Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Infografik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Memahami Siklus 33 Tahun Ramadan dan Pergeseran Awal Ramadan hingga 2057

Siklus 33 tahun Ramadan membuat awal puasa terus bergeser 10–12 hari lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi. Pola ini menyebabkan Ramadan berpindah musim dan bahkan dapat terjadi dua kali dalam satu tahun.

by Raka Maheswara
21 February 2026
in Humaniora
Memahami Siklus 33 Tahun Ramadan dan Pergeseran Awal Ramadan hingga 2057

Perbedaan panjang tahun Hijriah dan Masehi membentuk siklus 33 tahun Ramadan yang menggeser awal puasa dari Februari hingga kembali ke Maret pada 2057. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Fenomena bergesernya awal bulan puasa dari tahun ke tahun merupakan bagian dari siklus 33 tahun Ramadan, yakni pola pergerakan tanggal 1 Ramadan yang maju sekitar 10–12 hari setiap tahun dalam kalender Masehi.

Hal ini terjadi karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan dengan panjang tahun sekitar 354 hari, lebih pendek 11 hari apabila dibandingkan dengan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.

READ ALSO

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

Selisih tersebut membuat Ramadan tidak terikat pada satu musim tertentu. Dalam kurun sekitar tiga dekade, bulan puasa akan bergerak dari awal tahun menuju pertengahan, lalu ke akhir tahun, sebelum kembali lagi mendekati posisi semula.

Dalam proyeksi kalender, awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 18 Februari. Di Indonesia, pemerintah menetapkan 1 Ramadan pada 19 Februari 2026 setelah sidang isbat digelar pada 17 Februari. Setelah itu, pergeseran awal Ramadan terus berlangsung, yakni 8 Februari 2027, 28 Januari 2028, dan 16 Januari 2029.

Ramadan Dua Kali dalam Setahun

Akumulasi selisih hari tersebut juga memunculkan peristiwa yang relatif jarang. Pada 2030, Ramadan diperkirakan hadir dua kali dalam satu tahun Masehi, yakni pada 5 Januari dan kembali pada 26 Desember 2030. Kejadian ini merupakan konsekuensi matematis dari perbedaan panjang tahun Hijriah dan Masehi.

Perubahan posisi Ramadan dalam kalender Masehi turut memengaruhi durasi puasa di berbagai kawasan dunia. Ketika Ramadan berlangsung pada pertengahan tahun, seperti yang diproyeksikan pada 24 Juni 2047, wilayah belahan bumi utara mengalami durasi siang yang lebih panjang sehingga waktu berpuasa bertambah. Sebaliknya, di belahan bumi selatan, durasi siang lebih singkat.

Situasi berbalik ketika Ramadan jatuh pada akhir tahun, seperti 15 Desember 2031. Pada periode tersebut, durasi siang di belahan bumi utara lebih pendek, sedangkan di belahan bumi selatan menjadi lebih panjang. Jika ditarik sepanjang rentang 2026–2057, pergerakan awal Ramadan membentuk pola yang konsisten sebagai berikut.

Siklus 33 Ramadan 2026 hingga 2057

  • 2026: 19 Februari
  • 2027: 8 Februari
  • 2028: 28 Januari
  • 2029: 16 Januari
  • 2030: 5 Januari dan 26 Desember
  • 2031: 15 Desember
  • 2032: 4 Desember
  • 2033: 23 November
  • 2034: 12 November
  • 2035: 1 November
  • 2036: 20 Oktober
  • 2037: 10 Oktober
  • 2038: 30 September
  • 2039: 19 September
  • 2040: 7 September
  • 2041: 28 Agustus
  • 2042: 17 Agustus
  • 2043: 6 Agustus
  • 2044: 26 Juli
  • 2045: 15 Juli
  • 2046: 5 Juli
  • 2047: 24 Juni
  • 2048: 12 Juni
  • 2049: 2 Juni
  • 2050: 22 Mei
  • 2051: 11 Mei
  • 2052: 30 April
  • 2053: 20 April
  • 2054: 9 April
  • 2055: 29 Maret
  • 2056: 17 Maret
  • 2057: 6 Maret

Pada 2057, Ramadan kembali mendekati awal Maret. Pola ini menegaskan bahwa pergeseran tanggal puasa bukan anomali, melainkan bagian dari mekanisme kalender lunar yang membentuk siklus 33 tahun Ramadan secara berulang. (RK/D-1)

(Baca: Kupang hingga Jakarta, Ini 10 Kota dengan Durasi Puasa Terlama di Indonesia pada 2026)

Source: Aljazeera
Tags: IbadahIslamMuslimPuasaRamadan

Related Posts

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026
Next Post
Pemprov DKI Jakarta Buka Gelombang Kedua Program Mudik Gratis, Perluas Jangkauan Tujuan

Pemprov DKI Jakarta Buka Gelombang Kedua Program Mudik Gratis, Perluas Jangkauan Tujuan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT
Humaniora

Lulusan UGM Bergaji Median Rp6 Juta, Seberapa Sulit Masuk Jurusan Favorit lewat SNBT?

9 October 2026
Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT
Humaniora

Fakultas Bergaji Tinggi di UI, Seberapa Sulit Jurusannya Masuk lewat SNBT?

9 October 2026
Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027 - Ini Data Murid yang Mengulang di Indonesia
Humaniora

Siswa Tak Otomatis Naik Kelas pada 2027? Ini Data Murid yang Mengulang Kelas di Indonesia

9 October 2026
Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus
Humaniora

Jurusan ITB Bergaji di Atas Rp10 Juta, Mana yang Paling Mudah Ditembus?

9 October 2026
UI, UGM, ITB, atau IPB Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan
Humaniora

UI, UGM, ITB, atau IPB: Kampus Mana yang Punya Bidang Paling Banyak Dilirik Perusahaan?

9 October 2026
Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB
Humaniora

Gaji Tinggi atau Cepat Kerja? Bandingkan Prospek Lulusan 10 Jurusan ITB

8 October 2026

Berlangganan Data Premium GRATIS

    Dapatkan insight terkini dari dataloka.id, Berlangganan GRATIS.

    • Tentang Kami
    • Hubungi Kami
    • Tim Kami
    • Iklan
    • Pedoman Pemberitaan
    • Karier

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

    Welcome Back!

    Login to your account below

    Forgotten Password?

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.

    Log In

    Add New Playlist

    No Result
    View All Result
    • Berita
    • Ekonomi
    • Politik
    • Sports
    • Humaniora
    • Hiburan
    • Infografik

    © 2026 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.