National University of Singapore (NUS) menjadi universitas terbaik di Asia Tenggara untuk bidang hukum berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026.
NUS berada di peringkat keenam dunia dalam bidang Law & Legal Studies. Kampus tersebut memperoleh skor keseluruhan 91,8 poin, naik empat posisi dibandingkan peringkat ke-10 pada edisi 2025.
Universitas Indonesia menjadi kampus hukum terbaik di Indonesia. UI menempati peringkat bersama ke-96 dunia sekaligus posisi keempat Asia Tenggara.
Indonesia mempunyai tiga wakil dalam daftar 10 besar kawasan, yakni UI, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Jumlah tersebut setara dengan Singapura.
Tiga kampus Singapura memimpin
Singapura menempatkan seluruh wakilnya dalam tiga besar Asia Tenggara. NUS menjadi satu-satunya kampus kawasan yang masuk 10 besar dunia untuk bidang hukum.
Singapore Management University berada di posisi kedua kawasan. Peringkat hukumnya meningkat dari kelompok 101–150 menjadi peringkat bersama ke-56 dunia.
Kenaikan 45 posisi itu menjadikan hukum sebagai bidang dengan peningkatan tertinggi di SMU pada edisi 2026, menurut keterangan resmi universitas.
Nanyang Technological University melengkapi tiga besar. NTU naik dari peringkat ke-82 menjadi urutan ke-71 dunia.
UI menjadi kampus hukum terbaik di Indonesia
UI berada di peringkat bersama ke-96 dunia, meningkat dari kelompok 101–150 pada edisi sebelumnya. Hasil tersebut membawa UI masuk kelompok 100 universitas terbaik dunia untuk bidang hukum.
Di tingkat kawasan, UI berada di bawah tiga universitas Singapura. Laman pemeringkatan UI menempatkan bidang Law & Legal Studies di posisi keempat Asia Tenggara dan pertama di Indonesia.
Universitas Airlangga berada di peringkat keenam kawasan dalam kelompok 151–200 dunia. Posisinya secara global masih berada dalam rentang yang sama dengan edisi sebelumnya.
UGM menyusul pada posisi ketujuh Asia Tenggara. Kampus tersebut naik dari kelompok 201–250 menjadi 151–200 dunia.
Universitas Padjadjaran berada tepat di luar 10 besar kawasan. Unpad menempati posisi ke-11 Asia Tenggara dalam kelompok peringkat 201–250 dunia.
Malaysia dan Thailand masing-masing punya dua wakil
Universiti Malaya menjadi universitas bidang hukum terbaik di Malaysia. UM berada di urutan kelima Asia Tenggara dan kelompok 101–150 dunia. Lalu, Universiti Kebangsaan Malaysia menempati posisi kesembilan kawasan dalam kelompok 201–250 dunia.
Thailand diwakili Chulalongkorn University dan Thammasat University. Chulalongkorn naik dari kelompok 251–300 menjadi 151–200, sedangkan Thammasat bergerak ke kelompok 201–250 dunia.
Secara keseluruhan, 10 besar terdiri atas tiga universitas Singapura, tiga universitas Indonesia, dua universitas Malaysia, dan dua universitas Thailand.
Cara QS menilai bidang hukum
Pemeringkatan Law & Legal Studies menggunakan empat indikator aktif. Reputasi akademik memiliki bobot terbesar, yakni 50%, disusul reputasi di kalangan pemberi kerja sebesar 30%. Sementara itu, H-index berbobot 15% dan sitasi per publikasi 5%.
Adapun jaringan riset internasional tetap masuk dalam kerangka umum penilaian QS, tetapi tidak memiliki bobot dalam pemeringkatan bidang hukum atau sebesar 0%.
Reputasi akademik menyumbang separuh nilai akhir. Artinya, pandangan komunitas akademik global mempunyai pengaruh lebih besar dalam pemeringkatan hukum dibandingkan indikator penelitian kuantitatif.
Reputasi pemberi kerja memiliki bobot 30% dan menggambarkan pandangan perusahaan serta organisasi terhadap kualitas lulusan. Dampak penelitian dinilai melalui H-index dan jumlah sitasi per publikasi.
Rincian bobot dan persyaratan masuk dapat dilihat dalam metodologi QS World University Rankings by Subject. QS menilai kekuatan keseluruhan institusi dalam suatu bidang. Dengan demikian, peringkat hukum tidak hanya menggambarkan satu program sarjana atau fakultas tertentu.
Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan kurikulum, peminatan, akreditasi, kesempatan mengikuti pendidikan profesi, jaringan alumni, biaya kuliah, dan sistem hukum negara tujuan. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa universitas hukum terbaik di Asia Tenggara versi QS 2026?
National University of Singapore menjadi yang terbaik di Asia Tenggara dan menempati peringkat keenam dunia.
Apa universitas hukum terbaik di Indonesia versi QS 2026?
Universitas Indonesia berada di peringkat pertama nasional, keempat Asia Tenggara, dan peringkat bersama ke-96 dunia.
Berapa kampus Indonesia yang masuk 10 besar Asia Tenggara?
Ada tiga kampus, yaitu Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.
Mengapa jaringan riset internasional tidak memengaruhi peringkat hukum?
QS memberi indikator tersebut bobot 0% untuk bidang hukum. Nilai akhir ditentukan oleh reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, H-index, dan sitasi per publikasi.
Apakah peringkat ini hanya menilai program sarjana hukum?
Tidak. QS menilai keseluruhan aktivitas institusi dalam bidang hukum, termasuk pengajaran, reputasi, dan penelitian yang memenuhi persyaratan.
Baca: 8 Universitas dengan Jurusan Hukum Terbaik di Indonesia Versi QS 2026, UI Tembus 100 Besar Dunia













