Fenomena gerhana matahari cincin 17 Februari 2026 akan menjadi gerhana pembuka tahun 2026. Peristiwa yang bertepatan dengan perayaan Imlek ini menampilkan cincin api di siang hari.
Namun, gerhana matahari cincin ini hanya dapat disaksikan oleh pengamat yang berada di Antarktika, tepatnya di Stasiun Concordia, pangkalan riset Perancis-Italia.
Dilansir dari laman Langitselatan.com, selain gerhana cincin, sebagian wilayah dunia juga akan mengalami gerhana matahari sebagian. Wilayah yang bisa menyaksikan gerhana sebagian meliputi selatan Argentina, Chile, dan selatan Afrika, termasuk negara-negara seperti Botswana, Eswatini, dan Lesoto.
Lalu, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Namibia, Seychelles, Afrika Selatan, Tanzania, Zambia, dan Zimbabwe. Beberapa wilayah di Samudra Hindia dan Antarktika Prancis juga tercakup dalam jalur gerhana sebagian ini.
Menurut catatan astronomi, kontak pertama gerhana matahari sebagian akan terjadi pada pukul 16.56 WIB, sedangkan kontak terakhir tercatat pada pukul 21.27 WIB.
Sementara itu, gerhana matahari cincin 17 Februari 2026 dimulai pukul 18.42 WIB, dengan puncak gerhana saat cincin api muncul di langit pada pukul 19.12 WIB. Peristiwa ini berakhir pada pukul 19.41 WIB sehingga durasi gerhana cincin di Antarktika berlangsung selama 2 menit 5 detik.
Fenomena ini menjadi momen langka yang menarik perhatian para ilmuwan dan pengamat langit di seluruh dunia, meski akses pengamatan langsung terbatas pada lokasi tertentu. (RK/D-1)
Daftar Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Gerhana Cincin
- Stasiun Concordia, Antarktika
Gerhana Sebagian
- Argentina, Botswana, Chile, Komoros, Eswatini, Lesoto, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mayotte, Mozambik, Namibia, Reunion, Seychelles, Afrika Selatan, Georgia Selatan dan Kepulauan Sandwich Selatan, Tanzania, Zambia, Zimbabwe, Daratan Selatan, Antarktika Prancis, Wilayah Samudra Hindia Britania Raya
(Baca: Kota dengan Durasi Puasa Ramadan Tersingkat di Dunia 2025)













