Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Berita

Toco dan J&T Express Gelar Seller Academy, Seller Soroti Tingginya Biaya Marketplace

Toco bersama J&T Express menggelar Seller Academy perdana untuk UMKM. Dalam diskusi, sejumlah seller menilai biaya yang dibebankan marketplace saat ini terlalu tinggi dan membutuhkan alternatif yang lebih ramah bagi pelaku usaha.

by Raka Maheswara
4 June 2026
in Berita
Toco dan J&T Express Gelar Seller Academy, Seller Soroti Tingginya Biaya Marketplace

Platform marketplace Toco bersama J&T Express menggelar Toco Seller Academy perdana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta seller yang ingin meningkatkan kemampuan berjualan secara daring. (Sumber: Toco)

Share on FacebookShare on Twitter

Platform marketplace Toco bersama J&T Express menggelar Toco Seller Academy perdana bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta seller yang ingin meningkatkan kemampuan berjualan secara daring. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, itu dikemas dalam bentuk workshop dan diskusi interaktif.

Puluhan seller dari berbagai kategori produk mengikuti kegiatan tersebut. Selain mendapatkan materi mengenai strategi penjualan online, peserta juga berbagi pengalaman dan berdiskusi mengenai perkembangan industri e-commerce di Indonesia.

READ ALSO

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

Founder & CEO Toco, Arnold Sebastian Egg, mengatakan Toco Seller Academy merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memahami kebutuhan seller sekaligus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Kita tidak membuat sesuatu berdasarkan apa yang kita mau. Kita selalu bertanya kepada seller terlebih dahulu, apa yang mereka perlukan untuk bisa berjualan lebih mudah dan membangun bisnis yang lebih sehat. Dari masukan mereka itulah fitur-fitur dan program yang kita hadirkan,” ujarnya.

Menurut Arnold, program tersebut tidak berhenti pada pelatihan tatap muka. Setelah mengikuti kegiatan, para peserta akan bergabung dalam komunitas khusus yang memungkinkan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin benar-benar mendampingi mereka. Setelah acara ini, para seller akan masuk ke grup komunitas sehingga komunikasi bisa terus berjalan. Jika ada kendala atau kebutuhan tertentu, mereka bisa langsung menyampaikannya kepada kami,” jelas Arnold.

Menjadi Alternatif Baru bagi Seller

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Marketplace Expert yang dikenal dengan nama Om Botak, menyoroti tantangan yang dihadapi seller di berbagai marketplace. Menurut dia, banyak pelaku usaha yang terlalu bergantung pada trafik yang disediakan platform sehingga kurang terbiasa membangun basis pelanggan secara mandiri.

“Seller marketplace sekarang sudah terlalu nyaman dengan traffic yang diberikan platform. Akibatnya, mereka tidak terbiasa membangun traffic sendiri maupun memiliki database pelanggan sendiri. Ketika mencoba platform baru, banyak yang kesulitan karena masih mengharapkan traffic dari marketplace,” katanya.

Ia menilai model bisnis yang ditawarkan Toco memberikan alternatif bagi seller untuk membangun usaha yang lebih sehat tanpa dibebani biaya yang besar. “Sebagai seller lama, saya melihat Toco seperti mengingatkan saya pada masa awal marketplace belasan tahun lalu. Seller bisa memiliki hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan dan tidak dibebani berbagai potongan yang besar,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Om Botak juga menyinggung biaya yang selama ini dikenakan kepada seller oleh sejumlah marketplace. “Kalau dari sisi seller, menurut saya marketplace seharusnya tidak semahal itu. Harusnya marketplace enggak semahal itu,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Arnold kembali menegaskan komitmen Toco untuk menghadirkan platform yang lebih ramah bagi UMKM. “Harga yang benar itu 0%. Tanpa potongan penjualan. Seharusnya seperti itu,” ujar Arnold.

J&T Express Dukung Pertumbuhan UMKM

Dukungan terhadap penyelenggaraan Toco Seller Academy juga datang dari J&T Express yang menjadi mitra logistik strategis Toco. Marketing Manager J&T Express, Albertus Stefan, mengatakan pihaknya melihat Toco menghadirkan pendekatan yang berbeda dibandingkan marketplace pada umumnya sehingga layak mendapatkan dukungan.

“Konsep yang dibawa Toco ini sesuatu yang baru dan berbeda dibanding marketplace lain. Sebagai perusahaan logistik, kami tentu mendukung setiap upaya yang bisa mendorong UMKM bertumbuh dan meningkatkan daya beli masyarakat,” kata Albertus.

Ia menambahkan J&T Express akan terus mendukung pengembangan ekosistem Toco, baik dari sisi seller, platform, maupun pembeli agar pertumbuhan bisnis dapat dirasakan seluruh pihak yang terlibat.

Jumlah Seller Mendekati 300.000

Di tengah persaingan industri e-commerce yang semakin ketat, Toco mencatat pertumbuhan jumlah seller yang terus meningkat. Perusahaan menyebut jumlah seller yang bergabung saat ini telah mendekati 300.000 dengan jutaan produk yang terdaftar di platform tersebut.

Melihat tingginya antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana, Toco berencana menjadikan Seller Academy sebagai program rutin yang digelar setiap bulan dan secara bertahap menjangkau berbagai kota di Indonesia.

Arnold mengatakan perusahaan tidak hanya berfokus pada kota-kota besar, tetapi juga ingin menjangkau kota tier 2 dan tier 3 yang dinilai membutuhkan lebih banyak dukungan untuk berkembang di era digital.

“Semua orang fokus ke kota tier 1, padahal menurut saya kota tier 2 dan tier 3 justru membutuhkan lebih banyak dukungan. Karena itu kami ingin membawa program ini ke berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.

Melalui Toco Seller Academy, perusahaan berharap para pelaku UMKM memiliki lebih banyak pilihan dalam menjalankan bisnis online yang sehat dan berkelanjutan.

“Harapan saya sederhana, mereka memiliki pilihan yang lebih baik untuk berjualan. Karena pada akhirnya yang paling penting adalah membantu UMKM membangun bisnis yang sehat dan terus bertumbuh,” tutup Arnold.

Selain dihadiri Founder & CEO Toco dan perwakilan J&T Express, kegiatan Toco Seller Academy juga menghadirkan sesi berbagi pengalaman bersama Danidjidat selaku owner toko Sawback serta Georgie yang menjabat sebagai Senior Product Manager Toco. (ADV/RK/D-1)

Baca: Buyer Toco Nilai Biaya Layanan Rp2.000 Lebih Ringan dan Transparan, sekaligus Dukung UMKM

Source: Toco
Tags: digitalMarketplaceToco

Related Posts

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring
Berita

Toco Academy Volume 4 Digelar di Bogor, Dorong UMKM Lebih Mandiri Berjualan Daring

2 October 2026
Mau Masuk Akuntansi, Informatika, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027
Berita

Mau Masuk Akuntansi, IT, Bisnis, atau Farmasi? Ini Mapel TKA yang Perlu Dipertimbangkan untuk SNBP 2027

25 September 2026
Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP
Berita

Pendaftaran TKA 2026 Tutup 27 September, Jangan Salah Pilih 2 Mapel untuk SNBP

18 September 2026
Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia
Berita

Matematika Jadi Masalah dari SD hingga SMA? Ini Potret Nilai TKA Siswa Indonesia

18 September 2026
Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026
Berita

Soal TKA Bukan Hafalan, Ini Kisi-kisi dan Model Soal Matematika 2026

18 September 2026
Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026
Berita

Meet the Young Talents: Quinn Salman hingga Etenia Croft Warnai IIME 2026

17 September 2026
Next Post
Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus US$269,8 Miliar pada 2025, China Jadi Tujuan Utama

Ekspor Nonmigas Indonesia Tembus US$269,8 Miliar pada 2025, China Jadi Tujuan Utama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.