Universitas Indonesia (UI) menjadi universitas dengan bidang hukum terbaik di Indonesia berdasarkan QS World University Rankings by Subject 2026. UI berada di peringkat ke-96 dunia dalam kategori Law & Legal Studies.
Posisi tersebut membawa UI masuk kelompok 100 universitas terbaik dunia untuk bidang hukum. Pada edisi 2025, UI masih berada di kelompok peringkat 101–150 dunia.
Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berada di kelompok 151–200 dunia. Karena QS tidak memberikan nomor pasti di dalam kelompok tersebut, keduanya menempati posisi bersama kedua di Indonesia.
Secara keseluruhan, QS memuat delapan universitas Indonesia dalam peringkat bidang hukum 2026. Lima kampus mengalami kenaikan, satu bertahan di kelompok yang sama, sedangkan dua lainnya menjadi pendatang baru.
UI Menjadi Satu-satunya Wakil Indonesia di 100 Besar
UI memperoleh skor keseluruhan 69,7 poin. Kampus tersebut menjadi satu-satunya universitas Indonesia yang mendapatkan skor dan nomor peringkat pasti dalam daftar bidang hukum 2026.
Reputasi akademik menjadi komponen tertinggi UI dengan skor 72,8 poin. Adapun reputasinya di kalangan pemberi kerja mencapai 65,7 poin.
Capaian tersebut menempatkan UI di antara lebih dari 400 universitas yang diperingkatkan QS dalam bidang Law & Legal Studies. Di tingkat dunia, Harvard University berada di posisi pertama, disusul University of Oxford dan University of Cambridge.
Unpad Mengalami Kenaikan Kelompok Terbesar
Perbaikan posisi paling lebar berdasarkan kelompok peringkat dialami Universitas Padjadjaran. Unpad bergerak dari kelompok 301–350 menjadi 201–250 dunia.
UGM naik dari kelompok 201–250 menjadi 151–200. Hasil itu membuat UGM berada dalam kelompok yang sama dengan Unair, yang mempertahankan posisinya dari edisi sebelumnya.
Undip dan UB masing-masing meningkat satu kelompok. Undip bergerak ke kelompok 251–300, sementara UB masuk kelompok 301–350 dunia.
Dengan perubahan tersebut, tidak ada universitas Indonesia dalam daftar 2026 yang mengalami penurunan. Lima kampus naik, Unair tetap, sedangkan Binus dan UNS baru masuk dalam pemeringkatan.
Binus dan UNS Menjadi Pendatang Baru
Binus menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia dalam daftar. Kampus tersebut langsung masuk kelompok 251–300 dunia dan berbagi posisi nasional dengan Undip.
Binus mempunyai skor reputasi pemberi kerja sebesar 66,3 poin. Angka itu menjadi yang tertinggi di antara delapan universitas Indonesia dalam indikator tersebut, sedikit melampaui UI yang memperoleh 65,7 poin.
Sementara itu, UNS memulai debutnya di kelompok 351–400 dunia. Kekuatan UNS terlihat pada indikator penelitian. Kampus tersebut memperoleh skor 76 untuk sitasi per publikasi dan 77,1 untuk Indeks-H, tertinggi di antara wakil Indonesia.
Indeks-H mengukur produktivitas sekaligus dampak penelitian. Semakin tinggi nilainya, semakin banyak publikasi universitas yang memperoleh jumlah sitasi tinggi secara konsisten.
Apa yang Dinilai QS dalam Bidang Hukum?
QS menggunakan empat indikator aktif dalam menentukan peringkat Law & Legal Studies. Indikator jaringan riset internasional tersedia dalam kerangka umum QS WUR by Subject, tetapi bobotnya untuk bidang hukum sebesar 0%.
Reputasi akademik menjadi penentu terbesar dengan bobot 50%. QS memperoleh indikator tersebut melalui survei akademisi global mengenai universitas yang dinilai unggul dalam pendidikan dan penelitian hukum.
Reputasi pemberi kerja mempunyai bobot 30%. Indikator ini berasal dari survei perusahaan dan institusi yang merekrut lulusan perguruan tinggi.
Sementara itu, sitasi per publikasi digunakan untuk mengukur rata-rata dampak penelitian hukum. Indeks-H menilai kemampuan universitas menghasilkan rangkaian publikasi yang banyak dirujuk oleh peneliti lain.
Apa yang Dimaksud Law & Legal Studies?
Kategori Law & Legal Studies mencakup keseluruhan kegiatan pendidikan dan penelitian hukum pada tingkat universitas. QS tidak memeringkat satu kelas, program peminatan, atau dosen secara individual.
Bidang yang tercakup meliputi hukum dagang, hukum tata negara, hukum pidana, hukum internasional, hukum publik, ilmu hukum, dan kajian mengenai sistem peradilan.
Peringkat menggambarkan kekuatan gabungan program, departemen, akademisi, penelitian, reputasi, dan lulusan universitas dalam bidang hukum.
Mengapa Hanya Delapan Kampus Indonesia?
QS menerapkan persyaratan tertentu agar universitas dapat masuk pemeringkatan bidang. Perguruan tinggi harus menawarkan program pendidikan dalam bidang terkait, mempunyai sedikitnya tiga angkatan lulusan, serta memenuhi ambang publikasi dan reputasi.
Perguruan tinggi juga harus menyelenggarakan sedikitnya satu program secara penuh atau sebagian di kampus. Program yang seluruhnya dilaksanakan secara daring tidak memenuhi persyaratan.
Tidak tercantumnya sebuah universitas tidak serta-merta menunjukkan fakultas hukumnya mempunyai kualitas buruk. Kampus tersebut dapat belum memenuhi ambang publikasi, reputasi, kematangan program, atau persyaratan data yang digunakan QS.
Calon mahasiswa tetap perlu mempertimbangkan akreditasi program studi, kurikulum, biaya pendidikan, pilihan peminatan, kegiatan peradilan semu, kesempatan magang, serta jaringan alumni. (RK/D-1)
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Universitas mana yang mempunyai jurusan hukum terbaik di Indonesia versi QS 2026?
Universitas Indonesia berada di posisi pertama nasional sekaligus peringkat ke-96 dunia.
Berapa universitas Indonesia yang masuk QS Law & Legal Studies 2026?
Sebanyak delapan universitas Indonesia masuk dalam pemeringkatan tersebut.
Kampus apa saja yang berada di tiga posisi teratas?
UI berada di posisi pertama. Unair dan UGM menempati posisi bersama kedua karena berada dalam kelompok peringkat 151–200 dunia.
Apa perguruan tinggi swasta yang masuk dalam daftar?
Binus University menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta Indonesia yang masuk. Binus berada di kelompok 251–300 dunia.
Kampus mana yang mengalami kenaikan terbesar?
Unpad mengalami perbaikan kelompok paling lebar, dari peringkat 301–350 menjadi 201–250 dunia.
Apa saja indikator pemeringkatan jurusan hukum QS?
QS menggunakan reputasi akademik, reputasi pemberi kerja, sitasi per publikasi, dan Indeks-H. Jaringan riset internasional memiliki bobot 0% untuk bidang hukum.
Apakah peringkat ini menilai program S1 Ilmu Hukum saja?
Tidak. QS menilai keseluruhan kekuatan universitas dalam bidang hukum, termasuk program, penelitian, akademisi, reputasi, dan dampak publikasinya.
Baca: 7 Universitas Terbaik di Indonesia untuk Jurusan Kedokteran Versi QS 2026, UI Teratas














Comments 1