Memilih jurusan kuliah tidak hanya berkaitan dengan minat, tetapi juga bidang pekerjaan yang dapat dimasuki setelah lulus. Sejumlah jurusan menawarkan spektrum karier yang relatif luas karena keilmuannya digunakan di berbagai sektor industri.
Bidang teknologi dan rekayasa menjadi salah satunya. Perkembangan digitalisasi, pembangunan infrastruktur, energi, manufaktur, hingga pengolahan sumber daya membuat lulusan dari berbagai bidang teknik dapat bekerja pada beragam jenis perusahaan.
QS World University Rankings by Subject 2026 dapat menjadi salah satu referensi untuk melihat perguruan tinggi yang memiliki kekuatan pada masing-masing bidang tersebut. Pemeringkatan QS 2026 mencakup 55 disiplin ilmu yang dikelompokkan ke dalam lima rumpun besar.
Perlu dicatat, peringkat QS bukan pemeringkatan prospek kerja atau besaran gaji lulusan. Daftar berikut menggunakan QS untuk menunjukkan kampus Indonesia yang unggul secara akademik pada bidang yang memiliki jalur karier luas.
Informatika hingga Teknik Punya Jalur Karier Luas
Bidang Computer Science and Information Systems mencakup teori komputasi, pengembangan perangkat lunak, pengelolaan data, teknologi digital, dan sistem informasi. Keilmuan tersebut digunakan dalam berbagai sektor, mulai dari perbankan, teknologi, telekomunikasi, perdagangan elektronik hingga pemerintahan.
Dalam QS WUR by Subject 2026, Universitas Indonesia menjadi kampus Indonesia dengan posisi tertinggi pada Computer Science and Information Systems. UI berada di kelompok 251–300 dunia.
Sementara itu, ITB mendominasi sejumlah bidang teknik. Kampus yang berlokasi di Bandung tersebut menjadi nomor satu di Indonesia untuk Teknik Kimia, Teknik Sipil dan Struktur, Teknik Elektro dan Elektronik, serta Teknik Mesin, Aeronautika, dan Manufaktur.
Teknik Perminyakan dan Pertambangan ITB Masuk 100 Besar Dunia
Posisi paling tinggi justru dicatatkan ITB pada bidang yang berkaitan dengan sumber daya mineral dan energi.
Mineral & Mining Engineering serta Petroleum Engineering ITB sama-sama berada pada kelompok 51–100 dunia dalam QS WUR by Subject 2026. Keduanya juga menempati posisi pertama di Indonesia.
Adapun Teknik Kimia ITB berada pada kelompok 201–250 dunia. Teknik Sipil dan Struktur berada di kelompok 201–275 dunia.
Untuk Teknik Elektro dan Elektronik serta Teknik Mesin, Aeronautika, dan Manufaktur, ITB sama-sama menempati kelompok 251–300 dunia.
Capaian tersebut membuat bidang rekayasa menjadi salah satu kekuatan utama ITB. Pada rumpun besar Engineering & Technology, ITB berada di peringkat 216 dunia pada 2026, naik dari peringkat 282 pada tahun sebelumnya.
Bagaimana QS Menilai Jurusan Teknik?
QS tidak hanya menilai reputasi akademik perguruan tinggi.
Untuk rumpun Engineering & Technology secara umum, QS menggunakan lima indikator, yakni academic reputation 40 persen, employer reputation 30 persen, citations per paper 10 persen, H-index 10 persen, dan international research network 10 persen.
Bobot pada setiap disiplin dapat berbeda. Misalnya, Computer Science, Teknik Kimia, Teknik Elektro, serta Teknik Mesin menggunakan bobot reputasi akademik 40 persen dan reputasi pemberi kerja 30 persen.
Besarnya bobot employer reputation membuat persepsi pemberi kerja ikut berkontribusi terhadap posisi perguruan tinggi dalam pemeringkatan tersebut. Namun, indikator itu tetap tidak dapat diartikan sebagai jaminan bahwa setiap lulusan akan langsung memperoleh pekerjaan atau mendapatkan gaji tertentu. (RK/D-1)
FAQ
Jurusan apa yang memiliki prospek kerja luas?
Ilmu Komputer/Informatika serta berbagai bidang teknik memiliki jalur karier di banyak sektor. Namun, peluang kerja setiap lulusan tetap dipengaruhi kompetensi, pengalaman, lokasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kebutuhan industri.
Kampus teknik terbaik di Indonesia versi QS 2026 apa?
ITB menempati posisi pertama di Indonesia pada sejumlah disiplin teknik dalam QS WUR by Subject 2026, termasuk Teknik Kimia, Sipil, Elektro, Mesin, Pertambangan, dan Perminyakan.
Apakah QS menilai gaji lulusan?
Tidak. QS WUR by Subject tidak secara langsung menggunakan besaran gaji lulusan sebagai indikator. Salah satu indikatornya adalah reputasi perguruan tinggi di kalangan pemberi kerja.
Baca: 10 Kampus Indonesia Terbaik untuk Karier Versi QS 2027, UI, ITB, atau UGM?













