Usia pengguna TikTok masih didominasi oleh kelompok usia produktif. Berdasarkan We Are Social, kelompok usia 25–34 tahun mencatat proporsi terbesar dibandingkan kelompok usia lainnya.
Secara rinci, pengguna berusia 25–34 tahun menyumbang 41,6% dari total audiens, terdiri atas 18,6% perempuan dan 23,0% laki-laki. Angka ini menjadikan kelompok tersebut sebagai kontributor utama dalam basis pengguna TikTok.
Kelompok usia 18–24 tahun berada di posisi berikutnya dengan total 23,5%, yang terdiri dari 11,4% perempuan dan 12,1% laki-laki. Sementara itu, pengguna berusia 35–44 tahun tercatat sebesar 16,8%, dengan rincian 8,0% perempuan dan 8,8% laki-laki.
Adapun kelompok usia yang lebih tua memiliki proporsi lebih kecil. Pengguna berusia 45–54 tahun mencakup 9,3% dari total audiens, sedangkan usia 55 tahun ke atas sebesar 8,9%.
Jika dilihat secara keseluruhan, proporsi pengguna laki-laki sedikit lebih tinggi dibandingkan perempuan, yakni sekitar 52,8% berbanding 47,3%.
Dominasi kelompok usia 25–34 tahun menunjukkan bahwa TikTok semakin kuat sebagai platform utama bagi generasi muda dan dewasa awal. Dengan basis pengguna terbesar berada pada usia produktif, platform ini menjadi ruang strategis bagi brand, kreator, maupun pelaku bisnis untuk menjangkau audiens yang aktif dan memiliki daya konsumsi tinggi. (RK/D-1)
(Baca: Indonesia Jadi Negara Pengguna TikTok Terbanyak April 2026)












