Dataloka.id
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Humaniora

Media Arus Utama Terdesak Konten Kreator, Ini Strategi Bertahan Perusahaan Media Global

Survei Reuters Institute mengungkap 70% perusahaan media global khawatir pembaca beralih ke konten kreator. Media pun menyiapkan berbagai strategi untuk bertahan di tengah perubahan lanskap digital.

by Raka Maheswara
18 January 2026
in Humaniora
Media Arus Utama Terdesak Konten Kreator, Ini Strategi Bertahan Perusahaan Media Global

Perusahaan media global menghadapi tantangan besar dari menjamurnya konten kreator dan influencer yang kian dipercaya audiens. (Sumber: Freepik)

Share on FacebookShare on Twitter

Menjamurnya konten kreator dan influencer di berbagai platform digital menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan perusahaan media. Fenomena ini dinilai berpotensi menggerus minat pembaca terhadap produk jurnalistik konvensional yang selama ini menjadi andalan media arus utama.

Berdasarkan hasil survei Reuters Institute, sebanyak 70% responden dari perusahaan media global mengaku khawatir konten kreator dapat mengambil perhatian audiens dari konten media tradisional. Kekhawatiran ini muncul seiring meningkatnya kepercayaan publik terhadap konten yang diproduksi secara personal, cepat, dan dekat dengan keseharian audiens.

READ ALSO

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

Tak hanya soal pembaca, ancaman lain juga datang dari sisi sumber daya manusia. Sebanyak 39% responden menyatakan khawatir kehilangan talenta editorial terbaik mereka. Para jurnalis dinilai semakin tertarik beralih menjadi konten kreator karena tawaran fleksibilitas kerja serta potensi pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan bekerja di ruang redaksi konvensional.

Menghadapi perubahan tersebut, perusahaan media mulai mengubah pendekatan. Mayoritas responden, atau sekitar 76%, menyebutkan bahwa media kini mendorong para jurnalis untuk berperan layaknya konten kreator. Artinya, jurnalis tidak hanya menulis berita, tetapi juga membangun personal branding, aktif di media sosial, serta berinteraksi langsung dengan audiens.

Selain itu, kolaborasi menjadi strategi lain yang banyak dipilih. Sekitar 50% perusahaan media menyatakan akan bekerja sama dengan konten kreator, terutama dalam proses distribusi konten agar jangkauan pembaca semakin luas. Langkah ini dinilai efektif untuk menembus ekosistem platform digital yang didominasi algoritma.

Sementara itu, 31% responden berencana merekrut konten kreator secara langsung. Strategi ini ditujukan untuk menjangkau audiens muda yang cenderung lebih akrab dengan format konten visual, video pendek, dan gaya komunikasi yang santai.

Tidak sedikit pula perusahaan media yang mengambil langkah lebih jauh. Sebanyak 28% responden mengaku memiliki inisiatif membentuk kerja sama bisnis atau joint venture, seperti mendirikan studio kreator. Studio ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara jurnalisme dan industri kreatif digital.

Namun, di tengah berbagai opsi tersebut, masih ada perusahaan media yang belum menemukan arah. Sebanyak 8% responden mengaku belum mengetahui langkah strategis apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi gelombang konten kreator yang kian masif.

Survei ini melibatkan 280 responden dari 51 negara. Mereka berasal dari berbagai posisi strategis, mulai dari pemimpin redaksi, editor eksekutif, CEO, direktur pelaksana, hingga kepala inovasi di perusahaan media tradisional maupun digital. Survei dilakukan pada periode 18 November hingga 20 Desember 2025.

Temuan ini menunjukkan bahwa persaingan antara media arus utama dan konten kreator bukan lagi sekadar wacana. Perusahaan media dituntut untuk beradaptasi, berinovasi, dan menemukan keseimbangan antara nilai jurnalistik dan tuntutan ekosistem digital yang terus berubah. (RK/D-1)

(Baca: Medsos Terpopuler di Dunia Oktober 2025: WhatsApp Ungguli Instagram dan Facebook)

Source: Reuters Institute
Tags: AIBeritaContent CreatorjurnalismediaMedia Massamedia sosial

Related Posts

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026: SMK Tertinggi di Tengah Tren Penurunan Nasional
Humaniora

Tingkat Pengangguran Terbuka Berdasarkan Tingkat Pendidikan Februari 2026, SMK Tertinggi

6 May 2026
Next Post
Data Aduan Komnas HAM 2025, Konflik Agraria dan Aparat Negara Masih Dominan

Data Aduan Komnas HAM 2025, Konflik Agraria dan Aparat Negara Masih Dominan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima-resized-to-large
Humaniora

Negara Penerima MBG Terbanyak di Dunia 2025, Indonesia Peringkat Kedua dengan 61 Juta Penerima

12 May 2026
Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah
Humaniora

Kemampuan Berbahasa Masyarakat Indonesia 2025, Dominasi Bahasa Nasional dan Tantangan Bahasa Daerah

11 May 2026
20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna Twitter (X) Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Lima Besar

11 May 2026
Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar
Humaniora

20 Negara Pengguna YouTube Terbanyak di Dunia April 2026, Indonesia Masuk Tiga Besar

9 May 2026
Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi
Humaniora

Jumlah Penduduk Indonesia SUPAS 2025 Mencapai 284,67 Juta Jiwa, Jawa Masih Jadi Pusat Populasi

9 May 2026
Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih
Berita

Perbedaan LPG dan CNG, Memahami CNG sebagai Energi Alternatif yang Lebih Bersih

6 May 2026

Categories

  • Berita
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Global
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Politik
  • Ruang Akademik
  • Sports
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Tim Kami
  • Iklan
  • Pedoman Pemberitaan
  • Karier

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Berita
  • Ekonomi
  • Politik
  • Sports
  • Humaniora
  • Hiburan
  • Ruang Akademik

© 2025 Dataloka - Jelajahi Dunia dengan Data. Supported by Ersen Media.