Laga Tottenham vs Arsenal pada derbi London Utara akhir pekan ini menghadirkan pertaruhan besar di dua ujung klasemen Liga Inggris. Di satu sisi, Arsenal tengah berupaya menjaga asa juara. Di sisi lain, Tottenham berusaha menjauh dari ancaman zona degradasi di bawah manajer baru.
Superkomputer Opta menempatkan Arsenal sebagai favorit kuat. Dari seluruh simulasi prapertandingan, The Gunners menang dalam 60,1% skenario. Sementara itu, Tottenham hanya mencatat peluang kemenangan 19,3% dan 20,7% sisanya berakhir imbang.
Tekanan untuk Spurs dan Debut Igor Tudor
Tottenham hanya berjarak lima poin dari zona degradasi setelah delapan laga tanpa kemenangan (empat imbang, empat kalah). Mereka juga menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang belum meraih kemenangan sepanjang 2026, dengan awal tahun terburuk sejak 1994.
Igor Tudor menggantikan Thomas Frank hingga akhir musim. Catatan awal Tudor terbilang impresif. Ia selalu memenangi laga pertama dalam lima periode kepelatihannya sebelumnya bersama Hajduk Split, Hellas Verona, Marseille, Lazio, dan Juventus.
Namun, sejarah tak sepenuhnya berpihak pada Spurs. Satu-satunya manajer Tottenham yang menjalani debut melawan Arsenal sebelumnya, Glenn Hoddle, kalah 1-2 pada semifinal Piala FA 2001.
Arsenal di Bawah Tekanan Persaingan Gelar
Arsenal sempat berada dalam posisi nyaman dalam perburuan gelar. Namun, dua hasil imbang beruntun setelah sempat unggul membuat jarak mereka berpotensi terpangkas menjadi dua poin jika Manchester City menang atas Newcastle.
Saat melawan Wolves, Arsenal sempat memiliki probabilitas kemenangan 98,1% setelah unggul 2-0, tetapi harus puas dengan hasil imbang. Sepanjang 2026, Arsenal telah kehilangan tujuh poin dari posisi unggul, hanya kalah dari Crystal Palace dan West Ham (keduanya delapan poin).
Meski demikian, superkomputer Opta masih memberi Arsenal peluang juara 79,7%, meski angka itu terus menurun. Kabar positif datang dari perpanjangan kontrak jangka panjang Bukayo Saka, yang mengakhiri paceklik gol 15 laga saat dimainkan sebagai nomor 10.
Rekor Pertemuan: Arsenal Dominan
Arsenal memenangi enam dari tujuh laga terakhir Liga Inggris melawan Tottenham (satu imbang), termasuk empat kemenangan beruntun. Mereka terakhir kali mencatat lima kemenangan liga berturut-turut atas Spurs pada periode 1987–1989.
Dalam laga kandang melawan Arsenal, Tottenham juga kalah dalam tiga pertemuan terakhir. Jumlah itu menyamai total kekalahan mereka dalam 23 laga kandang sebelumnya melawan rival sekota tersebut.
Secara umum, Arsenal tampil solid dalam derbi London. Sejak kalah dari Spurs pada Mei 2022, mereka hanya sekali kalah dalam 21 laga tandang liga melawan sesama klub London (14 menang, 6 imbang).
Mikel Arteta mencatat rasio kemenangan 60,3% dalam derby London Liga Inggris (41 menang dari 68 laga), tertinggi di antara pelatih dengan minimal 20 pertandingan.
Kondisi Skuad
Tottenham masih tanpa kapten Cristian Romero yang menjalani larangan empat pertandingan. Beberapa nama lain seperti Lucas Bergvall, Mohammed Kudus, Rodrigo Bentancur, Dejan Kulusevski, dan Destiny Udogie juga absen. Pedro Porro dan Richarlison berpeluang kembali.
Sementara itu, Arsenal berpotensi diperkuat kembali oleh Kai Havertz dan Martin Ødegaard, sedangkan Mikel Merino absen jangka panjang. (RK/D-1)
Prediksi Line Up Spurs vs Arsenal
Tottenham
- Guglielmo Vicario; Archie Gray, Radu Dragusin, Micky van de Ven, Djed Spence; Yves Bissouma, Pape Sarr, Conor Gallagher; Xavi Simons, Randal Kolo Muani, Dominic Solanke.
Pelatih: Igor Tudor.
Arsenal
- David Raya; Jurriën Timber, William Saliba, Gabriel Magalhães, Piero Hincapié; Martín Zubimendi, Declan Rice; Noni Madueke, Bukayo Saka, Gabriel Martinelli; Viktor Gyökeres.
Pelatih: Mikel Arteta.
(Baca: 10 Pemain Sepak Bola dengan Gaji Tertinggi di Liga Inggris Musim 2025/2026)













