwa para pemain kedua tim sebenarnya tidak ingin berada dalam pertandingan ini. Mereka datang ke Piala Dunia untuk menjadi juara, bukan memperebutkan posisi ketiga.

Namun, situasi berbeda dihadapi Prancis. Laga tersebut akan menjadi pertandingan ke-187 sekaligus yang terakhir bagi Didier Deschamps sebagai pelatih Les Bleus. Karena itu, Prancis memiliki dorongan tambahan untuk menutup era Deschamps dengan kemenangan.

Prancis Perlu Mengembalikan Ketajaman

Prancis mencapai semifinal dengan mengandalkan kekuatan lini depan yang dihuni Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Michael Olise, dan sejumlah penyerang berkualitas lainnya. Akan tetapi, daya serang itu tidak terlihat ketika menghadapi Spanyol.

Les Bleus hanya menghasilkan expected goals atau xG sebesar 0,31 pada semifinal. Catatan tersebut menjadi angka terendah Prancis dalam sebuah pertandingan Piala Dunia sejak data tersedia.

Spanyol mampu memutus hubungan antara lini tengah dan barisan penyerang Prancis. Mbappe dan kawan-kawan akhirnya lebih sering menerima bola dalam posisi jauh dari gawang atau ketika ruang sudah tertutup.

Menghadapi Inggris, Prancis berpeluang memperoleh ruang yang lebih besar. The Three Lions memperlihatkan kecenderungan untuk bertahan terlalu dalam setelah unggul atas Argentina.

Dalam rentang sekitar 30 menit sejak gol Anthony Gordon hingga terciptanya gol penyeimbang Enzo Fernandez, Inggris hanya memiliki 12 persen penguasaan bola. Mereka menyerahkan inisiatif permainan kepada Argentina dan memberi Lionel Messi keleluasaan untuk mengatur serangan.

Pendekatan serupa akan berbahaya ketika menghadapi Prancis. Jika Inggris terlalu cepat menurunkan garis pertahanan, Mbappe, Dembele, ataupun pemain sayap lainnya akan mendapat kesempatan menyerang dari berbagai sisi.

Inggris Harus Lebih Berani Menguasai Bola

Inggris sebenarnya mampu bersaing dengan Argentina selama pertandingan berjalan seimbang. Masalah muncul setelah mereka unggul dan memilih melindungi keunggulan dengan bertahan semakin dekat ke kotak penalti.

Keputusan itu membuat jarak antara Harry Kane dan lini tengah semakin jauh. Inggris kehilangan kemampuan menahan bola di wilayah lawan sehingga serangan Argentina datang berulang kali.

Melawan Prancis, Inggris perlu lebih berani menjaga bola. Declan Rice dan Jude Bellingham harus membantu tim keluar dari tekanan, bukan hanya melindungi area di depan bek tengah.

Inggris juga perlu memanfaatkan ruang di belakang bek sayap Prancis. Anthony Gordon, Bukayo Saka, atau Marcus Rashford dapat menjadi ancaman jika memperoleh kesempatan berlari dalam situasi transisi.

Namun, susunan pemain akan sangat menentukan. Kedua pelatih diperkirakan melakukan rotasi sehingga kualitas permainan mungkin tidak langsung terlihat sejak awal.

Duel Mbappe dan Kane

Laga ini juga membuka peluang bagi Kylian Mbappe dan Harry Kane untuk menambah koleksi gol mereka di Piala Dunia.

Mbappe telah mengoleksi 20 gol dan berada di posisi kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Ia hanya tertinggal satu gol dari Lionel Messi.

Sementara itu, Kane telah mencetak 14 gol. Penyerang Inggris tersebut sejajar dengan Gerd Muller dan hanya berjarak satu gol dari Ronaldo Nazario.

Meski demikian, peran keduanya bergantung pada kemampuan tim mengalirkan bola ke area berbahaya. Mbappe membutuhkan ruang untuk melakukan akselerasi, sedangkan Kane akan lebih efektif apabila Inggris mampu menempatkan pemain di sekelilingnya.

Prediksi Prancis Vs Inggris

Secara kualitas individu dan kedalaman skuad, Prancis sedikit lebih unggul. Les Bleus juga memiliki motivasi untuk memberikan perpisahan yang layak kepada Deschamps, pelatih yang membawa mereka menjadi juara dunia pada 2018.

Catatan pertemuan turut memberikan kepercayaan diri kepada Prancis. Les Bleus memenangi pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia dengan skor 2-1 pada perempat final edisi 2022.

Inggris memang memenangi dua pertemuan pertama mereka dengan Prancis di Piala Dunia, yakni pada 1966 dan 1982. Namun, The Three Lions hanya meraih satu kemenangan dalam sembilan pertemuan terakhir melawan Les Bleus.

Inggris juga selalu kalah dalam dua penampilannya pada perebutan tempat ketiga Piala Dunia. Mereka takluk 1-2 dari Italia pada 1990 dan kalah 0-2 dari Belgia pada 2018.

Prancis diperkirakan lebih banyak menguasai wilayah permainan, sedangkan Inggris mencoba menyerang melalui transisi. Apabila Les Bleus mampu mengembalikan koneksi antara lini tengah dan lini depan, mereka memiliki peluang lebih besar untuk mengakhiri turnamen dengan kemenangan.

Namun, pertandingan dapat berubah apabila kedua tim melakukan rotasi besar. Dalam kondisi tersebut, efektivitas penyelesaian akhir dan motivasi pemain pengganti akan menjadi pembeda. (RK/D-1)

Baca: Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Kontrol La Roja Diuji Ketajaman Messi

 

 

Source: Opta
Tags: olahragaPiala Duniasepak bola

Related Posts

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun
Ekonomi

Dampak Ekonomi Piala Dunia 2026 di Indonesia Tembus Rp5,03 Triliun

21 July 2026
Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa
Sports

Daftar Negara dengan Gelar Piala Dunia Terbanyak, Spanyol Nomor Berapa?

20 July 2026
Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol
Sports

Daftar Top Skor Piala Dunia 2026, Mbappe Raih Sepatu Emas dengan 10 Gol

20 July 2026
Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar
Sports

Spanyol Juara, Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp895 Miliar

20 July 2026
Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Kontrol La Roja Diuji Ketajaman Messi
Sports

Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: Kontrol La Roja Diuji Ketajaman Messi

18 July 2026
Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Prancis Paling Diunggulkan Opta
Sports

Prediksi Juara Piala Dunia 2026, Prancis Paling Diunggulkan Opta

13 July 2026
Next Post
Penjualan BYD Semester I 2026 Naik 65%, Atto 1 Terlaris

Penjualan BYD Semester I 2026 Naik 65%, Atto 1 Terlaris

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Spider-Man: Brand New Day Jadi Film dengan Opening Weekend Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup US$360,09 Juta
Hiburan

Spider-Man: Brand New Day Jadi Film dengan Opening Weekend Terbesar Sepanjang Sejarah, Raup US$360,09 Juta

8 August 2026
Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Indonesia Capai 64.921 pada 2025, Terbanyak di Sulawesi Selatan
Humaniora

Jumlah Tenaga Kesehatan Masyarakat Indonesia Capai 64.921 pada 2025, Terbanyak di Sulawesi Selatan

7 August 2026
Jumlah Mahasiswa Baru Indonesia Capai 2,16 Juta pada 2025, Banten Terbanyak
Humaniora

Jumlah Mahasiswa Baru Indonesia Capai 2,16 Juta pada 2025, Banten Terbanyak

7 August 2026
Produksi Kopi Indonesia Capai 832.675 Ton pada 2025, Sumatra Selatan Terbesar
Ekonomi

Produksi Kopi Indonesia Capai 832.675 Ton pada 2025, Sumatra Selatan Terbesar

6 August 2026
DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Tertinggi pada Maret 2026
Ekonomi

DKI Jakarta Jadi Provinsi dengan Ketimpangan Tertinggi pada Maret 2026

6 August 2026
Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar
Humaniora

Status Perkawinan Penduduk Indonesia Semester I 2026, Kawin Jadi Kelompok Terbesar

6 August 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Infografik
  • Politik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.